Stephanus Andre Triadiputra
Institut Seni Indonesia Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambar Pitutur Punakawan sebagai Inspirasi Penciptaan Video Kanal Tunggal Stephanus Andre Triadiputra; Setyo bagus Waskito
Texture:Art and Culture Journal Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1060.855 KB) | DOI: 10.33153/texture.v5i1.4213

Abstract

The rapid development of technology makes the world has no real boundaries. Dissemination of information occurs very quickly and easily. Modern society at all ages, most of them have equipment that allows them to  be directly connected to information, entertainment and knowledge that comes from anywhere. As a result, clash of local values with foreign or external values is unavoidable. Javanese proverbs that often appear through pictures of pitutur clowns (Semar, Gareng, Petruk, and Bagong) in glass paintings have noble values that are useful for character building, especially for Javanese people. Pitutur pictures usually contain suggestions and prohibitions in life. Video illustration of the existing pitutur images, made with the chroma key (green screen) technique as the creation method used for its embodiment. As a result, single channel videos which are illustrations of pitutur images can be used as a medium for spreading the noble values of Javanese culture in the current millennial era.
Strategi Penyutradaraan Berbasis Neorealisme Italia untuk Mewakili Kemarginalan Perkotaan: Studi Penciptaan Film Kita dan Kaki-Kaki yang Terluka Aldis Elwananda; Stephanus Andre Triadiputra
Sanggitarupa Vol. 5 No. 2 (2025): Sanggitarupa
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sanggitarupa.v5i2.7871

Abstract

Penelitian ini berangkat dari proses kreatif penyutradaraan film Kita, dan Kaki-kaki yang Terluka yang berupaya menangkap denyut kehidupan masyarakat marginal Jakarta melalui kacamata Neorealisme Italia. Dengan menempatkan elemen mise-en-scène—khususnya waktu, ruang kota, dan ketegangan konflik—sebagai pusat eksplorasi, film ini memanfaatkan lokasi nyata dan ritme keseharian untuk menghadirkan potret kemiskinan struktural dan siklus penyakit yang diwariskan lintas generasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keputusan penyutradaraan yang berorientasi pada setting dapat membuka lapisan-lapisan sosial yang kerap tersembunyi, sekaligus memperkuat pendekatan realisme sosial dalam produksi film fiksi pendek