Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sosialisasi Budidaya Ikan Lele dalam Ember dan Tanaman Kangkung Hidroponik sebagai Kebutuhan Makanan yang Bergizi Krisgianto
KREASI : Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.831 KB) | DOI: 10.58218/kreasi.v2i2.130

Abstract

Abstrak Berdasarkan letak geografis, daerah pegunungan mayoritas memiliki akses yang cukup sulit untuk dijangkau. Hal tersebut berdampak pada berbagai macam sektor seperti kebutuhan pangan masyarakat yang bergizi dinilai masih kurang maksimal. Salah satu alternatif makanan bergizi yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat adalah ikan lele dan tanaman kangkung. Masyarakat masih jarang membudidaya ikan lele, sehingga diperlukan solusi paling efektif. Faktor yang menghambat budidaya ikan lele di daerah dataran tinggi karena letaknya yang kurang memadai dan ketersediaan air yang kurang. Melihat permasalahan-permasalahan yang ada tersebut, tim KKN UNS mengadakan program budidaya ikan lele dalam ember. Tidak hanya ikan lele saja, dalam satu wadah juga dimanfaatkan untuk budidaya tanaman kangkung hidroponik. Budidaya ikan lele dalam ember dan tanaman kangkung hidroponik menjadi solusi yang efisien terhadap tempat dan biaya. Sosialisasi budidaya ikan lele dalam ember dan tanaman kangkung hidroponik dilaksanakan dengan berbagai tahapan, yaitu persiapan, pemaparan materi, praktek, diskusi, dan penutup. Sosialisasi dilaksanakan selama dua hari di rumah kepala dusun, yaitu Krajan, Pendem, Sendi, dan Tanjung. Tim KKN menyampaikan materi sosialisasi yang mencakup alat bahan, cara merawat, prosedur, dan cara panen. Keberhasilan dari sosialisasi karena adanya kerja sama yang baik antara perangkat desa, warga sekitar, dan tim KKN. Masyarakat antusias dalam berpatisipasi kegiatan ini. Peserta diberikan perlengkapan dan media untuk dibudidaya di rumah masing-masing. Kata kunci : budidaya, lele, kangkung Abstract Based on the geographical location, the majority of mountainous areas have access that is quite difficult to reach. This has an impact on various sectors such as the nutritional needs of the community which are considered to be still not optimal. One alternative nutritious food that can be consumed by the community is catfish and kale. People still rarely cultivate catfish, so the most effective solution is needed. Factors that hinder catfish farming in highland areas are because of their inadequate location and lack of water availability. Seeing these existing problems, the UNS KKN team held a catfish farming program in buckets. Not only catfish, in one container it is also used for hydroponic kangkung cultivation. Cultivation of catfish in buckets and hydroponic kale plants is an efficient solution for space and cost. The socialization of catfish farming in buckets and hydroponic water spinach was carried out in various stages, namely preparation, material presentation, practice, discussion, and closing. The socialization was held for two days at the house of the hamlet head, namely Krajan, Pendem, Joint, and Tanjung. The Community Service Team delivered socialization materials which included materials, methods of care, procedures, and harvesting methods. The success of the socialization was due to good cooperation between village officials, local residents, and the KKN team. The community was enthusiastic in participating in this activity. Participants were given equipment and media to cultivate in their respective homes.