Muhammad Bayu Afdillah
Universitas Negeri Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Bimbingan Online Skripsi pada Era Revolusi Industri 4.0 di Prodi Pendidikan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan Muhammad Bayu Afdillah; Erond Litno Damanik
Jurnal Antropologi Sumatera Vol 19, No 1 (2021): Jurnal Antropologi Sumatera, Desember 2021
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.386 KB) | DOI: 10.24114/jas.v19i2.31697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebermanfaatan bimbingan skripsi Dalam Jaringan (Daring) atau Online serta perilaku mahasiswa yang menerapkanĀ  bimbingan skripsi online dan offline di Prodi Pendidikan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan. Acuan teoritis yang digunakan adalah teori determinisme teknologi Marshall McLuhan. Penelitian dijalankan secara kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data-data yang dibutuhkan dikumpulkan melalui studi partisipasi, wawancara, dan dokumentasi. Kajian ini menyimpulkan bahwa hambatan yang muncul adalah mahasiswa tidak memaksimalkan model bimbingan online, Dosen Pembimbing Skripsi lama membalas, dan kesulitan dalam memahami instruksi. Dampak positif yaitu (i) fleksibilats waktu dan tempat, (ii) hemat biaya, (iii) paperless, (iv) bentuk pemanfaatan perkembangan teknologi di dunia pendidikan. Dampak negatif yaitu kurangnya interaksi sosial secara langsung yang dikhawatirkan berujung kepada tidak leluasanya mahasiswa dalam berdiskusi dengan Dosen Pembimbing Skripsi. Pola perilaku mahasiswa dengan model bimbingan skripsi online ialah etika, gaya bahasa, dan tingkat kesopanan mahasiswa tetap terjaga dan cenderung mengunakan bahasa yang baku. Sedangkan perilaku mahasiswa yang menerapkan model bimbingan offline ialah mahasiswa lebih menjaga gerak fisik agar tetap terlihat sopan, dan gaya berkomunikasi cenderung lebih santai dengan menggunakan gaya bahasa campuran, yaitu bahasa baku dan bahasa santai.