Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis terkait sejumlah sumber hadits dari kalangan Ahlus Sunnah dan Syiah atas supremasi Ali bin Abi Thalib. Sebab terdapat perbedaan adanya redaksi Gadir Khum antara yang muncul dari sumber-sumber Syiah dan Sunni. Metodologi yang digunakan dalam tulisan ini adalah studi kepustakaan yang diurai secara deskriptif analitis kritis dengan menelaah sumbersumber hadits yang menjadi obyek kajian ini. Tulisan ini membuktikan bahwa keberadaan nabi Muhammad Saw di Gad?r Khum, tidak dalam rencana pelantikan Ali, tetapi dalam rangka memberikan arahan untuk bersikap saling mencintai dan tidak menumbuhkan rasa kebencian. Yang dilakukan beliau sebagai salah satu upaya untuk membersihkan nama baik Ali atas klaim-klaim ketidaksukaan sejumlah pihak kepadanya. Secara rentang waktu Gadir Khum ini terjadi tidak lebih dari tujuh puluh hari dari wafatnya Nabi Muhammad, sehingga kalau klaim kelompok Syiah itu benar pasti para sahabat yang menyaksikan peristiwa itu tidak bisa menolak wasiat Nabi untuk menjadikan Ali sebagai pemimpin. Maka tulisan ini sepakat dengan metode kompromi untuk menelaah sumber-sumber yang digunakan oleh kelompok Syiah atas klaim kasus ini.