Artikel ini meneliti makna ukhuwwah dalam Al-Qur’an yang terdapat banyak sekali macam-macamnya. Riset ini berangkat dari pemaknaan kata ukhuwwah menjadi sangat penting untuk menjaga terjalinnya hubungan baik antara sesama manusia, sekalipun berbeda agama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penafsiran dan term-term Ukhuwwah menurut M. QuraishShihab. Sebab, Ukhuwwah merupakan pemersatu bangsa dalam menghadapi permasalahan yang sedang menimpa manusia dewasa ini yang sangat rawan saling mengkafirkan dan salingmenyesatkan. Bahkan tidak jarang pula rumah ibadah yang menjadi sasarannya. Riset ini mendukung temuan Mustofa terkait pentingnya pemaknaan kembali kata ukhuwwah di tengahmasyarakat majemuk Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kebahasaan yang dikembangkan oleh Syahrur dengan teknik sinkronik dan diakronik yang muaranya pada penolakan sinomitas dalam Al-Qur’an. Artikel ini berkesimpulan bahwa M. Quraish Shihab menggunakan term-term yang berhubungan dengan Ukhuwwah sebagai berikut, diantaranya: Ukhuwwah ‘ubudiyyah, yaitu saudara kesemakhlukan dan kesetundukan kepada Allah (Q.S. Al-An’am/ 6: 38) Ukhuwwah insaniyyah, dalam arti seluruh umat manusia bersaudara (Q.S. Al-Hujurat/ 49: 13), Ukhuwwah wat}aniyyah, yaitu persaudaraan dalam keturunan dan kebangsaan (Q.S. Al-A’raf/ 7: 65, Ukhuwwah fi> al-din al-Isla>m, persaudaraan sesama muslim (Q.S. Al-Hujurat/ 49: 10).