Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Studi Perencanaan Mitigasi Bencana Tsunami di Daerah Wisata Pantai Tablolong Priska Gardeni Nahak; Djunaedi Djunaedi; Tedi Wonlele
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 19 No. 2 (2017): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Department of Civil Engineering, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.658 KB) | DOI: 10.35313/potensi.v19i2.898

Abstract

Pantai Tablolong merupakan salah pantai tujuan wisata yang terletak di Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Letak Pantai Tablolong adalah di bagian ujung Barat dari Pulau Timor  sehingga sangat rentan terhadap bahaya Tsunami. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi dengan melakukan observasi dan kajian secara langsung di lapangan terhadap berbagai kondisi guna mengetahui seberapa besar dampak dan kerusakan yang mungkin terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk: a) Menghitung waktu yang diperlukan oleh gelombang tsunami dari pusat patahannya ke Pantai Tablolong. b) Memperkirakan lokasi atau jarak penempatan alat detector peringatan dini. c) Mengkaji situasi yang ada di lapangan terhadap dampak yang akan ditimbulkan oleh gelombang tsunami. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: waktu datang gelombang tsunami adalah 13,45 menit setelah terjadi dislokasi.; Lokasi  pemasangan alat detector peringatan dini, yaitu pada jarak 31,6 km dari garis pantai, sehingga  memberikan waktu sekitar 12 menit bagi wisatawan untuk menyelamatkan diri.; Tinggi gelombang pada saat mencapai pantai adalah 18 m, sehingga tinggi run up gelombangnya adalah 40,7 m.; Daerah yang terkena gelombang tsunami secara langsung adalah daerah di pantai selatan pulau Timor dan pulau Semau yang memiliki elevasi di bawah 40,7 m.; Pantai wisata Tablolong hanya akan terkena dampak tsunami berupa refleksi dari gelombang tsunami terhadap pulau Semau.
ANALISIS UPAYA PENANGGULANGAN DEBIT LIMPASAN PERMUKAAN (RUN OFF) DI SUNGAI DENDENG PADA DAS DENDENG KOTA KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Djunaedi Djunaedi; Joko Suparmanto; Albert Aun Umbu Nday
JUTEKS : Jurnal Teknik Sipil Vol 1 No 2 (2016): JUTEKS JURNAL TEKNIK SIPILJUTEKS (Jurnal Teknik Sipil)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1356.238 KB) | DOI: 10.32511/juteks.v1i2.112

Abstract

Debit Limpasan yang terjadi di DAS Dendeng kondisi di lapangan pada tahun 2013 sangat besar yang mengakibatkan banjir pada Sungai Dendeng. Dengan adanya banjir yang sering terjadi pada setiap tahunnya di Sungai Dendeng membawa dampak terhadap masyarakat di tepi bantaran sungai Dendeng. Dampak tersebut sangat meresahkan masyarakat yang setiap tahunnya mengalami kerugian harta dan nyawa penduduk yang disebabkan adanya luapan air (banjir) di Sungai Dendeng. Untuk menanggulangi permasalahan tersebut diperlukan suatu Konstruksi perkuatan tebing dengan Konstruksi Bronjong dikarenakan lokasi tersebut terdapat kerusakan pada tebing Kali Dendeng yang sangat mengkhawatirkan keselamatan bagi penduduk di sekitar Kali Dendeng Ruas Fontein.
KAJIAN PENATAAN RUANG KOTA KUPANG BERBASIS KONSERVASI TANAH DAN AIR DI DAS DENDENG PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR Djunaedi Djunaedi
JUTEKS : Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2017): JUTEKS (Jurnal Teknik Sipil)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13820.671 KB) | DOI: 10.32511/juteks.v2i2.172

Abstract

Bentuk penelitian dan kajian ini merupakan studi kasus dengan mengambil lokasi pada DAS Dendeng Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Daerah ini memiliki angin beriklim tropis dan kering yang dipengaruhi oleh angin muson dengan suhu udara rata-rata 22,90oC – 32,17oC,dengan musim hujan yang pendek, bulan Nopember - Januari atau bulan Desember - Februari, suhu udara 22,90oC – 32,17oC. Musim kering bulan April – Oktober, suhu 29,10 C – 33,40 C, curah hujan yang terjadi hanya 3 (tiga) bulan, yaitu berkisar bulan Nopember - Januari atau bulan Desember - Februari, dengan jumlah hari hujan berkisar 40 – 110 hari pertahun dan musim kemarau cukup panjang, yaitu 8 – 9 bulan mewarnai ciri kawasan ini. Topografi wilayah studi mempunyai tingkat kemiringan lahan 0 - 30 % dan sebagian kecil kemiringan lahan antara 3 - 8%. Das Oesapa Besarendeng termasuk dalam DAS Benain Noelmina yang menjadi wilayah BPDAS Kupang memiliki luas 4535 ha termasuk prioritas pertama, karena wilayah tersebut mengalami erosi ringan yang sangat luas. Seiring dengan terjadinya perubahan tataguna lahan dari tahun ke tahun, mengakibatkan potensi kerusakan lahan semakin meningkat, untuk itu perlunya dikendalikan dan di rehabilitasi. Adanya permasalahan tersebut di atas diperlukan kajian penataan ruang berbasis konservasi tanah dan air, sehingga diperoleh petunjuk arahan penggunaan lahan, rehabilitasi dan konservasi tanah dengan kemampuan lahan dan fungsi kawasan di DAS Dendeng Kota Kupang. Mengingat sangat kompleksnya erosi dan limpasan permukaan pada DAS Dendeng kota Kupang, perlu adanya alat bantu untuk manganalisa dengan bantuan Sistem Informasi Geografis (SIG) AVSWAT 2000. Sesuai hasil arahan dan analisis laju erosi dan sedimentasi pada Das Oesapa Besar terdapat 5 penempatan bangunan pengendali sedimen ( Check dam ) yang harus di bangun pada koordinat : x = 571183,79 , y = 8867289,22, x = 571389,17 , y = 8874937,98, x = 569016,64, y = 8873316,16, x = 5713779,97, y = 8873107,74 dan x = 571313,85, y = 88669422,77. Dengan di bangunnya bangunan pengendali tersebut bisa mengurangi laju erosi dan sedimentasi pada Das Oesapa Besar sebesar 420,38 ton/ha/tahun.
ANALISIS DEBIT AIR LIMPASAN PERMUKAAN (RUN OFF) DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) MANIKIN KABUPATEN KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Yunus Falo; Djunaedi Djunaedi; Arnoldus Nama
JUTEKS : Jurnal Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2019): JUTEKS (Jurnal Teknik Sipil)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1721.767 KB) | DOI: 10.32511/juteks.v4i2.299

Abstract

Perubahan tata guna lahan menyebabkan timbulnya lahan kritis yang disebabkan pemanfaatan lahan yang kurang optimal. DAS Manikin yang terletak di Kabupaten Kupang terdapat Bendungan Tilong dibangun pada tahun 2003 guna menopang kemajuan pertanian. Pada akhir tahun 2008 bendungan ini mengalami luapan air yang berlebihan. Akibat hal tersebut tergenangnya areal pertanian di bagian hilir Desa Tarus, Tanah Merah dan Desa Olpuah. Pengaruh adanya kejadian ini para petani di tiga desa tersebut mengalami kerugian yang sangat besar dan mengalami gagal panen pada tahun tersebut. Hasil analisis tebal limpasan permukaan (run off ) DAS Manikin pada tahun 2017 sebesar 51- 88 mm, sedangkan bagian hulu dan hilir 34 -51 mm. Untuk mengurangi debit air limpasan permukaan sebagai berikut : (a) Merehabilitasi hutan (b) Pemulihan Hutan dan Lahan.(c) Pengendalian Erosi dan Sedimentasi.(d) Pengembangan Sumber Daya Air guna memenuhi kebutuhan air baku untuk berbagai keperluan yang difokuskan upaya pengendalian tata air DAS dan konservasi air.