Enny Harviyanti
Jurusan Teknik Sipil Universitas Kaltara, Tanjung Selor

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tingkat Kerentanan Tepian Sungai Kayan Terhadap Bencana Banjir Hendra Julianto; Enny Harviyanti
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 22 No 1 (2020): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.987 KB) | DOI: 10.35313/potensi.v22i1.1658

Abstract

Bencana Banjir bukan hal luar biasa bagi warga Bulungan, terutama yang menetap di sekitar DAS (Daerah Aliran Sungai) Kayan. Namun Banjir 9 Februari 2015 ini benar-benar mengubah paradigma masyarakat kota Tanjung selor tentang banjir. Banjir ini diakibatkan oleh luapan Sungai Kayan ditambah kiriman banjir dari Sabah, Malaysia yang mencapai ketinggian satu hingga tujuh meter. Banjir yang mengakibatkan kerugian-kerugian bagi warga kabupaten bulungan terutama di lima kecamatan, yakni Kecamatan Peso, Kecamatan Peso Hilir, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Kecamatan Tanjung Palas dan Kecamatan Tanjung Selor. Banjir ini menjadi pengingat kuat betapa kerusakan akibat dampak perubahan iklim serta perubahan tata guna lahan yang bisa menimpa Kota Tanjung Selor dan kedepan ancaman ini menjadi fenomena yang akan biasa terjadi. Dampak dan peran dari fenomena diatas akan menjadi fokus dari identifikasi tingkat kerentanan ini. Tujuannya adalah untuk mengetahui tingkat kerentanan tepian sungai kayan terhadap bencana banjir didasarkan pada kerentanan yang dikemukakan oleh IPCC 2014.
Konservasi Air Di Provinsi Kalimantan Utara (Studi Potensi Embung Di Kabupaten Bulungan) Enny Harviyanti; Zainal Abidin; Nofrizal
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 22 No 1 (2020): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.992 KB) | DOI: 10.35313/potensi.v22i1.1673

Abstract

Tujuan studi ini untuk menginventarisasi sungai-sungai yang potensial dijadikan lokasi embung untuk memenuhi kebutuhan air penduduk di sekitarnya dan mengetahui debit yang tersedia pada sungai tersebut. Metodologi yang digunakan adalah pengumpulan data dari instansi terkait, survai lapangan, pemilhan lokasi embung dan analisis kebutuhan & ketersediaan air di sungai. Berdasarkan kriteria pemilihan lokasi embung dengan ketigaaspek, nilai modifikasi bobot pertimbangan dan pertimbangan salah satu aspek saja maka disimpulkan nilai lokasi yang tertinggi adalah Embung Tanjung Palas. Neraca air Embung Tanjung Palas menunjukkan bagaimana kriteria dari aspek teknis dan non teknis memiliki rangking tertinggi.