Hery Awan Susanto
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jenderal Soedirman 53371

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbandingan Karakteristik Pengujian Marshall Campuran Aspal Beton dengan Filler Pasir Besi dan Abu Batu Hery Awan Susanto
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 22 No 1 (2020): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.721 KB) | DOI: 10.35313/potensi.v22i1.1807

Abstract

Pembangunan jalan dengan perkerasan lentur terus meningkat, sedangkan ketersediaan material penyusun terus berkurang. Aspal dan agregat adalah material alam yang tidak bisa diperbaharui, sehingga pada suatu saat akan habis. Agregat juga mengalami perubahan bentuk dan kualitas akibat pengaruh iklim. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian terhadap penggunaan agregat alternatif. Pemanfaatan agregat alternatif akan lebih ekonomis dan efisien jika memanfaatkan potensi lokal. Salah satu potensi agregat yang melimpah di Selatan Pulau Jawa adalah pasir besi. Pemanfaatan pasir besi dalam campuran beraspal saat ini masih terbatas sebagai agregat halus. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pemanfaatan pasir besi sebagai pengganti filler dalam campuran beraspal. Penelitian ini juga bertujuan untuk membandingkan kinerja campuran aspal beton menggunakan filler pasir besi dan abu batu dengan pengujian Marshall di laboratorium. Dari hasil penelitian diketahui bahwa berat jenis campuran filler pasir besi lebih tinggi dibandingkan dengan abu batu. Disamping itu filler pasir besi juga mampu menahan beban lalu lintas yang lebih tinggi dibandingkan filler abu batu. Penambahan filler pasir besi juga berdampak pada peningkatan elastisitas struktur asphalt concrete-wearing course (AC-WC), sehingga struktur perkerasan menjadi lebih kaku. Disisi lain campuran dengan filler pasir besi membuat struktur perkerasan lebih porous, sehingga potensi terjadinya rutting menjadi besar.