Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Biostimulan, Asam Humat, Mikoriza dan Kombinasi Dosis Pemupukan Terhadap Pertumbuhan Tebu (Saccharum offcinarum L.) dan Produksi Gula pada Tanah Eutropepts Pasuruan Arinta Rury Puspitasari; Aris Lukito
Indonesian Sugar Research Journal Vol 1, No 1 (2021): Indonesian Sugar Research Journal
Publisher : Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.474 KB) | DOI: 10.54256/isrj.v1i1.15

Abstract

Dalam mencapai swasembada gula, perlu diupayakan peningkatan produktivitas tebu. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah penggunaan biostimulan, mikoriza serta asam humat. Pemberian biostimulan, asam humat dan mikoriza diharapkan dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Tujuan dari percobaan adalah mendapatkan perlakuan terbaik dari penggunaan biostimulan, mikoriza, asam humat dengan mengkombinasikan beberapa dosis pemupukan. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) Pasuruan, mulai bulan Oktober 2018 sampai dengan Oktober 2019. Perlakuan merupakan kombinasi biostimulan, mikoriza, asam humat dan dosis perlakuan dengan jumlah perlakuan sebanyak 8, serta 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan secara umum, pertumbuhan tanaman dan produksi tebu maupun gula tidak dipengaruhi oleh perlakuan. Namun, terdapat kecenderungan dengan perlakuan asam humat dan dosis pupuk 75%; perlakuan biostimulan sebanyak 3 kali dengan dosis pupuk 100% baik disemprot maupun direndam memberikan hasil yang lebih baik dengan produktivitas tebu 108,94 - 112,67 ton/ha serta hablur gula 13,93 - 14,13 ton/ha. Bila dibandingkan dengan perlakuan standar (hanya penggunaan pupuk anorganik dosis 100%), terdapat peningkatan hablur gula sebesar 4,60-6,17% dengan perlakuan asam humat dan biostimulan. Sementara, pemberian mikoriza belum memberikan hasil optimum yang diduga karena kondisi lahan yang cukup air.
Peningkatan Kualitas Fisik Dan Kimia Lahan Marjinal Tebu Melalui Penggunaan Kompos, Pelembab Sintetis Dan Mikoriza Arinta Rury Puspitasari; Sri Winarsih
Indonesian Sugar Research Journal Vol 3, No 1 (2023): Indonesian Sugar Research Journal
Publisher : Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54256/isrj.v3i1.95

Abstract

Penanaman tebu di lahan marjinal ataupun lahan kering merupakan salah satu alternatif pengembangan tebu karena terbatasnya lahan berpengairan. Dalam usaha untuk meningkatkan kualitas lahan marjnal, dapat diberikan penambahan bahan organik dan pembenah tanah. Tujuan percobaan adalah pemberian kompos, pembenah tanah pada lahan marjinal Madura untuk dapat memperbaiki struktur fisik dan kimia tanah. Percobaan dilaksanakan di Bangkalan, Madura pada areal lahan kering mulai pada bulan Maret sampai dengan November 2015. Penelitian dirancang menurut rancangan petak terbagi. Petak utama adalah aplikasi bahan organik dan tanpa aplikasi kompos. Anak petak terdiri atas 4 perlakuan yaitu pupuk hayati endomikoriza, pelembab tanah, kombinasi mikoriza dan pelembab tanah serta kontrol (tanpa tambahan mikoriza dan pelembab tanah) dan diulang tiga kali. Hasil penelitian pada perlakuan anak petak (pembenah tanah) menunjukkan aplikasi mikoriza dan pelembab tanah memberikan porositas lebih tinggi dan berbeda nyata dengan pelembab tanah serta kontrol. Aplikasi mikoriza dan kompos dapat menyediakan P dalam tanah lebih tinggi mencapai 315,24% dan berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Aplikasi kompos dapat meningkatkan jumlah spora dari awal sebelum aplikasi sebesar 62,24% dan berbeda nyata dengan tanpa perlakuan kompos. Pada pengamatan kelembaban tanah, kandungan C-organik dan KTK tanah tidak ada beda nyata pada semua perlakuan petak utama maupun anak petak.