Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Konsentrasi Natrium Hidroksida pada Isolasi Selulosa dari Ampas Tebu Simping Yuliatun; Eileen Maretha Santoso
Indonesian Sugar Research Journal Vol 2, No 1 (2022): Indonesian Sugar Research Journal
Publisher : Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.325 KB) | DOI: 10.54256/isrj.v2i1.66

Abstract

Lignoselulosa ampas tebu berpotensi besar untuk dimanfaatkan selulosanya untuk pengembangan produk baru yang lebih bernilai ekonomi. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh konsentrasi NaOH pada isolasi selulosa ampas tebu dan karakteristik fisika-kimianya. Penelitian dilakukan pada variasi konsentrasi larutan NaOH 2%, 6% dan 10% dalam isolasi selulosa dari ampas tebu. Semua perlakuan dilakukan dengan 3 kali ulangan. Kenampakan fisik, rendemen,  viskositas dan gugus fungsional selulosa hasil isolasi dilakukan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar NaOH 2% menghasilkan rendemen dan viskositas paling tinggi berturut-turut sebesar 40,7%  dan 28 cP. Hasil karakterisasi dengan menggunakan spektroskopi near infrared (NIR) menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi NaOH 2% diperoleh pola spektra absorbansi yang paling identik dengan selulosa teknis sebagai pembanding.
Kualitas dan Nilai Nutrisi Silase Daun Sorgum Manis untuk Pakan Ternak Simping Yuliatun; Triantarti Triantarti
Indonesian Sugar Research Journal Vol 1, No 2 (2021): Indonesian Sugar Research Journal
Publisher : Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.893 KB) | DOI: 10.54256/isrj.v1i2.19

Abstract

Biomassa sorgum manis yang berupa daun sorgum berpotensi sebagai pakan ternak yang melimpah saat panen. Pembuatan silase daun sorgum merupakan upaya mendapatkan pakan yang tersedia sepanjang musim dengan cara diawetkan melalui proses ensilasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kualitas dan nilai nutrisi silase daun sorgum manis. Pembuatan silase daun sorgum menggunakan bakteri Lactobacillus plantarum dengan perlakuan penambahan tetes dan urea. Contoh sebelum dan sesudah ensilasi dianalisis pH, acid detergent fiber (ADF), neutral detergent fiber (NDF), selulosa, lignin,  kadar air, kadar N dan kadar abu. Hasil penelitian menunjukkan ensilasi dapat menurunkan pH silase daun sorgum dengan penurunan pH antara 0,13 - 1,33 poin. Kualitas silase daun sorgum tergolong sedang hingga sangat baik dengan nilai FN 56- 92. Nutrisi silase daun sorgum berdasar kandungan protein yang tersedia termasuk kelompok kualitas cukup dan sedang yaitu berkisar antara 8-12%. Nilai nutrisi silase daun sorgum berdasar kandungan serat yang sulit dicerna (ADF), total serat yang dapat dicerna (TDN) dan energi metabolisme pakan (ME)  termasuk dalam kelompok kualitas baik hingga sangat baik dengan nilai ADF kurang dari 37%, TDN lebih dari 54%, dan ME lebih dari 0,94 Mkal/lb.
Pengaruh Penggunaan Pupuk Silikat (BioSilAc dan SiAbate) Terhadap Pertumbuhan Agrononi, Serapan Silika dan Ketahanan pada Serangan Hama dan Penyakit Tanaman Tebu Varietas PSJK 922 Simping Yuliatun; Mufidatul Ilmiah; Arinta Rury Puspitasari; Mirwa Adiprahara Anggarani
Indonesian Sugar Research Journal Vol 3, No 1 (2023): Indonesian Sugar Research Journal
Publisher : Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54256/isrj.v3i1.92

Abstract

Silicon (Si) merupakan unsur penting nutrisi mineral untuk tanaman tebu. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh pupuk silika komersial dan pupuk silika hasil sintesis P3GI terhadap pertumbuhan dan ketahanan tanaman tebu dari serangan hama dan penyakit. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial dengan 5 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan tersebut adalah kontrol, pupuk BioSilAc (komersial) sesuai dosis anjuran, pemakaian pupuk SiAbate 50%, 100%, 200%  terhadap dosis pupuk BioSilAc. Pengamatan tinggi tanaman dan jumlah anakan dilakukan pada 2, 3, 4 BST. Kadar silika daun diuji sebelum aplikasi, 1, 2 dan 3 bulan setelah aplikasi pupuk silika. Pengamatan hama dan penyakit dilakukan pada umur tanaman tebu 4,5 BST. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi pupuk silika berpengaruh positif terhadap tinggi tanaman dan ketahanan serangan hama dan penyakit. Namun, tidak berpengaruh untuk jumlah anakan dan serapan Si di daun tebu. Aplikasi pupuk silika  didapatkan rerata penambahan tinggi tanaman paling besar adalah pupuk silika SiAbate pupuk silika komersial kontrol. Perlakuan pupuk silika komersial (BioSilAc) lebih tahan terhadap serangan hama penggerek batang di daun, tetapi rentan terhadap penyakit pokahbung. Sedangkan perlakuan pupuk silika (SiAbate) lebih tahan terhadap penyakit pokahbung, tetapi tidak tahan terhadap serangan hama penggerek batang di daun.
Pengaruh Komposisi Arang Ampas Tebu dan Abu Ketel Terhadap Kualitas Bio-Briket Arang Simping Yuliatun; Muzdalifah Muzdalifah; Etti Nurfita
Indonesian Sugar Research Journal Vol 3, No 1 (2023): Indonesian Sugar Research Journal
Publisher : Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54256/isrj.v3i1.107

Abstract

Ampas tebu sebagai sumber energi untuk boiler di pabrik gula yang menyisakan limbah berupa abu ketel. Di lain pihak, pembakaran ampas tebu secara pirolisis dapat meningkatkan nilai kalori dari ampas tebu. Abu ketel dan arang ampas tebu dapat digunakan untuk bahan baku pembuatan bio-briket arang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi bio-briket arang  terhadap kualitasnya. Proses pembuatan biobriket arang diawali dengan proses pirolisis ampas tebu pada suhu 300  selama 15 menit untuk mendapatkan arang ampas tebu. Arang ampas tebu dan abu ketel (boiler ash) ukuran 20 mesh dicampurkan dengan perbandingan antara arang ampas tebu dan abu ketel berturut-turut 10:0 ; 7:3 ; 5:5 ; 3:7 ; 0:10, serta menggunakan perekat vinase dengan perbandingan 1,0 : 1,1 b/b. Campuran homogen dicetak menggunakan pencetak briket berbentuk silinder dengan panjang 18-28 mm dan diameter 35 mm. Bio-briket arang dikeringkan di bawah sinar matahari selama total 24 jam. Bioriket arang selanjutnya dianalisis kadar air, kadar abu, kerapatan dan nilai kalornya. Analisis dan pengukuran dilakukan dengan 2 kali ulangan. Hasil biobriket terbaik diperoleh pada  komposisi bahan 100% arang ampas tebu yaitu menghasilkan nilai kalor 5.553 kal/g, kadar air 3,58%, kerapatan 0,47 g/cm3, dan kadar abu 11,33%