Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kumbang Lepidiota stigma f. (Coleoptera: Scarabaeidae) Pada Musim Penerbangan MT 2019/2020 di Kebun Mumbul, Jember Deva Andika Wiratmoko; Agus Supriyanto; Karyadi Karyadi; Etik Mar'ati Achadian
Indonesian Sugar Research Journal Vol 1, No 1 (2021): Indonesian Sugar Research Journal
Publisher : Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.954 KB) | DOI: 10.54256/isrj.v1i1.2

Abstract

Hama uret Lepidiota stigma F. merupakan hama penting pada pertanaman tebu di lahan kering (tegalan). Survei terakhir yang dilakukan P3GI menunjukkan lebih dari 18 pabrik gula di Jawa yang bermasalah dengan uret. Pengendalian terpadu merupakan cara pengendalian yang dianjurkan. Monitoring populasi hama dengan light trap sangat membantu tindakan pengendalian lebih efektif dan efisien. Pemanfaatan light trap untuk monitoring dan memusnahkan kumbang L. stigma telah dilakukan di kebun Mumbul, Jember pada musim tanam 2019/2020. Hasil pengamatan menunjukkan kumbang betina lebih banyak tertangkap dan ± 96,27% kumbang betina tertangkap mengandung telur yang siap diletakkan dalam ovariumnya. Puncak penerbangan kumbang L. stigma terjadi ± 3 minggu setelah hujan deras yang pertama turun di kebun Mumbul. Adapun penerbangan harian kumbang lebih banyak terjadi antara pukul 18.00-19.00 WIB.
Population Dynamics of Sugarcane Moth Borers in Indonesian Cane Fields Nader Sallam; Etik Mar'ati Achadian; Ari Kristini; Rob Magarey; Emily Deomano
Indonesian Sugar Research Journal Vol 1, No 1 (2021): Indonesian Sugar Research Journal
Publisher : Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1006.67 KB) | DOI: 10.54256/isrj.v1i1.14

Abstract

We conducted monthly monitoring of lepidopterous moth borers in four sugarcane fields in Java, Indonesia, from May 2009 to May 2011. Fields sampled belonged to Pesantren Baru, Jombang Baru, Gondang Baru and Subang sugar factories. Three main moth borer species were found to inflict damage to sugarcane plantations in all regions, and these are the stalk borers Chilo sacchariphagus (Bojer) and Chilo auricilius Dudgeon and the top borer Scirpophaga excerptalis (Walker). Tetramoera (Eucosma) schistaceana (Snellen) was also encountered but only caused minor damage. Borer populations increased with plant age and reached a peak around January – May in most cases, with the onset of rainfall triggering population rise. All borers coexisted in the same plant with no evidence of competition between the two stalk borers (C. sacchariphagus and C. auricilius) over their specific feeding location (internode) or between the two stalk borers and the top borer (S. excerptalis) over the same plant. This suggests that an infestation by one species does not make the plant less desirable to be colonised by another. Parasitism rates by natural enemies were very low which reflects the challenges facing biological control efforts in Java. Knowledge generated through this project will improve our understanding of borer dynamics in South East Asia and will enhance our preparedness for potential introduction by any of these pests into Australia
Pola serangan penggerek batang Chilo sacchariphagus Bojer. (Lepidoptera: Pyrallidae) pada ruas tebu Etik Mar'ati Achadian; Yusuf Mahalli; Daniel Siahaan
Indonesian Sugar Research Journal Vol 2, No 2 (2022): Indonesian Sugar Research Journal
Publisher : Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54256/isrj.v2i2.81

Abstract

Ulat penggerek batang tebu Chilo sacchariphagus menyerang tanaman tebu dengan cara menggerek, membuat lubang dan lorong gerek di dalam ruas batang. Pada serangan berat, ruas yang digerek mulai bawah hingga mendekati titik tumbuh. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengamati pola serangan penggerek C. sacchariphagus pada ruas batang tebu. Pengamatan dilakukan pada petak yang diaplikasi insektisida berbahan aktif klorantraniliprol dengan dosis 150 gr ha-1 dan petak kontrol tanpa aplikasi insektisida. Hasil pengamatan menunjukkan pola serangan pada kedua petak hampir sama, hanya batang terserang pada petak yang diaplikasi insektisida lebih rendah dibanding petak kontrol. Ruas yang paling banyak terserang ialah ruas ke 14-20 baik pada petak kontrol maupun petak yang diaplikasi insektisida. Curah hujan sangat mempengaruhi serangan penggerek pada ruas batang tebu. Semakin tinggi curah hujan, semakin tinggi ruas batang terserang. Dengan demikian prediksi curah hujan setiap tahun, dapat membantu mengantisipasi serangan penggerek di kebun.