Alfiza Fakhriya Haq
Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Upaya Orang tua dalam Pengasuhan mencegah dan menghadapi anak yang Kecanduan Gadget Zulfahmi Zulfahmi; Dian Putriana; Alfiza Fakhriya Haq
Jurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia Vol 2 No 1 (2022): JISHI - Juni 2022
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.924 KB) | DOI: 10.52436/1.jishi.35

Abstract

Gadget ialah suatu perangkat elektronik kecil yang mempunyai sebuah fungsi khusus. Dari waktu ke waktu perusahaan gadget selalu mendapatkan inovasi baru untuk menambah fitur maupun teknologi terbaru dari gadget mereka yang dapat membuat hidup manusia modern menjadi lebih nyaman dan praktis. Teknologi sendiri kerap kali mempengaruhi perkembangan dan perilaku seseorang, terlebih lagi pada anak-anak. Karena perangkat teknologi dapat menjadi sebuah sarana untuk mereka belajar dengan efektif. Penulisan ini bertujuan untuk dapat mengetahui peran dan upaya orang tua dalam mencegah dan menghadapi anak yang kecanduan gadget. Telaah literatur yang relevan digunakan dengan metode descriptive review. Artikel yang dijadikan sebagai sumber acuan berasal dari data based pada google scholar. Kata kunci yang digunakan adalah parents’ effort, children, gadget addiction dengan menggunakan Boolean “OR” dan “AND”. Kriteria artikel yang digunakan adalah yang berasal dari Bahasa inggris dan Bahasa Indonesia, selain itu juga kriterianya adalah artikel yang dipublikasikan 10 tahun terakhir (2012-2022). Hasil studi literatur menemukan 996 artikel, kemudian penulis melakukan pemilihan artikel dengan jumlah 10 dari yang berbahasa inggris 4 artikel dan 6 berbahasa Indonesia karena sesuai dengan kriteria inklusi. Berdasarkan hasil telaah diketahui bahwa kontrol orang tua sangatlah penting, mengaplikasikan pola komunikasi yang tepat membuat anak memahami konsekuensi logis mengenai dampak negative dari gadget. Dari berbagai sumber menyebutkan pola asuh authoritative adalah yang dapat diaplikasikan pada anak usia dini yang sudah memiliki kecendrungan kecanduan gadget. Orang tua juga bisa melakukan berbagai aktitas lain seperti bermain permainan tradisional sehingga anak akan terhindar dari kecanduan gadget.
Improving the Psychological Well-Being of Post-Pandemic Students through Optimistic Thinking Training Dewi Kamaratih; Gilang Mukti Rukmana; Alfiza Fakhriya Haq
Indonesian Journal of Cultural and Community Development Vol 14 No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijccd.v14i2.915

Abstract

One of the changes that have occurred in the field of education after the COVID-19 pandemic is the drastic change in the learning model, where teaching and learning activities are carried out online. This requires students to adapt quickly. This adjustment has an impact on students' psychological well-being as they deal with the changes that occur. The psychological well-being of post-pandemic students is in the low and medium categories, so an effort is needed to improve this condition. The optimistic thinking training aims to help students improve their psychological wellbeing after the pandemic. The stages in this program are providing optimistic thinking interventions using the ABCDE (Adversity, Belief, Consequences, Disposition, and Energization) method. The result of this training is an increase in psychological well-being among students who take part in the training program. Having psychological well-being can help students master and adapt to the environment effectively, establish positive relationships with others, and develop their potential from time to time. Highlights: Rapid Adaptation: Students faced a rapid shift to online learning during the pandemic, requiring quick adaptation to a new learning model. Optimistic Thinking Training: Implementing the ABCDE method, optimistic thinking training aims to improve the psychological well-being of post-pandemic students. Benefits of Psychological Well-Being: Improved psychological well-being helps students effectively navigate their environment, establish positive relationships, and maximize their potential. Keywords: online learning, psychological well-being, optimistic thinking training, post-pandemic students, adaptation.
Keterkaitan antara Inner Child dan Kematangan Emosi pada Individu di Masa Emerging Adulthood Gina Astuti; Alfiza Fakhriya Haq
Proyeksi Vol 20, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp.20.2.155-167

Abstract

Inner Child merupakan permasalahan yang terjadi saat individu masih kecil yang dapat berdampak secara psikologis saat individu berada pada masa emerging adulthood. Permasalahan tersebut bisa berupa luka atau ingatan yang masih berbekas hingga individu berada pada masa sekarang yang bisa menyebabkan kondisi emosional belum sepenuhnya matang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara inner child dan kematangan emosi pada individu emerging adulthood. Metode penelitian yang digunakan ialah kuantitatif korelasional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 349 subjek yang memiliki permasalahan/luka masa kecil yang belum terselesaikan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ialah Inner Child Scale (ICS) dan Emotional Maturity Scale (EMS). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara inner child dengan kematangan emosi pada individu emerging adulthood ( r = 0,007 ; p < 0,05 ), yang mengindikasikan bahwa semakin besar luka inner child maka semakin rendah pula kematangan emosi yang dimiliki individu emerging adulthood. Penelitian ini menemukan bahwa luka masa kecil dapat berpengaruh atau menjadi salah satu penyebab tingkat kematangan emosi seseorang.