Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TINJAUAN PERENCANAAN RUN WAY DAN TAXI WAY BANDARA INTERNATIONAL MINANGKABAU Riko Usman; Helga Yermadona; Ishak Ishak
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 1, No 2 (2022): Vol. 1 No. 2 Februari 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.407 KB)

Abstract

Bandar Udara Internasional Minangkabau (Minangkabau International Airport), (IATA: PDG, ICAO: WIPT) atau biasa disingkat BIM adalah bandar udara bertaraf internasional yang utama yang ada di provinsi Sumatra Barat yang sedianya diperuntukan untuk melayani penerbangan bagi warga Sumatra Barat. BIM dengan pusat Kota Padang hanya berjarak kira-kira 23 km yang termasuk dalam wilayah Ketaping, Kec. Batang Anai, Kab. Padang Pariaman. Mulai pembangunan bandara Minangkabau tahun 2001 dengan biaya yang cukup besar Rp. 97.000.000.000,- (sembilan puluh tujuh milyar) atau sekitar 9,4 milyar yen yang didapat dari pinjaman Japan Bank International Coorporation (JICB) sebesar 10 % dari uang 97 milyar. Sedangkan pihak kontraktornya dari Jepang yakni Shimizu dan Marubeni Corp dan dari Indonesia kontraktornya PT. Adhi Karya. Tujuannya dari penelitian ini adalah memperoleh kebutuhan panjang runway dan taxiway dan apron yang sebenarnya sesuai kebutuhan pesawat yang akan dilayani di Bandar Udaran Minangkabau. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah Dimensi panjang runway sebenarnya dengan menggunakan suhu maupun elevasi dari ketinggian bandara udara Minangkabau didapat panjang runway rencana sebesar 3400 m, sedangkan taxiway didapatkan hasil dari panjang taxiway sebesar 30 m dan lebar taxiway sebesar 103 m, dan apron sebesar 224 m dan panjang apron sebesar 142 m.Kata Kunci: Runway, Taxiway, Apron