Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN ELEKTRODA TERHADAP NILAI TAHANAN PENTANAHAN TOWER 105 SUTT 150KV MANINJAU - PADANG LUAR Randi Gunawan; Yulisman Yulisman; Mahyessie Kamil
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 1, No 1 (2021): Vol. 1 No. 1 Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.288 KB)

Abstract

In the process of distributing electrical energy, the transmission system plays an important role, for the conductor of the 150 kV High Voltage Air Line (SUTT) that connects the GI. Review with GI. The Padang Luar grounding system plays a very important role in reducing the impact of disturbances caused by lightning. For this reason, security is needed that can secure this SUTT from various disturbances that occur along its path. The value of the stability of this grounding system must be maintained in accordance with predetermined standards in order to maintain the quality of the distribution, especially when there is potential for interference from the transmission line.The standard for the grounding value that must be used is that it must be below 10 . Evaluation of the value of grounding resistance in the conductor is carried out to maintain, maintain and or improve the quality of the grounding because the value of grounding resistance can change from time to time due to the influence of the resistance value of the soil type and the grounding system itself.Tower 105 which has a grounding resistance value above 10 , it is necessary to reduce the ground resistance value, based on the calculations carried out, more effective results are obtained by using a grounding system of two electrode rods planted perpendicular to the ground for S > L, using an electrode with a diameter of 1 “(25.40 mm) can reduce the value of grounding resistance at the foot of the tower (stub. A) by 37.72% from 12.46 W to 7.76 W; tower foot (stub. B) by 37.71 % from 12.65 W to 7.88 W; tower foot (stub. C) by 37.70% from 13.37 W to 8.33 W; and the tower legs (stub. D) amounted to 37.74% from 14.31 W becomes 8.91 W. Keywords: transmission, soil resistivity, electrode grounding resistance
ANALISA PENENTUAN TITIK LOKASI GANGGUAN PADA RELE JARAK MENGGUNAKAN METODE IMPEDANSI Faritto Faritto; Yulisman Yulisman
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 1, No 3 (2022): Vol. 1 No. 3 Jilid 1 Juni 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.169 KB)

Abstract

Teknologi adalah salah satu faktor yang mendukung penyebab terjadinya kenaikan kebutuhan dalam energi listrik. Bidang kelistrikan memiliki sistem pembangkit, transmisi, dan distribusi yang terstruktur dalam memasok energi listrik untuk sampai kepada para konsumen. Bidang kelistrikan memiliki sistem pembangkit, transmisi, dan distribusi yang terstruktur dalam memasok energi listrik untuk sampai kepada para konsumen. Pada setiap bidang kelistrikan memiliki berbagai gangguan yang dapat terjadi. gangguan yang terjadi pada transmisi yaitu terjadinya gangguan hubungan singkat atau hubungan arus pendek. Sistem proteksi adalah sistem pengamanan yang digunakan untuk mengamankan semua bagian tertentu pada bidang listrik dan meminimalisir gangguan yang akan terjadi. PT. PLN (Persero) menggunakan proteksi utama Pada sistem transmisi seperti Rele jarak pada saluran transmisi. Rele jarak bisa menentukan titik lokasi gangguan dengan pembagian daerah keamanan zona 1, zona 2, dan zona 3 untuk mengetahui luas jangkauan yang dicapai. Impedansi listrik sering disebutkan sebagai jumlah hambatan listrik sebuah komponen elektronik terhadap aliran arus dalam rangkaian pada frekuensi tertentu. Kata kunci : Gangguan Hubung Singkat, Relay Jarak, Metode Impedan
ANALISA PERUBAHAN TEGANGAN TERHADAP INTENSITAS CAHAYA PADA LAMPU CFL DAN LAMPU LED Andri Andri; Yulisman Yulisman
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 1, No 3 (2022): Vol. 1 No. 3 Jilid 1 Juni 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.291 KB)

Abstract

Electrical energy is a necessity from time to time and energy has an important role for technological development. Technology that continues to develop is the development of lamps for lighting many different types of lamps. In this study, two different types of lamps were tested, namely flourecent lamps of the CFL type (compact flourecent lamp) and LED lamps (light emitting diode) which aims to determine the effect of changes in voltage on the intensity of the light produced. Change the voltage using a slide AC voltage regulator with a voltage rage from 60 volt to 220 volt. The method used is the zonal cavity method where the room to be used is divided into three areas, namely the ceiling area, the space are, and the floor area. The CFL lamp used is a 20 watt spiral lamp witch has a lumen of 1300lm and a 20 watt LED lamp which has a lumen of 2000 lm. These lamps are a necessity so that research on the analysis of voltage changes on light intensity in CFL lamps and LED lamps can be achieved. Keywords: light intensity, CFL lamps, LED lamps, Space area method, Slide regulator
ANALISA STABILITAS TRANSIEN PADA JARINGAN DISTRIBUSI RADIAL IEEE 33 BUS TERHUBUNG DENGAN PLTMH PADA KONDISI OPERASI TERPISAH (ISLANDING OPERATION) Shinta Febiola; Yulisman Yulisman; Herris Yamashika
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 1, No 3 (2022): Vol. 1 No. 3 Jilid 2 Juni 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.229 KB)

Abstract

Kebutuhan akan energi listrik terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologi dan pertambahan penduduk dan perkembangan beban yang terus meningkat. Salah satu cara untuk menjaga ketersediaan energi listrik yang mampu mengakomodasi perkembangan beban tanpa menambah kapasitas pembangkit utama adalah dengan menempatkan Distributed Generation (DG). Metode yang digunakan pada penelitian ini dengan menggunakan pembangkit tersebar PLTMH dalam menganalisa stabilitas transien pada jaringan distribusi radial IEEE 33 bus. Hasil yang paling baik dari beberapa simulasi yaitu pada penambahan 2 pembangkit tersebar pada bus 16 dan 27 yaitu semua nilai tegangan bus dalam  keadaan normal dan mengurangi rugi-rugi daya totalnya menjadi 80,2 kw. Kata kunci : DG, Stabilitas Transien, Aliran Distribusi
ANALISA SUSUT NETRAL GARDU 005 PAKAN SINAYAN MENGGUNAKAN MFA PLN KOTO TUO Sepriadi Saputra; Yulisman Yulisman
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 1, No 3 (2022): Vol. 1 No. 3 Jilid 1 Juni 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.115 KB)

Abstract

Listrik merupakan suatu kebutuhan yang vital dalam kehidupan masyarakat.Dapat dilihat dalam pemakaian sehari-hari pada kehidupan masyarakat, baik untuk industri maupun rumah tangga, semua peralatan hampir menggunakan listrik Dalam pendistribusikan energi listrik akan menimbulkan susut teknis dan non teknis. Susut teknis adalah susut energi yang disebabkan oleh sifat-sifat teknis dari material, material connector yang kurang kuat dan tidak bagus dapat menyebabkan longgar serta menimbulkan panas yang berlebih, beban trafo distribusi yang tidak seimbang.Sedangkan susut non teknis adalah susut energi yang disebabkan oleh faktor non teknis, seperti : kesalahan pembacaan meter, pencurian listrik, dan lain-lain. MFA adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur arus listrik pada sebuah kabel konduktor yang dialiri arus listrik dengan menggunakan dua rahang penjepitnya (Clamp) tanpa harus memiliki kontak langsung dengan terminal listriknya. Kata kunci: susut teknis, susut non teknis, MFA (Multi Feeder Analyzer)
ANALISA STABILITAS TRANSIEN PADA JARINGAN DISTRIBUSI RADIAL IEEE 33 BUS TERHUBUNG DENGAN ENERGI TERBARUKAN (PHOTOVOLTAIC) Rio Wahyudi; Yulisman Yulisman; Herris Yamashika
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 1, No 3 (2022): Vol. 1 No. 3 Jilid 2 Juni 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.708 KB)

Abstract

Energi listrik merupakan energi sekunder yang banyak digunakan diberbagai sektor, baik digunakan untuk keperluan rumah tangga maupun keperluan industri. Untuk memenuhi kebutuhan listrik di era ekonomi yang tumbuh sangat pesat ini membutuhkan banyak energi listrik. Oleh karena itu kualitas energi listrik perlu ditingkatkan. Letak pembangkit yang jauh dari beban juga menyebabkan tingginya nilai drop tegangan pada beberapa bus, selain itu juga menyebabkan rugi-rugi daya sistem yang cukup besar.Metode yang bisa digunakan pada penelitian ini dengan memasang teknologi fotovoltaik sebagai distributed generation (DG) atau pembangkit terdistribusi yang memiliki kapasitas daya yang lebih kecil dari pembangkit utama.Dengan adanya DG yang ditempatkan pada ujung beban yang mempunyai kapasitas kecil dapat membantu mengatasi masalah suplai energi listrik. Penggunaan atau penambahan DG dalam sistem disdribusi tentunya memiliki dampak terhadap sistem. Dilihat dari respon frekuensi, tegangan, dan aliran daya  penambahan DG dalam sistem memiliki berbagai macam dampak. Dampak yang ada bergantung pada peletakan DG pada sistem, jumlah beban yang ada, rating DG yang digunakan, dan jenis pembangkit yang digunakan. Tugas akhir ini berfokus pada analisa kestabilan transien pada sistem pada jaringan distribusi IEEE 33 Bus terhubung dengan enegi terbaruan (Photovoltaic). Kata Kunci : Stabilitas Transien, Distributed Generation, Aliran daya