Asmuni
Fakultas Ilmu Agama Islam, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ilmu-Ilmu Islam: Perenungan Epistemologis dan Teori Klasifikasi Asmuni
ABHATS: Jurnal Islam Ulil Albab Vol. 1 No. 1: Maret 2020
Publisher : Direktorat Pondok Pesntren Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.756 KB)

Abstract

Mencermati epistemologi ilmu-ilmu Islam membutuhkan dua model analisis yaitu analisis vertikal dan analisis horizontal. Karena itu wilayah kajiannya menjadi lebih luas dan cukup kompleks meliputi sejarah ilmu dan teori klasifikasi ilmu. Sejarah ilmu-ilmu Islam memperlihatkan peran sarjana muslim yang memelihara ilmu-ilmu bangsa terdahulu dengan cara mengoreksi dan meluruskan, kemudian menulisnya kembali dalam bentuk ringkasan dan komentar. Dalam melakukan klasifikasi ilmu, para sarjana muslim menggunakan banyak teori, namun klasifikasi ilmu perspektif filsafat cukup dominan sehingga ilmu-ilmu yang berada dalam lingkaran wahyu kurang mendapat perhatian. Namun terlepas dari semua ini, pencermatan epistemologi telah memperlihatkan integrasi ilmu dalam beragam bidang dan multi metode. Keterbukaan metodologi mempertegas doktrin relativitas ilmu namun tetap mengandung nilai-nilai yang sakral dan lebih berpeluang melakukan dialog antar peradaban.
QUR’ANISASI ILMU PENGETAHUAN: Konstruksi Epistemologi Baru Ikhtiyar Muḥammad Abû al-Qâsim Ḥâjj Ḥamad Asmuni
ABHATS: Jurnal Islam Ulil Albab Vol. 2 No. 1: Maret 2021
Publisher : Direktorat Pondok Pesntren Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.544 KB)

Abstract

bahwa Alquran adalah Kitab yang mampu mengontrol semua situasi dan kondisi manusia, termasuk sains kontemporer. Pendekatan ini disebut pendekatan logika analitik terhadap Alquran, karena tidak terjebak pada metode tafisr-tafsir klasik. Epistemologi analitis berusaha melampaui masa lalu, sambil mengokohkan kaidah-kaidah untuk menganalisis Alquran karena akan merangkaul atau mengadaptasikan persoalan-persoalan kontemporer. Alquran menurut Ḥâjj Ḥamad paralel dengan eksistensi kosmos dan pergerakannya, dan karenanya berbagai konsep baru dapat dikeluarkan dari kandungan Alquran yang terpendam dan anugerahnya yang kontinyu. Perlunya mengkritik semua pendekatan tafsir klasik yang berlaku sampai sekarang. Namun demikian, hal ini tidak berarti mengabaikannya sama sekali. Logika merangkul dan melampaui mengharuskan para peneliti mengkeritik hasil-hasil sains kontemporer, dan keterbatasannya dalam menemukan pendekatan antara al-ghaib, al-insân dan aṭ-ṭabi’ah sebagai dialektika absolut berdasarkan visi integralistik..