This Author published in this journals
All Journal El-Rusyd
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

VISI MISI DAN TUJUAN DIUTUSNYA RASULULLAH SAW Hanton
El-Rusyd Vol. 1 No. 2 (2016): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIIT) Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.149 KB)

Abstract

Prophet as the messenger of Allah is very professional in every efforttoward the changes he made to humanize humans, that humans walking inaccordance with nature, in disseminating the vision and mission of Islam,the Qur'an and hadith as a major source of Islamic teachings alreadygiven instructions and the basic principles of education, so it should be asolution to address the educational crisis that occurred. Because it is aplanned activity, education should have the clarity of vision, mission andgoals to be achieved. Of us can imagine how it would be if there is anactivity without having a clear vision and mission.
PANDANGAN ISLAM TERHADAP MANUSIA, MASYARAKAT DAN PENGETAHUAN SERTA HUBUNGANNYA DENGAN PENDIDIKAN Hanton
El-Rusyd Vol. 2 No. 1 (2017): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIIT) Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.743 KB)

Abstract

The nature of the creation of man in Islamic perspective with reference to the texts of the Qur'an, is always the starting point in terms khalaqa (create) or ja'ala (make). God as the creator of this term segalanya.Kedua, mengimformasikan that humans were created on two elements of the material and immaterial. Humans come from a kind of clay, then into germ, alaqah, and mudgah so it ended up being a perfect being, but with a wide variety of life processes that he had endured. Therefore, humans must give thanks for the gifts that have been given by God Almighty. Humans evolved through a process of education. Thus, people can be referred to as homo educandum (being able students) and homo education (being educators) .From this paradigm, leading to human-eksistensian fitrawi referred to as being pedagogical, namely; God's creatures since creation has brought the potential to educate and be educated. In the view of Islam, human nature is a religious potential inborn and the potential to grow and develop. The rate of growth and development, along with the surrounding pedagogical process involving informal education, formal education and non-formal education in the community and apply to become civil society and qur'ani.
PRINSIP UMUM SISTEM PENDIDIKAN ISLAM Hanton
El-Rusyd Vol. 3 No. 1 (2018): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIIT) Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.124 KB)

Abstract

Prinsip sebagai kebenaran yang bersifat universal (universal trith) yangmenjadi sifat dari sesuatu, Apabila dikaitkan dengan pendidikan, maka prinsippendidikan dapat sebagai kebenaran yang universal sifatnya dan menjadi dasardalam merumuskan perangkat pendidikan. Disiplin ilmu harus senantiasamengacu kepada prinsip-prinsip pendidikan Islam yang bersumber dari alQur‟an, hadist, ijma dan qiyas. Hal itu disebabkan, karena apabila sebuahdisiplin ilmu tidak memiliki prinsip khsusuya prinsip pendidikan Islam tersebut,maka berimplikasi akan terjadinya sekularisasi dan liberalisasi terhadappendidikan itu sendiri. Pendidikan Islam sebagai disiplin ilmu juga harussenantiasa mampu mengilmiahkan wawasan atau pandangan tentangkependidikan yang terdapat di dalam sumber-sumber pokoknya dengan bantuandari pendapat para sahabat dan ulama/ilmuwan muslim. Oleh karenanya kitasebagai insan akademika yang terdapat dalam sebuah lembaga pendidikan haruslebih mengoptima
STRATEGI KERJASAMA GURU DAN ORANG TUA DALAM PEMBINAAN KARAKTER DI PONDOK PESANTREN DINIYYAH PASIA KABUPATEN AGAM Hanton
El-Rusyd Vol. 7 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIIT) Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58485/elrusyd.v7i2.136

Abstract

Strategi pembinaan karakter merupakan persoalan yang sangat urgen di dalam dunia pendidikan dikarenakan itu merupakan suatu cara untuk mencapai tujuan utamanya. Makanya diperlukan kerjasama orang tua, sekolah dan masyarakat, yang tentu mempunnyai peran yang berbeda, Oleh karena itu lembaga pendidikan Islam harus mempunyai strategi yang sangat baik dalam membina, membentuk, mengembangkan kemampuan, membentuk watak serta mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang berakhlak mulia sesuai dengan visi, misi Rasulullah SAW, sehingga menjadi Insan kamil. realisasi dilapangan tentu antara lembaga pendidikan lainnya mempunnyai strategi tersendiri dalam pembinaan karakter para peserta didiknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menemukan strategi kerjasama guru dan orang tua dalam pembinaan karakter pada pondok pesantren Diniyyah Pasia Kabupaten Agam. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan pengumpulan datanya dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi, Adapun sumber data penelitian kepala madrasah, guru dan santri serta orang tua. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Dalam pengecekan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kerjasama guru dan orang tua dalam pembinaan karakter peserta didik pada Diniyyah Pasia lebih dominan diperankan oleh guru-guru dengan berbagai strategi yang dilakukan dan sementara peran orang tua lebih kepada aspek materi sehingga tidak terjadi kerjasama yang baik dalam pembentukan karakter.bila bersinergi orang tua dan guru berjalan optimal maka strategi ini efektif dalam pembinaan karakter peserta didik.