Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH KONFLIK INTERNAL DAN STRESS KERJA TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN PADA KOPERASI PEGAWAI TELKOM (KOPEGTEL) AMBON Febiola Matuankotta
JRMA (Jurnal Riset Manajemen dan Akuntansi) Vol 10, No 2 (2022): Periode Agustus - November
Publisher : Fakultas Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.49 KB) | DOI: 10.33508/jrma.v10i2.1114

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pengaruh konflik internal dan stress kerja terhadap semangat kerja karyawan pada Koperasi Pegawai Telkom (KOPEGTEL) Ambon. Untuk memperoleh data dan informasi maka diambil sampel sebanyak 52 orang responden dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari penelitian lapangan melalui kuesioner dan wawancara tidak berstruktur. Selain itu data juga diperoleh dari studi kepustakaan melalui bahan kepustakaan yang dikumpulkan berdasarkan teori para ahli yang berhubungan dengan penelitian. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisa regresi linear berganda,dan uji asumsi klasik yang kemudian diinterpretasikan. Berdasarkan hasil penelitian dengan uji regresi linear berganda diketahui bahwa konflik internal dan stress kerja berpengaruh negatif terhadap semangat kerja karyawan. Diketahui dari hasil uji regresi linear berganda dimana koefisien regresi konflik internal (-0,287) dan koefisien regresi stress kerja (-0,416) yang berarti arah koefisiennya negatif. Jadi semakin tinggi konflik dan stress kerja semakin rendah semangat kerja karyawan pada KOPEGTEL Ambon. Kebenaran hipotesis diuji dengan uji parameter individual (uji t) dan uji signifikansi simultan (uji f), dan ternyata hasil penelitian  menunjukkan Hipotesis diterima yaitu bahwa konflik internal dan stress kerja berpengaruh signifikan terhadap semangat kerja karyawan pada Koperasi Pegawai Telkom (KOPEGTEL) Ambon.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pengaruh konflik internal dan stress kerja terhadap semangat kerja karyawan pada Koperasi Pegawai Telkom (KOPEGTEL) Ambon. Untuk memperoleh data dan informasi maka diambil sampel sebanyak 52 orang responden dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari penelitian lapangan melalui kuesioner dan wawancara tidak berstruktur. Selain itu data juga diperoleh dari studi kepustakaan melalui bahan kepustakaan yang dikumpulkan berdasarkan teori para ahli yang berhubungan dengan penelitian. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisa regresi linear berganda,dan uji asumsi klasik yang kemudian diinterpretasikan. Berdasarkan hasil penelitian dengan uji regresi linear berganda diketahui bahwa konflik internal dan stress kerja berpengaruh negatif terhadap semangat kerja karyawan. Diketahui dari hasil uji regresi linear berganda dimana koefisien regresi konflik internal (-0,287) dan koefisien regresi stress kerja (-0,416) yang berarti arah koefisiennya negatif. Jadi semakin tinggi konflik dan stress kerja semakin rendah semangat kerja karyawan pada KOPEGTEL Ambon. Kebenaran hipotesis diuji dengan uji parameter individual (uji t) dan uji signifikansi simultan (uji f), dan ternyata hasil penelitian  menunjukkan Hipotesis diterima yaitu bahwa konflik internal dan stress kerja berpengaruh signifikan terhadap semangat kerja karyawan pada Koperasi Pegawai Telkom (KOPEGTEL) Ambon. This study aims to determine and analyze how the influence of internal conflict and work stress on employee morale at the Telkom Employee Cooperative (KOPEGTEL) Ambon. To obtain data and information, a sample of 52 respondents was taken using purposive sampling technique. Data obtained from field research through questionnaires and unstructured interviews. In addition, data were also obtained from literature studies through library materials collected based on the theories of experts related to the research. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis, and the classical assumption test which is then interpreted. Based on the results of research with multiple linear regression, it is known that internal conflict and work stress have a negative effect on employee morale. It is known from the results of multiple linear regression where the internal conflict regression coefficient (-0.287) and the work stress regression coefficient (-0.416) which means the direction of the coefficient is negative. So the higher the conflict and work stress, the lower the employee morale at KOPEGTEL Ambon. The truth of the hypothesis was tested by testing individual parameters (t test) and simultaneous significance test (f test), and the results showed that the hypothesis was accepted, namely that internal conflict and work stress had a significant effect on employee morale at the Telkom Employee Cooperative (KOPEGTEL) Ambon.