Muhammad Raoul Taufiq Abdullah
Universitas Indonesia Maju

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Efektivitas Biaya Pelayanan Sectio Caesarea: Studi Kasus pada Masa Sebelum dan Saat Pandemi COVID-19 di Rumah Sakit X Tahun 2019-2020 Muhammad Raoul Taufiq Abdullah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 21 No 03 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Desember Volume 21 Nomor 03 Tahun 2022
Publisher : STIKIM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikes.v21i03.2221

Abstract

Pandemi COVID-19 membuat seluruh interaksi tatap muka menjadi terhambat, termasuk pelayanan sectio caesarea. Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) telah membuat sebuah pedoman pelayanan persalinan yang beradaptasi dengan masa pandemi COVID-19. Pedoman terbaru menambahkan prosedur skrining COVID-19 pratindakan, pengadaan APD, dan sterilisasi ketat alat serta ruangan. Hal ini berpotensi untuk meningkatkan biaya dan mengurangi efisiensi pelayanan SC. Peneliti melakukan penelitian pada Rumah Sakit X dengan menggunakan data sekunder pasien tindakan SC dengan rentang waktu Juni-Desember 2019 sebagai kelompok sebelum pandemi dan Juni-Desember 2020 sebagai kelompok pada saat pandemi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengeluaran per pasien yang signifikan dibandingkan pada masa sebelum pandemi. Hal ini tidak diikuti dengan penambahan pendapatan per pasien sehingga berdampak pada penurunan profit per pasien yang signifikan. Kelompok sampel pada saat pandemi juga tidak menunjukan adanya peningkatan Length of Stay (LoS) yang signifikan sebagai luaran persalinan. Peneliti menggunakan analisis ACER dan ICER untuk menentukan efektivitas layanan secara keseluruhan. Hasil perhitungan menunjukan bahwa ACER pada masa pandemi lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan sebelum pandemi. Hasil perhitungan mendapatkan juga nilai ICER sebesar -Rp426.940,77 per hari. Kedua nilai ini dapat menujukan bahwa prosedur tindakan SC pada saat pandemi tidak efektif dari segi biaya. Sehingga peneliti memiliki kesimpulan bahwa standar operasional prosedur tindakan SC selama masa pandemi COVID-19 tidak cost-effective jika dibandingkan dengan masa sebelum pandemi COVID-19.