Dewi Sartika
Psikologi, Fakultas Psikologi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Deskriptif Kematangan Karier pada Siswa SMAN di Kota Bandung Chika Nurul Hadisti; Dewi Sartika
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.749 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i1.434

Abstract

Abstract. Career maturity is an individual's success in completing career development tasks which include individual behavior in identifying, selecting, planning, implementing career goals that are age-appropriate for the stage of career development. There is a problem of career maturity, when students who will continue to college in terms of choosing majors that are not in accordance with their interests. This research was conducted to observe the description of career maturity towards senior year of high school students in Bandung. The analysis in this study uses a descriptive method with quantitative analysis. This study uses a career maturity measurement tool from Dr. Dewi Sartika, M.Sc. The results obtained shows that the career maturity of students has a high career maturity, with a percentage of 93.2%. In addition, the results of the career planning aspect are in the high category of 57.6%, the career exploration aspect is in the medium category of 50.7%, the decision-making aspect is in the medium category of 68.3%, and the world of work information aspect is in the middle category. high category by 66.3%. Abstrak. Kematangan karier merupakan keberhasilan individu dalam menyelesaikan tugas perkembangan karir yang diantaranya perilaku individu dalam mengidentifikasi, memilih, merencanakan, menerapkan tujuan karier yang sesuai usia tahap perkembangan kariernya. Terdapat permasalahan kematangan karier yaitu siswa yang akan melanjutkan ke Perguruan Tinggi dalam hal pemilihan jurusan yang tidak sesuai dengan minatnya. Penelitian ini dilakukan untuk melihat gambaran kematangan karier pada siswa kelas 12 SMAN Kota Bandung. Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan analisis kuantitatif. Penelitian ini menggunakan alat ukur kematangan karier dari Dr. Dewi Sartika, M.Si. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa gambaran kematangan karier siswa memiliki kematangan karier yang tinggi, yaitu sebanyak 93,2 %. Selain itu hasil dari aspek perencanaan karier berada pada kategori tinggi sebesar 57,6%, aspek eksplorasi karier berada pada kategori sedang sebesar 50,7%, aspek pengambilan keputusan berada pada kategori sedang sebesar 68,3%, dan aspek informasi dunia kerja berada pada kategori tinggi sebesar 66,3%.
Hubungan Self compassion dengan Psychological Well Being pada Remaja Korban Perundungan di Kota Bandung Hanastashya Rahmah Naichiendami; Dewi Sartika
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.218 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i1.981

Abstract

Abstract. The amount of news about bullying in Indonesia is increasing every year. Bullying is an act that is carried out intentionally and repeatedly by one person or more to cause suffering to another person who is weaker. Adolescents who are victims of bullying usually have a low level of self-compassion, and this will have an impact on their welfare or psychological well being. Self-compassion is an individual's ability to give attention and care for oneself when experiencing challenges, problems, and difficulties in life and being able to see these as part of the experience of human life. This study is a quantitative study to determine the relationship of self-compassion to the psychological well-being of adolescent victims of bullying in the city of Bandung. Subjects in this study amounted to 120 teenagers in the city of Bandung using accidental sampling technique. The measuring instrument in this study used the self-compassion scale by D.K Neff (2003) and the psychological well-being scale by Carol Ryff. The results of the Spearman rank correlation coefficient test (rs) for self-compassion with psychological well being were rs = 0.722 with p<0.05. Therefore, it is concluded that there is a positive relationship between self-compassion and psychological well-being, meaning that the higher the self-compassion score, the higher the psychological well-being of adolescents. Abstrak. Banyaknya pemberitaan mengenai perundungan di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Perundungan adalah satu tindakan yang dilakukan secara sengaja dan berulang oleh seseorang yang dilakukan oleh seseorang atau lebih untuk menimbulkan penderitaan terhadap orang lain yang lebih lemah. Remaja yang merupakan korban bully biasanya mempunyai tingkat self compassion yang rendah, dan akan berdampak pada kesejahteraan hidupnya atau disebut dengan psychological well being. Self compassion merupakan kemampuan individu untuk memberikan perhatian dan kepedulian terhadap diri sendiri ketika mengalami tantangan, masalah, dan kesulitan dalam hidup serta mampu melihat hal tersebut sebagai bagian dari pengalaman hidup manusia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif untuk mengetahui hubungan self compassion terhadap psychological well being remaja korban perundungan di Kota Bandung. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 120 remaja di kota Bandung dengan menggunakan teknik accidental sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala self compassion oleh D.K Neff (2003) dan skala psychological well being oleh Carol Ryff. Hasil uji koefisien korelasi rank spearman (rs) untuk self compassion dengan psychological well being sebesar rs = 0,722 dengan p< 0,05. Oleh karena itu disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara self compassion dengan psychological well being, artinya semakin tinggi nilai skor self compassion maka akan semakin tinggi pula nilai psychological well being remaja.