Siti Qodariah
Psikologi, Fakultas Psikologi

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Self-control dengan Celebrity Worship pada Mahasiswa Penggemar Stray Kids di Bandung Adzka Ghaffara; Siti Qodariah
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.834 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i1.1227

Abstract

Abstract. Many young people are hysterical to see the action of Korean boy groups or girl groups. One of the boy groups that are currently being discussed is Stray Kids, they are at the top of the list for newcomer K-pop artists. As a student, they should be able to think well and act appropriately because they are considered adults. This is related to their self-control. If students have good self-control, then idolizing someone can be a motivation for their lecture activities. In fact, there are still many fans who experience celebrity worship. The purpose of this study was to obtain empirical data on the relationship between self-control and celebrity worship on students who are fans of Stray Kids in Bandung. The measuring instrument used in this study is the self-control tool developed by Averill to measure self-control and the Celebrity Attitude Scale (CAS) compiled by Maltby et al to measure celebrity worship. This research was conducted on 101 students who are fans of Stray Kids in the city of Bandung. Researchers used analytical techniques on the SPSS for windows application and obtained rs = 0.602 which indicates a fairly close positive relationship between self-control and celebrity worship. That is, the higher the self-control, the higher the celebrity worship owned by Stray Kids fan students in Bandung, and vice versa. Abstrak. Banyak anak muda histeris melihat aksi boygroup atau girlgroup Korea. Salah satu boygroup yang sedang ramai dibicarakan saat ini adalah Stray Kids, mereka menduduki urutan teratas untuk artis K-pop pendatang baru. Pada seorang mahasiswa, mereka seharusnya sudah mampu berpikir dengan baik dan bertindak dengan tepat karena sudah dianggap dewasa. Hal tersebut berkaitan dengan self-control yang dimilikinya. Apabila mahasiswa memiliki self-control yang baik, maka mengidolakan seseorang bisa saja menjadi sebuah motivasi untuk kegiatan perkuliahannya. Nyatanya, masih banyak penggemar yang mengalami celebrity worship atau pemujaan selebriti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data empiris mengenai hubungan self-control dengan celebrity worship pada mahasiswa penggemar Stray Kids di Kota Bandung. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat ukur self-control yang disusun oleh Averill untuk mengukur self-control dan Celebrity Attitude Scale (CAS) yang disusun oleh Maltby dkk untuk mengukur celebrity worship. Penelitian ini dilakukan kepada 101 orang mahasiswa penggemar Stray Kids di Kota Bandung. Peneliti menggunakan teknik analisis pada aplikasi SPSS for windows dan didapatkan rs = 0.602 yang menunjukkan adanya hubungan positif yang cukup erat antara self-control dengan celebrity worship. Artinya, semakin tinggi self-control maka semakin tinggi pula celebrity worship yang dimiliki oleh mahasiswa penggemar Stray Kids di Kota Bandung, begitupun sebaliknya.
Gambaran Religuitas Mualaf di Masjid Lautze 2 di Kota Bandung Fazrin Fadhillah; Siti Qodariah
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.146 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i1.1532

Abstract

Abstract. Bandung is one of the diverse cities, we can see the diversity of the city of Bandung with its cultured and religious society, of course, the people of Bandung have the potential value of spreading religion in carrying out da'wah, this can be seen by the religiosity of the people of Bandung in their daily lives – a day where religiosity is an appreciation of religion or belief which is expressed by performing daily worship, praying and reading scriptures. With religiosity in the city of Bandung, of course, it will affect the lives of the people themselves, in other words this phenomenon of religiosity itself affects the lives of local people which is where today the city of Bandung is experiencing the phenomenon of religious conversion or conversion from one religion to another, on the other hand, Bandung is a city with a very high number of converts to Islam, where many residents of Bandung have converted to Islam and of course this is the case. this is dial The high number of converts to Islam in the city of Bandung is certainly an interesting thing that needs to be observed, behind the height of converts in the city of Bandung who have Chinese ancestry, it cannot be separated from the role and place of spreading da'wah carried out by the descendants of the Chinese community. which is where the Chinese community in the city of Bandung spreads Islam through da'wah from a mosque where the mosque itself is a place of worship for a Muslim. Abstrak. Bandung Merupakan salah satu Kota yang beraneka ragam, keberagaman kota Kandung bisa kita lihat dengan masyrakatnya yang berbudaya dan beragama, tentunya masyarakat kota bandung memiliki nilai potensi penyebaran agama dalam melakukan dakwah, hal ini bis akita lihat tingginya religuitas yang dilakukan masyrakat kota bandung dalam kehidupan sehari – hari yang dimana religuitas merupakan penghayatan kegamaan atau dalam kepercayaan yang di ekspresikan dengan melakukan ibadah sehari – hari, berdoa dan membaca kitab suci.Dengan tingginya religuitas di kota bandung tentunya akan mempengaruhi kehidupan masyarakat nya itu sendiri, dengan kata lain fenomena religuitas ini sendiri mempengaruhi kehidupan masyarakat setempat yang dimana hari ini kota bandung mengalami fenome konversi agama atau perpindahan agama dari satu agama ke agama yang lainnya, disisi lain bandung merupakan salah satu kota yang mualafnya sangat tinggi yang dimana banyak sekali warga kota bandung yang berpindah agama lain ke agama islam dan tentunya hal ini dialami langsung oleh masyarakat tionghoa di kota bandung itu sendiri.Tingginya mualaf di kota bandung tentunya menjadi hal yang menarik yang perlu diamati, dibalik tingginya mualaf dikota bandung yang memiliki keturununan tionghoa tidak terlepas dari peran dan tempat penyebaran dakwah yang dilakukan oleh keturunan masyrakat tionghoa itu sendiri yang dimana masyrakat tionghoa kota bandung melakukan penyebaran agama islam melaui dakwah dari suatu masjid yang dimana masjid itu sendiri merupakan tempat beribadah bagi seorang muslim.
Hubungan Self Efficacy dengan Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa yang Mengerjakan Skripsi di Universitas Islam Bandung Rr Rizky Dyah Triwahyuni; Siti Qodariah
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.682 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i1.2341

Abstract

Abstract. One of the demands given to students in completing high school studies is the final task (thesis). Students who are working on a thesis will not escape the revision or improvement of a thesis. Making students lose confidence in doing tasks, lazy, attention that is easily disturbed while working on a task, lack of initiative in doing the task and have poor time management. This allows for delays in the thesis process. This research is intended to obtain empirical data on the relationship between Self Efficacy and Academic Procrastination. The research design used was quantitative research, with participants of 51 respondents. The Measuring Instrument used by Procrastination Academic from McCloskey. Sampling techniques use convenience sampling. The data analysis technique used is the spearman rank correlation. The results of this study show that the significance value of the correlation coefficient between Self Efficacy and Academic Procrastination is p = 0.003 (p>0.05), the correlation coefficient value (r) is -0.405. This shows that Self Efficacy has a weak relationship with Academic Procrastination in students who are working on thesis. Abstrak. Salah satu tuntutan yang diberikan pada mahasiswa dalam menyelesaikan studi diperguruan tinggi adalah tugas akhir (skripsi). Mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi tidak akan luput dari revisi atau perbaikan sebuah skripsi. Menjadikan mahasiswa kehilangan kepercayaan dirinya dalam mengerjakan tugas, malas, perhatian yang mudah terganggu saat mengerjakan tugas, kurangnya inisiatif dalam mengerjakan tugas dan memiliki manajemen waktu yang buruk. Hal ini memungkinkan terjadinya penundaan proses pengerjaan skripsi. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan data empiris tentang keeratan hubungan antara Self Efficacy dan Prokrastinasi Akademik. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, dengan partisipan sejumlah 51 responden. Alat Ukur yang digunakan Procrastination Academic dari McCloskey. Teknik sampling menggunakan convenience sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi rank spearman. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai signifikansi koefisien korelasi antara Self Efficacy dan Prokrastinasi Akademik adalah p = 0.003 (p>0.05), Nilai koefisien korelasi (r) adalah -0,405. Hal tersebut menunjukan Self Efficacy memiliki hubungan yang cukup dengan Prokrastinasi Akademik pada mahasiwa yang sedang mengerjakan skripsi.