Umar Yusuf Supriatna
Psikologi, Universitas Islam Bandung

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Kesabaran terhadap Kecemasan Bertanding pada Atlet Esport Klub UNFAEDAH Nadhira Faza Putri Kosasih; Umar Yusuf Supriatna
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 3 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.712 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.2803

Abstract

Abstract. When approaching a match, UNFAEDAH's esports athletes often feel worried about their performance. These concerns lead to competition anxiety, which will affect the athlete's performance. It was found that achieving success in esports requires mental abilities. Patience is a mental strength, which is the ability to regulate, control, and direct thoughts, feelings, and actions. Based on this phenomenon, the problems in this study are formulated as follows: (1) What is the level of patience in the UNFAEDAH’s athletes? (2) What is the level of competitive anxiety in UNFAEDAH’s athletes? (3) Is there an effect between patience and competitive anxiety in UNFAEDAH’s athletes? (4) Which aspect of patience has a major influence on competitive anxiety in UNFAEDAH’s athletes?. The researcher used a non-experimental causality research design with a quantitative approach. The population selected in this study were esports athletes from the UNFAEDAH club with the characteristics of participating in matches. The research is a population study with a total of 34 athletes. The data collection technique used in this study was an online questionnaire via Google Form. The data analysis technique used in this research is the technical analysis of simple regression and multiple regression. The results of this study are: There is a negative effect between patience on competitive anxiety with the acquisition of an R Square value of 0.643. Then it was also found that based on the aspects of patience that most affect the competitive anxiety, namely the aspect of perseverance. Abstrak. Saat menjelang suatu pertandingan, atlet esport klub UNFAEDAH seringkali merasakan kekhawatiran mengenai performanya. Kekhawatiran tersebut menimbulkan kecemasan bertanding, dimana akan mempengaruhi performa atlet tersebut. Ditemukan bahwa dalam mencapai keberhasilan dalam pertandingan esport diperlukan kemampuan mental yang perlu dimiliki oleh atlet. Kesabaran menurut merupakan suatu kekuatan mental, dimana memiliki pengertian sebagai kemampuan untuk mengatur, mengendalikan, dan mengarahkan pikiran, perasaan, serta Tindakan. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana tingkat kesabaran pada atlet esport klub UNFAEDAH? (2) Bagaimana tingkat kecemasan bertanding pada atlet esport klub UNFAEDAH? (3) Apakah terdapat pengaruh antara kesabaran terhadap kecemasan bertanding pada atlet esport klub UNFAEDAH? (4) Aspek kesabaran manakah yang memiliki pengaruh besar terhadap kecemasan bertanding pada atlet esport klub UNFAEDAH?. Peneliti menggunakan desain penelitian kausalitas non eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Populasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah atlet esport klub UNFAEDAH dengan karakteristik akan mengikuti pertandingan. Penelitian merupakan studi populasi dengan jumlah 34 atlet. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner secara daring melalui Google Form. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknis analisis regresi sederhana dan regresi berganda. Hasil dari penelitian ini adalah: Terdapat pengaruh negatif antara kesabaran terhadap kecemasan bertanding dengan perolehan nilai R Square sebesar 0.643. Kemudian ditemukan pula bahwa berdasarkan aspek-aspek kesabaran yang paling mempengaruhi kecemasan bertanding yaitu aspek tekun.
Pengaruh Kesabaran terhadap Kecemasan Bertanding pada Atlet Cabang Olahraga Lari Jarak Pendek Dara Anugrah; Umar Yusuf Supriatna
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.616 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.2811

Abstract

Abstract. The creation of achievements obtained by athletes certainly cannot be separated from the physical quality, the psychological condition of the athlete which plays an important role in the success of an athlete. The demands made by coaches, spectators, management, and the whole series of competition enthusiasm can sometimes be very psychologically disturbing for the athletes themselves. It is not uncommon for some athletes to elicit psychological reactions such as symptoms of anger, pleasure, and even anxiety. Competitive Anxiety is one of the variations in the response to stress, which is an unpleasant emotional response and the presence of an avoidance motive characterized by worry and fear about possible physical or psychological harm, along with an increase in physiological arousal resulting from the threat assessment (Smith el al., 1990). ). Therefore, mental skills is needed to be able to overcome anxiety, namely in the form of patience according to Yusuf, U (2020) is a mental strength, which has an understanding as an attitude to restrain emotions and desires, and survive in difficult situations by not complaining. Where this patience has a lot of positive impact on other professional activities. The purpose of this study was to determine the effect of patience on competitive anxiety. Respondents in this study were 35 people with analysis calculations using multiple linear regression analysis models. The patience variable was measured using a measuring instrument from Yusuf, U (2021) and the competitive anxiety variable was measured using the Sport Anxiety Scale (SAS). The results of this study found that patience has an effect of 50.1%. In addition, it was also found that Ketekunan is the aspect of patience that has the greatest influence, which is 48.4%. Abstrak. Terciptanya prestasi yang didapatkan oleh atlet tentulah tidak terlepas dari kualitas fisik, kondisi psikologis atlet yang sangat berperan penting dalam kesuksesan seorang atlet. Tuntutan yang diberikan oleh pelatih, penonton, manajemen, dan seluruh rangkaian animo pertandingan kadangkala dapat sangat mengganggu psikologis dari atlet itu sendiri. Hal itu tidak jarang membuat beberapa atlet memunculkan reaksi psikologis seperti gejala marah, senang, bahkan cemas. Kecemasan bertanding merupakan salah satu variasi respon dari stress, yaitu merupakan respons emosional yang tidak menyenangkan dan adanya motif penghindaran yang ditandai dengan kekhawatiran dan ketakutan tentang kemungkinan bahaya fisik atau psikologis, bersama dengan peningkatan gairah fisiologis yang dihasilkan dari penilaian ancaman (Smith el al., 1990). Maka dari itu dibutuhkan kemampuan mental untuk dapat mengatasi kecemasan, yaitu berupa Kesabaran menurut Yusuf, U (2020) merupakan suatu kekuatan mental, dimana memiliki pengertian sebagai suatu sikap untuk menahan emosi dan keinginan, serta bertahan dalam situasi sulit dengan tidak mengeluh. Dimana kesabaran ini telah banyak berdampak positif pada aktifitas professional lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kesabaran terhadap kecemasan bertanding. Responden dalam penelitian ini sebanyak 35 orang dengan perhitungan analisis menggunakan model analisis regresi linear berganda. Variabel kesabaran diukur dengan alat ukur dari Yusuf, U (2021) dan variabel kecemasan bertanding dengan alat ukur Sport Anxiety Scale (SAS). Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa kesabaran memberikan pengaruh sebesar 50.1%. selain itu ditemukan pula bahwa Ketekunan merupakan aspek kesabaran yang paling besar memberikan pengaruh yaitu sebesar 48.4%.
Pengaruh Kesabaran terhadap Kecemasan Bertanding pada Atlet Taekwondo Kota Bandung Fira Zidanti; Umar Yusuf Supriatna
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.612 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.2845

Abstract

Abstract. Taekwondo is a martial arts sport that originated in South Korea and developed in Indonesia. Based on the achievements in the PON XX event, West Java got the most gold medals, 5 of the 9 athletes who won gold medals were athletes from Bandung (1). Athletes who face competition can experience a psychological condition, namely competition anxiety which is characterized by the emergence of worries, negative thoughts, doubts about their abilities, body feels stiff, muscle pain, cold sweats, and difficulty focusing. Therefore, it takes a psychological strength that is patience. Based on research, patience can lead individuals to success. This study was conducted with the aim of knowing how much influence patience has on competition anxiety. The method used is non-experimental causality with a population of 35 athletes in Bandung taekwondo athletes. Measurements using the Patience Measurement Tool compiled by Umar Yusuf and the Sports Anxiety Scale compiled by Smith n Smoll (1990) and adapted by Nyak Amir (2012) (2). The results of the simple and multiple linear regression tests that were carried out showed the results of R2 = .618 (α = 0.05) and the aspects of patience that had the most influence on competition anxiety were steadfastness and perseverance. Indicates that patience has an effect of 61.8% on competition anxiety and the influence is negative, meaning that high patience affects low competition anxiety. Abstrak. Cabang olahraga taekwondo merupakan olahraga seni bela diri yang berasal dari Korea Selatan dan berkembang di Indonesia. Berdasarkan perolehan prestasi di ajang PON XX, Jawa Barat menjadi daerah dengan perolehan medali emas terbanyak, 5 dari 9 atlet yang mendapatkan medali emas merupakan atlet yang berasal dari Kota Bandung (1). Atlet yang menghadapi pertandingan dapat mengalami suatu kondisi psikologis yaitu kecemasan bertanding yang ditandai dengan munculnya kekhawatiran, pikiran negatif, ragu dengan kemampuan diri, tubuh terasa kaku, nyeri otot, berkeringat dingin, dan kesulitan untuk fokus. Oleh karena itu, diperlukan suatu kekuatan psikologis yaitu kesabaran. Berdasarkan penelitian, kesabaran dapat membawa individu menuju keberhasilan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui seberapa besar pengaruh kesabaran terhadap kecemasan bertanding. Metode yang digunakan adalah kausalitas non-eksperimen dengan populasi seluruh atlet taekwondo Kota Bandung yang berjumlah 35 atlet. Pengukuran menggunakan Alat Ukur Kesabaran yang disusun oleh Umar Yusuf dan Skala Kecemasan Olahraga yang disusun oleh smith n smoll (1990) dan diadaptasi oleh Nyak Amir (2012) (2). Hasil Uji regresi linear sederhana dan berganda yang dilakukan menunjukkan hasil R2 = .618 (α = 0.05) dan aspek kesabaran yang paling berpengaruh terhadap kecemasan bertanding adalah ketabahan dan ketekunan. Menandakan bahwa kesabaran memberikan pengaruh sebesar 61.8% terhadap kecemasan bertanding dan pengaruh tersebut bersifat negatif, artinya tingginya kesabaran berpengaruh terhadap rendahnya kecemasan bertanding.
Pengaruh Kesabaran terhadap Competitive Anxiety pada Atlet Loncat Indah di Jawa Barat Era Milenia; Umar Yusuf Supriatna
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.257 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.2848

Abstract

Abstract. The last West Java diving athlete won the title in 2016. One of the reasons is the lack of mental preparation, one of which is anxiety. Anxiety in competitive situations is characterized by feelings of restlessness, worry, and the perception of competition as something dangerous, as well as physiological changes such as rapid breathing, increased blood pressure, stomach cramps, increased heart rate, and facial flushing. To reduce competitive anxiety , athletes need mental strength such as patience. Patience is the ability to manage, control, guide (thoughts, feelings, and actions) in a comprehensive and integrated manner and overcome various challenges and difficulties based on ethics and morality. Being in a professional activity can give you the calm needed to look for more opportunities, analyze them, consider pitfalls, and choose the right path. The purpose of this study was to examine the effect of patience on competitive anxiety in athletes in West Java. The research design used was non-experimental causality with a quantitative approach with a total of 32 athletes as respondents. This study uses a population study, namely diving athletes in West Java. The measuring instrument in this study to measure patience is the patience measuring instrument from Yusuf, U (2021) and to measure competitive anxiety using the Sport Anxiety Scale (SAS) which has been translated into Indonesian. Data analysis used simple linear regression analysis techniques and multiple linear regression analysis techniques with SPSS version 25 application and found an effect of 0.339, which means the effect of patience on competitive anxiety is 33.9%. Abstrak. Atlet loncat indah Jawa Barat terakhir mendapatkan gelar juara pada 2016. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya persiapan mental yang salah satunya adalah kecemasan. Kecemasan dalam situasi bertanding ditandai dengan perasaan gelisah, khawatir, dan persepsi pertandingan sebagai sesuatu yang berbahaya, serta perubahan fisiologis seperti pernapasan cepat, peningkatan tekanan darah, kram perut, peningkatan denyut jantung, dan wajah memerah. Untuk mengurangi competitive anxiety atlet dibutuhkan kekuatan mental seperti kesabaran. Kesabaran adalah kemampuan untuk mengelola, mengendalikan, membimbing (pikiran, perasaan, dan tindakan) secara menyeluruh dan terpadu serta mengatasi berbagai tantangan dan kesulitan berdasarkan etika dan moralitas. Dalam aktivitas profesional dapat memberikan ketenangan yang dibutuhkan untuk mencari lebih banyak peluang, menganalisisnya, mempertimbangkan perangkap, dan memilih jalan yang benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kesabaran terhadap competitive anxiety atlet di Jawa Barat. Rancangan penelitian yang digunakan adalah kausalitas non-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 32 atlet. Penelitian ini menggunakan studi populasi yaitu atlet loncat indah di Jawa Barat. Alat ukur dalam penelitian ini untuk mengukur kesabaran adalah alat ukur kesabaran dari Yusuf, U (2021) dan untuk mengukur competitive anxiety menggunakan alat ukur Sport Anxiety Scale (SAS) yang sudah di translasi ke Bahasa Indonesia. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana dan teknik analisis regresi linier berganda dengan aplikasi SPSS versi 25 dan ditemukan pengaruh sebesar 0.339 yang artinya pengaruh dari kesabaran terhadap competitive anxiety adalah 33.9%.
Pengaruh Kesabaran terhadap Competitive Anxiety pada Atlet Bulu Tangkis Klub SGS PLN Dago Syifa Chaerunisa; Umar Yusuf Supriatna
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.337 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.3147

Abstract

Abstract. SGS PLN is one of the oldest badminton club owned by PBSI which located in Bandung. Recently, few of SGS PLN athletes critized for showing dificient performance on the field due to having competitive anxiety. Competitive anxiety is a state that shows worries, doubt and muscle tension that onself felt when encountering sport competition. In order to become a decent badminton athletes, individual must have the characteristic of good mental competencies. In other side, patience is a characteristic that defined by ability to aim mind and feelings to overcome hardship. Therefore, patience is the perfect facet to reduce competitive anxiety. This reseach is made with the intention to know if patience has the effect on competitive anxiety and which aspect of patience has the most effect on competitive anxiety. Design used in this research IS quantitative causality non experiments with patience measuring instrument by Yusuf (2020) and Sport anxiety scale by Smith & Smoll (1990) which translated to Bahasa Indonesia by Amir (2014). The obtained result shows that patience has the effect in the amount of 51,6% towards competitive anxiety and the aspect of patience with the biggest effect to competitive anxiety is persistency. Abstrak. SGS PLN adalah salah satu klub tertua milik PBSI yang berada di Kota bandung dan salah satu klub yang paling banyak menyumbang atlet ke pelatihan nasional. Beberapa atlet SGS PLN dilaporkan memiliki performa yang kurang akibat adanya competitive anxiety yang dirasakan talet. Competitive anxiety ditunjukan dengan kekhawatiran, keraguan serta ketegangan otot yang dirasakaan ketika sebelum, saat, dan sesudah menjalankan suatu pertandingan. Dalam menjadi atlet bulu tangkis, dibutuhkan keterampilan mental yang baik untuk mengatasi competitive anxiety. Kesabaran kemampuan untuk mengatur, mengendalikan dan mengarahkan pikiran, perasaan untuk mengatasi berbagai kesulitan termasuk mengurangi kecemasan. Oleh karena itu, penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui apakahkesabaran mempengaruhi competitive anxiety dan aspek kesabaran manakah yang paling berpengaruh terhadap competitive anxiety. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain kausalitas non eksperimen menggunakan alat ukur variabel kesabaran yang disusun oleh Yusuf (2021) serta alat ukur competitive anxiety Sport Anxiety Scale (SAS). Analisis data menggunakan alat bantu menggunakan IBM SPSS. Penelitian dlakukan pada 31 atlet anggota klub SGS PLN dengan hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh dari kesabaran sebesar 51,6% terhadap competitive anxiety atlet bulu tangkis klub SGS PLN dan aspek yang paling berpengaruh adalah tekun.
Pengaruh Kesabaran terhadap Kecemasan Bertanding Atlet Karate di Kota Bandung Ayang Elvira Merlinmas; Umar Yusuf Supriatna
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i1.6949

Abstract

Abstract. An athlete when facing a match will be faced with a psychological condition, namely competition anxiety. Therefore, a professional athlete needs psychological strength in the form of patience. Patience is the ability to organize, control and direct (actions, feelings, and thoughts) comprehensively and integratively in overcoming the difficulties and obstacles it faces. The purpose of this study was to determine how much influence patience has on competition anxiety. The method used is non-experimental causality with a population of 35 karate athletes in Bandung. Measurements used the Patience Measurement Tool compiled by Umar Yusuf and the Sports Anxiety Scale compiled by Smith and Smoll and adapted by Nyak Amir. Based on the results of the analysis carried out using a regression coefficient of determination R-Square of 35.6%, meaning that patience has an effect of 35.6% on Anxiety competing for Karate Athletes in Bandung City. The aspect of patience that has the most influence on competition anxiety is persistence and fortitude. Abstrak. Seorang atlet pada saat menghadapi pertandingan akan dihadapkan pada suatu kondisi psikologis yaitu adalah kecemasan bertanding. Oleh karena itu seorang atlet profesional diperlukan kekuatan psikologis berupa kesabaran. kesabaran adalah kemampuan untuk mengatur, mengendalikan dan mengarahkan (tindakan, perasaan, serta pikiran) secara komprehensif dan integrative dalam mengatasi kesulitan dan rintangan yang dihadapinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kesabaran terhadap kecemasan bertanding. Metode yang digunakan adalah kausalitas non-eksperimen dengan populasi seluruh atlet karate Kota Bandung yang berjumlah 35 atlet. Pengukuran menggunakan Alat Ukur Kesabaran yang disusun oleh Umar Yusuf dan Skala Kecemasan Olahraga yang disusun oleh Smith and Smoll dan diadaptasi oleh Nyak Amir. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan menggunakan regresi koefisien determinasi R-Square sebesar 35,6%, artinya kesabaran memberi pengaruh sebesar 35,6% terhadap Kecemasan bertanding Atlet Karate di Kota Bandung. Aspek kesabaran yang paling berpengaruh terhadap kecemasan bertanding adalah keteguhan dan ketabahan.