Yuli Aslamawati
Psikologi, Universitas Islam Bandung

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Character Strength terhadap Penyesuaian Diri pada Santri Aisyiyah Boarding School Nadifa Sabira Rahadita; Yuli Aslamawati
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 3 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.014 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.3043

Abstract

Abstract. Students who studied in Islamic boarding schools come from various regions that have different backgrounds such as culture that makes students have to deal with various situations related to the adjustment process. The students of Aisyiyah Boarding School show the ability to adapt to the conditions of the boarding school by showing positive behaviors when carrying out activities at the boarding school. According to Schneiders, personality is one of the factors influencing the adjustment process in adolescents, one of which forms the personality of the characters that exist in adolescents. The purpose of this study is to determine the effect of Character Strength on self-adjustment in Aisyiyah Boarding School students. This study is study population with 47 students of Aisyiyah Boarding School. The method used is causality with multiple linear regression analysis techniques. The instrument used is the Values ​​in Action Inventory Strength of Youth (VIA-Youth) with 88 items adapted by Marlina (2011) and the adjustment scale made by Laely (2017) based on aspects of adjustment according to Haber and Runyon (1984). The data obtained from this study were tested using the t-test (t-test) and the result is that there is an effect of Character Strength on Self-Adjustment. The characters of open mindedness, kindness, spirituality and humor are the dominant characters that influence the good adjustment of students. Abstrak. Santri yang menjalankan pendidikan di pondok pesantren datang dari beragam wilayah yang memiliki perbedaan latar belakang seperti budaya dan tempat tinggal. Hal tersebut memungkinkan santri untuk berhadapan dengan berbagai situasi yang berkaitan dengan proses penyesuaian diri. Beberapa penelitian menyoroti penyesuaian diri para santri yang sulit bahkan penyesuaian diri yang di kategorikan buruk. Pada santri Aisyiyah Boarding School menunjukkan kemampuan menyesuaikan diri dalam menghadapi keadaan pesantren dengan menampilkan perilaku-perilaku positif saat menjalankan kegiatan di pesantren. Menurut Schneiders kepribadian adalah salah satu faktor mempengaruhi proses penyesuaian diri pada remaja, yang membentuk kepribadian salah satunya adalah karakter-karakter yang ada pada diri remaja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Character Strength terhadap penyesuaian diri pada santri Aisyiyah Boarding School. Penelitian ini merupakan penelitian populasi dengan jumlah responden 47 orang santri Aisyiyah Boarding School. Metode yang digunakan adalah kausalitas dengan teknik analisis regresi linier berganda. Instrumen yang digunakan adalah Values in Action Inventory Strength of Youth (VIA-Youth) sejumlah 88 item yang diadaptasi oleh Marlina (2011) dan skala penyesuaian diri disusun oleh Laely (2017) berdasarkan aspek dari penyesuaian diri menurut Haber dan Runyon (1984). Data yang didapat dari penelitian ini diuji menggunakan uji-t (t-test) dan hasilnya adalah ada pengaruh Character Strength terhadap Penyesuaian Diri. Karakter open mindedness, kindness, spirituality dan humor adalah karakter yang dominan yang berpengaruh terhadap penyesuaian diri santri yang baik.
Pengaruh Implementasi Pendidikan Karakter terhadap Self-Esteem Anggota Paskibra Kota Bandung Indah Ayu Lestari; Yuli Aslamawati
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.22 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.3044

Abstract

Abstract. Paskibra Kota Bandung has implemented character education with high discipline, oriented towards good moral behavior in order to become strong individuals for members. It is perceived that self-esteem is able to be constructed through character education. However, there are some members who still take actions that are not in accordance with environmental demands, how to deal with bad problems, do not maintain self-esteem, and are irrational which are one of the characteristics of people who have low self-esteem. These behaviors also become the main reason of the researcher to perceive the impact of character education to self-esteem and how it is depicted in Paskibra Kota Bandung members. To conduct the research, quantitative methodology with causality non-experimental design are used. The Subjects were all members of Paskibra Kota Bandung as 264 people. To analyze the data, simple linear regression model is used. The measuring instrument used in the research is Character Education created by Febrian Nur Al Fajri (2020) which arranged from Character Education of Thomas Lickona (Dalmeri, 2014) and Self-Esteem developed by Mruk (2006) and created by Ismi Hanifah (2016). The result of research finds that there is positive impact of Implementing Character Education to self-esteem with R square in the amount of 30%. The research also discovers that 73.5% members of Paskibra Kota Bandung have high self-esteem. Abstrak. Paskibra Kota Bandung telah mengimplementasikan pendidikan dengan disiplin yang tinggi, berorientasi pada perilaku moral baik agar menjadi pribadi yang tangguh pada anggotanya. Pendidikan karakter dikatakan dapat meningkatkan self-esteem pada individu. Namun, terdapat beberapa anggota yang masih melakukan tindakan yang tidak sesuai tuntutan lingkungan, cara mengatasi masalah buruk, tidak menjaga harga diri, dan tidak rasional yang merupakan salah satu ciri dari seseorang yang memiliki self-esteem rendah. Hal inilah yang mendorong peneliti untuk melihat pengaruh implementasi pendidikan karakter terhadap self-esteem, dan juga untuk melihat gambaran dari self-esteem pada anggota Paskibra Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain kausalitas non-eksperimental. Subjek penelitian adalah semua anggota Paskibra Kota Bandung sebanyak 264 orang. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan regresi linear sederhana. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Pendidikan Karakter yang dibuat oleh Febrian Nur Al Fajri (2020), yang disusun berdasarkan aspek Pendidikan karakter yang dikemukakan oleh Thomas Lickona (dalam Dalmeri, 2014), dan Self-esteem yang dikembangkan oleh Mruk (2006) dan dibuat oleh Ismi Hanifah (2016). Hasil penelitian ditemukan bahwa adanya pengaruh positif dari Implementasi Pendidikan Karakter terhadap Self-esteem dengan R square sebesar 0.300 atau sebesar 30%. Penelitian ini juga menemukan sekitar 73.5% anggota Paskibra Kota Bandung memiliki self-esteem yang tinggi.
Pengaruh Multicultural Personality terhadap Toleransi Beragama Mahasiswa di Kota Bandung Dinda Febriani Putri Setiawan; Yuli Aslamawati
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.582 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.3091

Abstract

Abstract. In one study, it was said that younger generation experience an intolerant tendency towards diversity. However, different from the facts on the ground, especially in the city of Bandung, the students reflect that they accept the diversity that exists around them, both cultural diversity and beliefs. Various factors make them comfortable to get an education in the city of Bandung. The method in this research uses the causality method. The measuring tools used are the Multicultural Personality Questionnaire Short Form (the MPQ Short Form) from Van Der Zee and Oudenhoven and the Witenberg Tolerance to Human Diversity religious tolerance measurement tool. Respondents were students who took the bachelor degree in the city of Bandung with a total of 275 respondents. The research used a convenience sampling technique. The data analysis technique used descriptive analysis and simple linear regression. The results showed that the influence of multicultural personality on religious tolerance was 25.9%, the dimension that most influences multicultural personality on religious tolerance is the flexibility dimension of 9.6%, and the lowest is the Open Mindedness dimension of 1.3%. Abstrak. Pada sebuah penelitian dikatakan jika generasi muda saat ini mengalami kecenderungan intoleran terhadap keberagaman. Namun berbeda dengan fakta yang ada di lapangan, khususnya di Kota Bandung para mahasiswanya mencerminkan bahwa mereka menerima akan adanya keberagaman yang ada di sekeliling mereka, baik keberagaman budaya maupun kepercayaan. Berbagai faktor membuat mereka nyaman untuk mengenyam Pendidikan di Kota Bandung. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kausalitas. Alat ukur yang digunakan, yaitu alat ukur multicultural personality Multicultural Personality Questionnaire Short Form (the MPQ Short Form) dari Van Der Zee dan Oudenhoven dan alat ukur toleransi beragama Tolerance to Human Diversity dari Witenberg. Responden adalah mahasiswa yang menempuh jenjang S1 di Kota Bandung sejumlah 275 responden. Penelitian menggunakan teknik convenience sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh multicultural personality terhadap toleransi beragama sebesar 25.9%. Serta dimensi yang paling mempengaruhi multicultural personality terhadap toleransi beragama adalah dimensi Flexibility sebesar 9.6%, dan yang paling rendah adalah dimensi Open Mindedness sebesar 1.3%.
Pengaruh Religiusitas terhadap Academic Dishonesty pada Mahasiswa di Universitas Islam Bandung Annisa Fadhila Nur Husna; Yuli Aslamawati
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.313 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.3092

Abstract

Abstract. Currently there is a view that the measure of success is to have good grades. So to get good grades, students do various ways such as doing academic dishonesty, including students who study at schools that are based on religion and carry moral values. Academic dishonesty can take the form of cheating, cooperating without permission, plagiarism and manipulation either intentionally or unintentionally. One of the variables that affect academic dishonesty is religiosity. According to Rettinger & Jordan (2005) that religiosity can act as a factor that can protect oneself from academic dishonesty. This study aims to examine the effect of religiosity on academic dishonesty among students at the Islamic University of Bandung. This research approach is a quantitative approach. The respondents of this study were all active undergraduate students at the Islamic University of Bandung with a research sample of 263 students. The sampling technique used is Cluster Random Sampling. The instruments used in this study are The Centrality of Religiosity Scale compiled by Huber & Huber (2012) to measure religiosity and Academic Dishonesty Scale compiled by McCabe & Trevino (1997) to measure academic dishonesty. The results of the regression analysis show that there is a negative influence of religiosity on academic dishonesty in students, which means that if the level of religiosity is high, the level of academic dishonesty will be lower and vice versa. The religiosity variable contributed 29.8% to the academic dishonesty in students. Abstrak. Saat ini terdapat pandangan bahwa tolak ukur kesuksesan adalah dengan memiliki nilai yang baik. Sehingga untuk mendapatkan nilai yang baik mahasiswa melakukan berbagai cara seperti melakukan academic dishonesty, termasuk pada mahasiswa yang menempuh pendidikan di sekolah yang beraraskan agama dan mengusung nilai-nilai moral. Academic dishonesty ini dapat berupa menyotek, melakukan kerjasama tanpa izin, plagiasi dan manipulasi baik secara sengaja atau tidak sengaja. Salah satu variabel yang mempengaruhi academic dishonesty adalah religiusitas. Menurut Rettinger & Jordan (2005) bahwa religiusitas dapat bertindak sebagai faktor yang dapat memproteksi diri dari perilaku academic dishonesty. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh religiusitas terhadap academic dishonesty pada mahasiswa di Universitas Islam Bandung. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Responden penelitian ini adalah seluruh mahasiswa aktif S1 di Universitas Islam Bandung dengan sampel penelitian berjumlah 263 orang mahasiswa. Teknik sampling yang digunakan adalah Cluster Random Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah The Centrality of Religiosity Scale yang disusun oleh Huber & Huber (2012) untuk mengukur religiusitas dan Academic Dishonesty Scale yang disusun oleh McCabe & Trevino (1997) untuk mengukur academic dishonesty. Hasil analisis regresi menunjukan bahwa terdapat pengaruh negatif dari religiusitas terhadap academic dishonesty pada mahasiswa, yang berarti jika tingkat religiusitas tinggi maka tingkat academic dishonesty akan semakin rendah dan sebaliknya. Variabel religiusitas berkontribusi sebesar 29.8% terhadap variabel academic dishonesty pada mahasiswa.
Perbedaan Antisipasi Work-Family Conflict pada Mahasiswa Laki-Laki dan Perempuan Silvia Gani; Yuli Aslamawati
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.02 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.3136

Abstract

Abstract.This research is motivated by the results of research that shows that not only women experience work-family conflict, but some studies show that men also experience work-family conflict. To prevent work-family conflict, unmarried and unworked students must anticipate the response to work and family-related planning. The theory of career choice used to explain the selection of conflict reduction strategies is the Circumscription and Compromise Theory of Vocational Aspirations Gottfredson (2004). The variable studied is anticipated work family conflict using the theory proposed by Carlson (2000). By using the exploratory method, this research aims to develop a basic picture of the anticipation of family-conflict work carried out by students. Data collection was carried out using used try outs (used trials), data collection techniques using questionnaires given online to 400 samples of students in the city of Bandung. The data were analyzed comparatively by looking at the comparison of anticipation between men and women, data analysis was carried out with the SPSS program using T-Test analysis and Anova Test, with the results showing that there were differences in anticipation of work-family conflict in male and female students, women anticipated more work-family conflict than men. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil penelitian yang menunjukkan bahwa tidak hanya perempuan yang mengalami work-family conflict, tetapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa laki-laki juga mengalaminya. Untuk mencegah terjadinya work-family conflict, mahasiswa yang belum menikah dan belum bekerja harus melakukan antisipasi yang di respon terhadap perencanaan terkait pekerjaan dan keluarga. Teori pilihan karir yang digunakan untuk menjelaskan pemilihan strategi pengurangan konflik adalah Circumscription and Compromise Theory of Vocational Aspirations Gottfredson (2004). Variabel yang diteliti adalah anticipated work family conflict menggunakan teori yang dikemukakan oleh Carlson (2000). Dengan menggunakan metode eksploratif penelitian ini bertujuan mengembangkan gambaran dasar mengenai antisipasi work family-conflict yang dilakukan oleh mahasiswa. Pengambilan data dilakukan menggunakan try out terpakai (uji coba terpakai), teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner yang diberikan secara online kepada 400 sampel mahasiswa di Kota Bandung. Data dianalisis secara komparatif dengan melihat perbandingan antisipasi antara laki-laki dan perempuan, analisis data dilakukan dengan program SPSS menggunakan analisis Uji-T dan Uji Anova, dengan hasil menunjukan bahwa ada perbedaan antisipasi work-family conflict pada mahasiswa laki-laki dan perempuan, perempuan lebih banyak mengantisipasi work-family conflict dibanding laki-laki.