Alissa Hadi Kusuma Dewi
Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Brawijaya, Puncak Dieng Eksklusif, Kalisongo, Kec. Dau, Kab. Malang 65151

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penanganan skabies pada kucing di Yourdaily Petshop and Vet Jakarta Timur Alissa Hadi Kusuma Dewi; Ajeng Erika Prihastuti; Ida Bagus Gede Rama Wisesa; Sruti Listra Adrenaline
ARSHI Veterinary Letters Vol. 6 No. 4 (2022): ARSHI Veterinary Letters - November 2022
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.6.4.65-66

Abstract

Skabies merupakan penyakit sistem integumen pada kucing yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei maupun Noroedres cati. Tungau masuk jaringan kulit dengan menembus lapisan epidermis, kemudian membuat terowongan sebagai tempat untuk bersarang dan bertelur. Aktivitas mekanis dan enzimatis tungau didalam lapisan epidermis menimbulkan reaksi alergi dan gejala klinis berupa pruritus, alopesia, papula, hyperkeratosis dan krusta pada hewan. Studi kasus ini melaporkan tampilan gejala klinis, pemeriksaan penunjang dan penanganan kasus skabies pada kucing bernama Chelsea ras Persia berumur 7 tahun. Kucing dibawa pemiliknya ke klinik hewan karena ada keropeng pada telingan. Pemeriksaan fisik dilakukan dan diagnosa penunjang berupa skin scraping pada superfisial pinna telinga. Hasil pemeriksaan skin scraping ditemukan infestasi tungau Notoedres cati pada kucing. Penanganan yang diberikan berupa injeksi antiparasit ivermectin, antihistamin diphenhydramine, dan kucing dimandikan dengan sampo lime sulfur 2%. Pemilik kucing Chelsea diminta kembali datang ke klinik pada hari ke 14 pasca terapi untuk melakukan kontrol dan hasilnya sudah tidak ditemukan infestasi tungau. Injeksi ivermectin kedua tetap diberikan untuk memastikan tungau telah tereliminasi secara keseluruhan.