Fitria Nita Witanti, Fitria Nita
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Skill Manajerial Kepala Madrasah Terhadap Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (Mbs) Di Mts Tarbiyatul Athfal Nambuhan Grobogan Witanti, Fitria Nita
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 1, No 2 (2017): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.996 KB) | DOI: 10.61689/inspirasi.v1i2.11

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Skill Manajerial Kepala Madrasah Terhadap Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di MTs Tarbiyatul Athfal Nambuhan Grobogan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui Quesioner, Interview, Observasi dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah guru MTs Tarbiyatul Athfal Nambuhan, yang sekaligus dijadikan sampel dengan jumlah 20 guru. Hasil analisis data, menunjukan bahwa kedua variabel termasuk dalam kategori baik yaitu variabel X dengan mean 74,85 sedangkan variabel Y dengan mean 69,3. Sedangkan, pengaruh skill manajerial kepala madrasah terhadap implementasi manajemen berbasis sekolah (MBS) dalam uji korelasi pearson product moment diketahui sebesar 0,776. Selanjutnya didapat: Freg = 27,254. Perbandingan antara Freg dengan Ftabel, yaitu pada taraf signifikansi 1% dan 5% diperoleh Freg > Ftabel. Sehingga dapat disimpulkan hipotesis yang diajukan oleh penulis diterima. Dengan demikian, hipotesis yang diajukan peneliti dapat diterima kebenarannya yang berarti ada pengaruh positif antara skill manajerial kepala madrasah terhadap implementasi manajemen berbasis sekolah (MBS) di MTs Tarbiyatul Athfal Nambuhan. Semakin baik skill manajerial yang dikuasai kepala madrasah, maka semakin baik pula implementasi MBS di madrasah.Kata Kunci:     skill manajerial kepala madrasah; implementasi manajemen berbasis sekolah. This study aims to determine the influence of Madrasah Head Manager's Skill on School Based Management Implementation (MBS) at MTs Tarbiyatul Athfal Nambuhan Grobogan. This research uses descriptive research type with quantitative approach. While the data collection techniques in this study is through Quesioner, Interview, Observation and documentation. Population in this research is MTs teacher Tarbiyatul Athfal Nambuhan, which also used as sample with number of 20 teacher. The results of data analysis, showed that both variables included in either category ie variable X with mean 74.85 while variable Y with mean 69.3. Meanwhile, the influence of madrasah head managerial skill on school-based management (MBS) implementation in Pearson product moment correlation test is known as 0.776. Hereinafter obtained: Freg = 27,254. Comparison of Freg with Ftabel, that is at significance level 1% and 5% obtained Freg> Ftabel. So it can be concluded the hypothesis proposed by the authors accepted. Thus, the hypothesis proposed by the researcher can be accepted by the truth which means there is a positive influence between managerial skill of madrasah head towards implementation of school based management (MBS) in MTs Tarbiyatul Athfal Nambuhan. The better the managerial skills controlled by madrasah head, the better is the implementation of SBM in the madrasah.
Revitalisasi Madrasah Sebagai Lembaga Pendidikan Integratif- Alternatif Witanti, Fitria Nita
Jurnal Tarbiyatuna Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam adalah suatu pendidikan yang melatih perasaan murid-muriddengan cara begitu rupa sehingga dalam sikap hidup, tindakan, keputusan, dan pendekatan mereka terhadap segala jenis pengetahuan, mereka dipengaruhi sekali oleh nilai spiritual dan sangat sadar akan nilai etis Islam. Perkembangan pendidikan Islam identik dengan perkembangan pondok pesantren. Hal ini dikarenakan proses pembelajaran Islam dilaksanakan di pondok pesantren Madrasah oleh sebagian masyarakat masih dipandang sebelah mata dan dianggap sebagai lembaga pendidikan “kelas dua”. Akibatnya meski secara yuridis keberadaan madrasah sejajar dengan sekolah formal lain, madrasah hanya umumnya diminati siswa dengan kemampuan inteligensi dan ekonomi yang pas-pasan. Disisi lain madrasah kurang didukung oleh sumberdaya yang memadai ditambah dengan kebfijakan-kebijakan yang dibuat pemerintah cenderung terasa menyulitkan upaya-upaya pengembangan madrasah seperti banyaknya bidang studi yang harus diajarkan, distribusi kepegawaian guru dan penyediaan sarana prasarana. Kondisi madrasah sebagian besar menghadapi siklus negatif atau lingkaran setan tak terpecahkan (unsolved problems): kulitas raw input (siswa, guru, fasilitas) rendah, proses pendidikan tidak efektif, kualitas lulusan rendah dan kepercayaan stake holder terutama orang tua dan pengguna lulusan rendah. Madrasah semestinya tidak terpengaruh untuk mengikuti pola pengembangan sekolah umum yang dianggap lebih baik, sebaliknya madrasah harus mempertahankan karakteristrik dan mengembangkannya. Dalam hal ini, yang dibutuhkan madrasah adalah penguatan dan pengembangan kelembagaan, peningkatan kualitas SDM, dan mengembalikan ruh madrasah sebagai sekolah berbasis masyarakat dan karakteristik keagamaan yang kuat.