Jumlah investor pasar modal di Indonesia sangatlah minim, sampai dengan 30 Juli 2020 sebanyak 3.022.366 akun yang terdiri atas investor saham, reksa dana dan obligasi, dengan 42% di antaranya merupakan investor saham. Ketidak-tahuan masyarakat akan penilaian harga saham merupakan permasalahan utama yang menjadi penyebab minimnya jumlah investor saham di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor fundamental perusahaan terhadap return saham pada sub-sektor pertambangan batu bara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2012-2019. Faktor fundamental diwakili oleh rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas dan rasio kinerja. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif, dengan populasi penelitian sebanyak 24 perusahaan tambang batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel penelitian terdiri dari 5 perusahaan tambang batubara yang dipilih dengan menggunakan purposive sampling method dengan kriteria perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia dan mempunyai kapitalisasi pasar yang besar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2012-2019. Metode statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan 1) Rasio Likuiditas yang diekspresikan oleh Quick Asset Ratio (QAR) berpengaruh tidak signifikan terhadap Harga Pasar Saham, 2) Rasio Solvabilitas yang diekspresikan oleh Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh signifikan terhadap Harga Pasar Saham, 3) Rasio Aktivitas yang diekspresikan oleh Total Assets Turn Over (TATO) berpengaruh tidak signifikan terhadap Harga Pasar Saham, dan 4) Rasio Kinerja yang diekspresikan oleh Earning Per Share (EPS), Price to BookValue (PBV) dan Return On Equity (ROE) berpengaruh signifikan terhadap Harga Pasar.