Agus Prihanto
Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peran Proses Mentoring Pemimpin Kaum Muda Bagi Perkembangan Pelayanan Pemuda Di Gereja Agus Prihanto
Jurnal Jaffray Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v16i2.258

Abstract

Masalah saat ini yang banyak dialami oleh gereja-gereja adalah kurangnya pemimpin-pemimpin yang memiliki kemampuan yang cukup untuk mengembangkan pelayanan di gereja. Gereja yang seharusnya menghasilkan pemimpin yang memiliki iman yang benar, ilmu yang memadai, dan pengabdian yang sungguh-sungguh, malah mengalami krisis kepemimpinan. Absennya kepemimpinan yang efektif akan mengakibatkan gereja kekurangan pemimpin berkualitas di masa yang akan datang. Untuk itu gereja harus memulai memikirkan bagaimana menghasilkan pemimpin-pemimpin gereja untuk masa yang akan datang. Gereja harus memulai dengan mempersiapkan pemimpin-pemimpin muda yang dapat diandalkan, mulai dari sekarang. Cara yang terbaik dan sesuai dengan firman Tuhan untuk dapat menghasilkan pemimpin adalah dengan cara pemuridan atau yang sekarang sering disebut dengan mentoring. Namun sayangnya masih banyak pemimpin-pemimpin, khususnya pemimpin kaum muda yang kurang memahami tentang mentoring. Mentoring merupakan proses pembentukan pemimpin agar nantinya pemimpin-pemimpin yang dihasilkan merupakan pemimpin yang berkualitas. Pemimpin kaum muda harus memahami bahwa mentoring harus dikerjakan dengan cara memberi teladan kepada setiap anggotanya. Kemudian pemimpin kaum muda harus melatih dan membimbing anggotanya agar dapat memahami tentang kepemimpinan. Tahap selanjutnya adalah mengutus mereka sebagai pemimpin yang baru agar mereka dapat bermultiplikasi. Dampak dari perkembangan pelayanan ini akan menghasilkan jiwa-jiwa dan semuanya itu untuk kemuliaan Tuhan.The current problem that many churches face today is the lack of leaders who have sufficient ability to develop ministry in the church. The church that should produce leaders who have true faith, adequate knowledge and genuine devotion, even experience a leadership crisis. The absence of effective leadership will result in the Church's lack of even future leader runs out. For that, the Church must begin to think about how to produce church leaders for the future. The church must begin by preparing reliable young leaders, from now on. The best way and according to the Word of God to be able to produce leaders is by discipleship or what is now called mentoring. But unfortunately, there are still many leaders, especially young leaders who lack understanding about mentoring. Mentoring is the process of forming leaders so that leaders will be produced the qualified leader. Young leaders must understand that mentoring must be done by example of each member. Then the youth leader must train and guide its members to understand leadership. The next stage is to send them as new leaders so they can multiply. A church with good youth leadership will have an impact on the development of youth ministry in the church. The impact of the development of this ministry will produce souls and all of them for the glory of God.
Analisis dalam Mengelola Keuangan Berdasarkan Perspektif 2 Korintus 9:10 bagi Kesejahteraan Keluarga Kristen Agus Prihanto
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 5, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v5i2.223

Abstract

Salah satu penyebab mengapa banyak orang mengalami masalah keuangan adalah karena kesalahan dalam hal mengelola keuangan. Kesalahan dalam mengelola keuangan, dapat mempengaruhi kesejahteraan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis cara mengelola keuangan, dengan berdasarkan teks Alkitab dalam 2 Korintus 9:10 sebagai pokok bahasan dalam pengelolaan keuangan bagi kesejahteraan keluarga Kristen. Metode Penelitian dalam penulisan artikel ini adalah penelitian kualitatif dengan melakukan pendekatan secara deskriptif. Dari hasil yang diperoleh bahwa Alkitab telah mengajarkan bagaimana cara mengelola keuangan yang baik yaitu, pertama, mengelola keuangan harus menyediakan keuangan berdasarkan kebutuhan pokok. Kedua, harus menyisihkan keuangan untuk diinvestasikan untuk kebutuhan dimasa akan datang. Ketiga, menyediakan dana untuk diberikan bagi pekerjaan Tuhan. Jika dapat mengelola keuangan dengan benar maka akan memberikan kesejahteraan bagi keluarga Kristen.
Pentingnya Kompetensi Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Menghadapi Tantangan Di Era Revolusi Industri 4.0 Agus Prihanto; Kadek Eunike Dwi Nirmala Putri
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 1: Mei 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v1i1.5

Abstract

In the Industrial Revolution Era 4.0, developments and changes in technology occur rapidly. This change is especially marked by the existence of a cyber-physical. The Industrial Revolution Era 4.0 affects every aspect of life, including in the field of education. This causes teachers as educators to be required to improve their quality to keep pace with technological developments in the Industrial Revolution Era 4.0.This article uses descriptive qualitative research methods. The main discussion in this article is about how important is for a Christian Religious Education teacher to have competence in facing the challenges of the Industrial Revolution Era 4.0. This article is presented descriptively using data sources from journal articles, proceedings,books, and other secondary sources.Teacher competence becomes a reference in improving the quality of each teacher. Pedagogic competence, social competence, professional competence, personality competence, and spiritual competence are the standards for improving the quality of teachers, especially Christian Religious Education teachers. Each of these competencies must be continuously improved by every teacher to answer every challenge that exists in the Industrial Revolution 4.0 Era. Challenges in the Industrial Revolution Era 4.0 include accelerating developments in technology, moral degradation, shifting educational values, and affecting spiritual and moral life.   Abstrak Pada Era Revolusi Industri 4.0 perkembangan dan perubahan dalam bidang teknologi terjadi dengan sangat cepat. Perubahan ini khususnya ditandai dengan adanya sistem cyber physical. Era Revolusi Industri 4.0 ini mempengaruhi dalam setiap aspek bidang kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan. Hal ini menyebabkan guru sebagai pendidik dituntut untuk dapat meningkatkan kualitas mereka agar dapat mengimbangi terjadinya perkembangan teknologi di Era Revolusi Inustri 4.0 ini.Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pokok pembahasan pada artikel ini tentang bagaimana pentingnya seorang guru Pendidikan Agama Kristen memiliki kompetensi dalam menghadapi tantangan Era Revolusi Industri 4.0. Artikel ini disajikan secara diskriptif dengan menggunakan sumber data dari artikel jurnal, prosiding, buku-buku dan sumber sekunder lainnya.Kompetensi guru menjadi acuan dalam peningkatan kualitas setiap guru. Kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian dan kompetensi spritual menjadi standar dalam peningkatan kualitas guru, khususnya guru Pendidikan Agama Kristen. Setiap kompetensi ini harus terus ditingkatkan oleh setiap guru untuk menjawab setiap tantangan yang ada pada Era Revolusi Industri 4.0. Tantangan pada Era Revolusi Industri 4.0 antara lain percepatan perkembangan dalam teknologi, degradasi moral, pergeseran nilai-nilai pendidikan, mempengaruhi kehidupan spritual dan moral kehidupan.Kata Kunci : Kompetens, Revolusi Industri 4.0. 
Penerapan Teknologi Multimedia dalam Meningkatkan Minat Beribadah Remaja dan Pemuda Agus Prihanto; Yuli Pheanto; Jeffery David Menda
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 2: November 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v2i2.24

Abstract

Currently, many young people are no longer interested in worship. These young people think that worship service at church is an activity that is not interesting and tedious. Unattractive and less communicative worship will affect the congregation's enthusiasm during the service, especially in youth worship services. The writing of this scientific article uses descriptive qualitative research methods, focusing on the role of multimedia technology and increasing interest in worship in youth ministry in the church. Multimedia and audio-visual technology in every service is indispensable, including in youth service of youth ministry. Moreover, multimedia technology can make youth worship more attractive and more varied. Multimedia technology can display song lyrics and sermon materials using power points, video clips, or spiritual films that can awaken their faith and be a form of variation in youth worship. Therefore, various worship services will provide enthusiasm and increase interest in worship for young people.  AbstrakPada saat ini banyak remaja dan pemuda yang sudah tidak tertarik lagi dalam beribadah. Remaja dan pemuda seringkali beranggapan bahwa pelayanan ibadah di gereja merupakan suatu kegiatan yang tidak menarik dan sangat membosankan. Ibadah yang kurang menarik dan kurang komunikatif akan mempengaruhi antusias jemaat saat mengikuti ibadah, khususnya dalam pelayanan ibadah remaja dan pemuda. Penulisan artikel ilmiah ini menggunakan metode penelitian kualitatif diskriptif, dengan fokus penelitian adalah peran teknologi multimedia dan meningkatkan minat beribadah pada pelayanan remaja dan pemuda di gereja. Teknologi audio visual dan multimedia dalam setiap ibadah sangat diperlukan, termasuk dalam ibadah pelayanan remaja dan pemuda. Teknologi multimedia dapat membuat ibadah remaja dan pemuda lebih menarik dan lebih bervariasi. Teknologi multimedia dapat menayangkan teks lagu, materi khotbah dengan power point, video clip, ataupun film-film rohani yang dapat membangkitkan iman mereka sekaligus menjadi bentuk variasi dalam ibadah remaja dan pemuda. Ibadah yang bervariasi akan memberikan gairah serta meningkatkan minat dalam beribadah bagi remaja dan pemuda. 
Dampak Keteladanan Hidup Keluarga Gembala Terhadap Keharmonisan Jemaat di GBI Serambi Salomo Makassar Agus Prihanto; Andy Mulyadi Sapan; Saturi Saturi
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v3i1.43

Abstract

Abstract: Pastors and their families are important figures in church life. The exemplary life of the pastor's family is an attitude that the congregation often pays attention to. Pastoral families that do not set an example can have a negative impact on the life of the congregation. This can affect the life of the congregation including the harmony of the church family. The focus of the problem in this writing is how the pastoral family can be a good role model so that it can have an impact on the harmony of the congregational family. The research method used is the descriptive qualitative research method, with primary data sources from interviews and secondary data sources from journal articles on the internet. The harmony of the shepherd's family is a form of example for the congregation and this is a form of their ministry. The scope of exemplary family pastors includes integrity, being actively involved in service, paying attention to the congregation, not discriminating in service, being ready to serve, communicating, and being spiritual parents. Family harmony has the following characteristics: solving problems well, complementing each other, loving each other, openness, helping each other, togetherness, and honesty.Keywords: exemplary; shepherd family; The harmony of the church family Abstrak: Gembala dan keluarganya merupakan figur yang penting dalam kehidupan bergereja. Keteladanan hidup keluarga gembala merupakan sikap yang sering diperhatikan oleh jemaat. Keluarga gembala yang tidak memberi teladan dapat memberikan dampak yang buruk bagi kehidupan jemaat. Hal ini dapat mempengaruhi kehidupan jemaat termasuk keharmonisan keluarga jemaat. Fokus permasalahan dalam penulisann ini adalah bagaimana keluarga gembala dapat menjadi teladan yang baik, sehingga dapat memberi dampak pada keharmonisan keluarga jemaat. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif diskriptif, dengan sumber data primer dari hasil wawan cara dan sumber data skunder dari artikel-artikel jurnal dari internet. Keharmonisan keluarga gembala menjadi bentuk keteladanan bagi jemaat dan hal ini merupakan bentuk pelayanan mereka. Ruang lingkup keteladanan keluarga gembala antara lain berintegritas, terlibat aktif dalampelayanan, memberikan perhatian kepada jemaat, tidak membeda-bedakan dalampelayanan, siap sedia untuk melayani, komunikasi, dan menjadi orang tua rohani. Keharmonisan keluarga memiliki ciri-ciri :Menyelesaikan persoalan dengan baik, saling memperlengkapi, saling mengasihi, keterbukaan, tolong menolong, kebersamaan, dan kejujuran.Kata kunci : Keteladanan; Keluarga gembala; Keharmonisan keluarga jemaat
Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Pengelolaan Kelas Agus Prihanto; Yuli Pheanto
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 1: Mei 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v2i1.18

Abstract

The professionalism of Christian Religious Education teachers is an essential part of the educational process, especially in terms of managing the class. This study aims to determine whether the professionalism of Christian religious education teachers is significant in managing the class so that the professionalism of a teacher can play a role in managing class. In addition, this article aims to find out how a professional Christian Religious Education teacher can control the class properly. The research method used in this article is the descriptive qualitative method. The data source is obtained through secondary data sources and presented descriptively. The results of the analysis of this article are that the professionalism of Christian Religious Education teachers is indispensable in classroom management. Professional teachers can utilize every available resource to manage the class well. The resources used to manage the class include 1) Physical resources in the form of classroom furniture and students; 2) Personal resources including the character, intelligence, and spirituality of students; 3) Social environment resources, namely class rules/school rules, culture, and social environment.  AbstrakProfesionalisme guru Pendidikan Agama Kristen merupakan bagian yang penting dalam proses mendidik, khususnya dalam hal mengelolah kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah profesionalisme guru pendidikan agama kristen penting dalam mengelolah kelas, sehingga keprofesionalisme seorang guru tersebut dapat berperan dalam mengelolah kelas. Selain itu artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagai mana cara seorang guru Pendidikan Agama Kristen yang profesional dapat mengelolah kelas dengan benar. Metode penelitian yang digunakan pada artikel ini adalah metode kualitatif  deskriptif, sumber data diperoleh melalui sumber data skunder, dan disajikan secara deskriptif. Hasil analisis dari artikel ini adalah profesionalisme guru Pendidikan Agama Kristen sangat dibutuhkan dalam pengelolaan kelas. Guru yang profesional dapat memanfaatkan setiap sumber daya yang ada untuk mengelola kelas dengan baik. Sumber daya yang digunakan untuk mengelola kelas antara lain 1) Sumber daya fisik berupa perabot kelas dan juga peserta didik; 2) Sumber daya personal antara lain karakter, kecerdasan dan kerohanian dari peserta didik; 3) Sumber daya lingkungan sosial yaitu aturan-aturan kelas/ tata tertib sekolah, budaya dan lingkungan sosial.