Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR-FAKTOR PSIKOLOGIS YANG MEMPENGARUHI PERILAKU SEKS PRA-NIKAH PADA PASANGAN DEWASA AWAL Julinda L. Turangan; Jofie H. Mandang; Sinta Kaunang
PSIKOPEDIA Vol. 1 No. 1 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.111 KB) | DOI: 10.53682/pj.v1i1.1610

Abstract

Abstrak : Masyarakat Indonesia masih memandang hubungan seksual pra-nikah sebagai suatu perilaku yang tidak bisa diterima baik dalam sudut pandang sosial, agama dan budaya, meskipun kaum muda cenderung lebih menerima terhadap hal ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor psikologis apa yang mempengaruhi perilaku seksual pranikah pada pasangan dewasa awal di Kota Tomohon. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 2 orang yakni 1 orang laki-laki dan 1 orang perempuan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi, wawancara terstruktur dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor psikologis yang mempengaruhi perilaku seks pra nikah subjek penelitian merupakan motivasi, persepsi, pembelajaran, keyakinan dan sikap. Motivasi yang menjadi pendorong karena adanya rasa penasaran yang muncul dari dalam diri subjek laki-laki sedangkan motivasi yang mendorong perilaku seks pranikah subjek perempuan yaitu situasi yang mendukung. Kedua subjek berada pada kondisi keluarga yang sudah mengalami perceraian, namun dengan kondisi lingkungan keluarga yang seperti itu, tidak membatasi kedua subjek aktif dalam pergaulan dan memiliki lingkungan sosial yang baik. Peneliti juga menemukan bahwa faktor selain faktor psikologis yang mempengaruhi perilaku seks pra-nikah pada pasangan dewasa awal ini merupakan faktor lingkungan yang menormalisasikan hubungan seks pra-nikah.
RESILIENSI REMAJA AWAL YANG HAMIL DILUAR NIKAH DI KABUPATEN MINAHASA UTARA Michelle J. Suprapto; Melkian Naharia; Sinta E. J. Kaunang
PSIKOPEDIA Vol. 1 No. 1 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.271 KB) | DOI: 10.53682/pj.v1i1.1611

Abstract

Resiliensi merupakan suatu kondisi dimana individu mampu untuk mengontrol emosi, dorongan dalam diri dan tingkah laku sehingga dapat bertahan dalam situasi sulit sehingga menemukan jalan keluar terhadap permasalahan yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Resiliensi Remaja Awal Yang Hamil Diluar Nikah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus. Subjek dalam penelitian ini berjumlah dua orang, pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara semi terstruktur dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kedua subjek telah mengalami kondisi sulit dalam dirinya akibat kehamilan yang dialami, dengan adanya faktor resiliensi membuat kedua subjek mampu untuk melewati persoalan itu. Faktor resiliensi yang dimiliki kedua subjek yaitu regulasi emosi, kontrol impuls, optimism, kausal analisis, empati, efikasi diri dan pencapaian. Pribadi resilien ditunjukkan subjek dengan adanya kemampuan beradaptasi, memiliki tujuan hidup untuk anak dan dirinya, berusaha untuk mencapai tujuan tersebut, mampu belajar dari pengalaman kehamilan yang terjadi, dan memiliki pandangan hidup yang positif seperti bersyukur dengan apa yang telah terjadi dalam hidupnya dan dengan kondisi yang dia alami saat ini.
STUDI TENTANG FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERILAKU SELF INJURY DAN DAMPAK PSIKOLOGIS PADA REMAJA Cindy M. Malumbot; Melkian Naharia; Sinta E. J. Kaunang
PSIKOPEDIA Vol. 1 No. 1 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.656 KB) | DOI: 10.53682/pj.v1i1.1612

Abstract

Perilaku self injury merupakan suatu bentuk perilaku menyakiti diri sendiri yang dilakukan individu dengan tujuan untuk mengatasi rasa sakit emosional. Perilaku ini dilakukan secara sengaja namun tidak dengan tujuan bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan faktor-faktor penyebab perilaku self injury dan dampak psikologis pada remaja di Kelurahan Girian permai Kota Bitung. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek yang diteliti berjumlah 1 orang remaja perempuan dan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab perilaku self injury yaitu keluarga, hubungan percintaan, pengaruh biokimia, psikologis dan kepribadian. Ketika mengalami masalah dalam keluarga dan hubungan percintaan subjek cenderung memendan semua masalahnya sendiri dan tidak menceritakan kepada siapapun. Hal ini menyebabkan subjek mengalami emosi negatif dan ketidakmampuan dalam meregulasi emosinya sehingga mengarahkan perilaku agresi ke dirinya dengan melakukan perilaku self injury. Perilaku self injury yang dilakukan oleh subjek menyebabkan dampak psikologis seperti kepuasan saat dan setelah melakukan perilaku self injury sehingga menyebabkan kecanduan. Namun subjek juga merasakan kecemasan setelah melakukan perilaku self injury.
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERLAMBATAN BICARA PADA ANAK AUTIS DI SEKOLAH LUAR BIASA KHUSUS AUTIS PERMATA HATI MANADO Julindri Tatodi; Jofie H. Mandang; Sinta E. J. Kaunang
PSIKOPEDIA Vol. 2 No. 3 (2021): September
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.165 KB) | DOI: 10.36582/pj.v2i3.3541

Abstract

Masalah yang sering di alami oleh anak autis salah satunya adalah mengalami keterlambatan dalam berbicara dalam penelitian ini peneliti tertarik untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keterlambatan bicara pada anak autis di sekolah luar biasa khusus autis Permata Hati Manado. Keterlambatan bicara merupakan masalah yang sering di temukan pada anak penderita autis. Metode penelitian yang di gunakan yaitu metode kualitatif Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi, dan analisis yang digunakan dengan proses Reduksi data. Hasil penelitian yang di lakukan menunjukan faktor penyebab keterlambatan bicara dapat di simpulkan sebagai berikut: (a) lambat dalam penanganan dini pada anak autis (b) kurangnya intensitas bimbingan Pada anak autis. (c) kurang nya disiplin (d) Fungsi keluarga (e) kebiasaan anak bermain sendiri, dan (f) lingkungan sekitar .Penanganan dini sangat di perlukan oleh anak autis dengan keterlambatan dalam berbicara,dengan menyekolahkan mereka di sekolah khusus. Dan juga di bantu dengan menjalani terapi wicara. Kurangnya komonikasi keluarga /orang tua dengan anak autis menjadi faktor yang berpengaruh dalam fenomena keterlambatan bicara pada anak autis. Jenis disiplin di sekolah Maupun dirumah harus di terapkan pada anak autis di ajarkan kepatuhan yang konsisten di berlakukan merupakan kunci utama.
FEAR OF MISSING OUT TREN GAWAI PADA ANAK MUDA DIKOTA TOMOHON KELURAHAN MATANI Anasthasya E. Runtu; Tellma M. Tiwa; Sinta E. J. Kaunang
PSIKOPEDIA Vol. 3 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/pj.v3i1.5637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya Fear Of Missing Out Tren Gawai pada anak muda di Kota Tomohon Kelurahan Matani atau dengan istilah lain FoMo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan probability sampling, responden anak muda di Kota Tomohon Kelurahan Matani dengan jumlah yang didapatkan sejumlah 65 subjek. Menggunakan uji analisis statistic deskriptif. Hasil dari penelitian yang diperoleh yaitu terdapat adanya Fear Of Missing Out terhadap anak muda di Kota Tomohon Kelurahan Matani dengan rata-rata tingkat Fear Of Missing Out terhadap anak muda yaitu 62,6769, dengan kategori interpretasi skor variabel Fear Of Missing Out. (32-64 : 32 > 49%, 65- 96 : 33 > 51%, terhadap Fear Of Missing Out.
PENGARUH SELF CONFIDENCE TERHADAP INTENSITAS PENGGUNAAN MAKE UP PADA MAHASISWI ANGKATAN 2018 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI UNIVERSITAS NEGERI MANADO Angeli V. Pangemanan; Tellma M. Tiwa; Sinta E. Kaunang
PSIKOPEDIA Vol. 3 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/pj.v3i1.5638

Abstract

Make up menjadi salah satu cara yang digunakan mahasiswi untuk memperbaiki kekurangan secara fisik dimana ketika kekurangan tersebut tertutupi maka akan muncul rasa percaya diri. Hal ini membuat seseorang semaksimal mungkin memperbaiki penampilan agar terlihat lebih menawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas penggunaan make up terhadap kepercayaan diri. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi lapangan (field research). Penelitian dilakukan kepada mahasiswi angkatan 2018 program studi psikologi universitas negeri manado dengan jumlah subjek sebanyak 33 mahasiswi. Teknik analisis data dalam penelitian menggunakan alat bantu program computer SPSS 25 for windows. Dengan hasil perhitungan menggunakan rumus regresi liner sederhana besarnya nilai korelasi atau (R) sebesar 0.021 dan diperoleh R(Square) sebesar 0.037 yang berarti pengaruh variable bebas (Self Confidence) berpengaruh terhadap variabel terikat (Intensitas Penggunaan Make up) sebesar 0,37%.
ORIENTASI MASA DEPAN PENGHUNI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS 2 TOMOHON PELAKU TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA Ariska N. Kambong; Tellma M. Tiwa; Sinta E. Kaunang
PSIKOPEDIA Vol. 3 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/pj.v3i1.5639

Abstract

Orientasi masa depan future orientation adalah gambaran diri seseorang di masa depan khususnya mengenai tujuan, harapan dan hal-hal yang menjadi perhatiannya dalam Nurmi 1994. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya orientasi masa depan pelaku tindak pidana pembunuhan berencana penghuni Lembaga Pembinaan Khusus Anak Tomohon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, Subjek dalam penelitian ini berjumlah satu orang yang merupakan penghuni Lembaga pembinaan khusus anak yang merupakan pelaku tindak pidana pembunuhan berencana. Orientasi masa depan dikonseptualisasikan kedalam proses multidimensional antara motivasi yang mencakup cara-cara dalam mewujudkan tujuannya di masa depan, dan evaluasi yang mencakup harapan-harapan yang dapat direalisasikan oleh subjek.
PENGARUH AUTONOMOUS SENSORY MERIDIAN RESPONSE TERHADAP PENURUNAN STRES MAHASISWA YANG MENYUSUN SKRIPSI DI PROGRAM STUDI PSIKOLOGI UNIVERSTAS NEGERI MANADO Euodia P. Legi; Deetje J. Solang; Sinta E. J. Kaunang
PSIKOPEDIA Vol. 3 No. 3 (2022): September
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/pj.v3i3.5665

Abstract

This study aims to determine the effect of ASMR on reducing stress while writing thesis for students of Psychology Study Program, Manado State University. This research method uses quasi-experiments with the Time Series Design research design. The population of this study were 110 students of Psychology Study Program, Manado State University of class 2018. The subjects of this study were 22 students of class A. The data was collected with PSS-10 scale by Cohen & Williamson (1988) which was adapted by Purnami & Sawitri (2019) with 10 items. The results of the validity test on the instrument showed that 10 items were valid and the results of the reliability test of the instrument showed a coefficient value of 0,862. The research was tested using the Paired Sample T Test. The results showed that ASMR had an effect on reducing the stress in students who were writing thesis.
PENGARUH SELF EFFICACY TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 LIKUPANG BARAT Anjarrahma D. Hanjani; Jofie H. Mandang; Sinta E. J. Kaunang
PSIKOPEDIA Vol. 3 No. 3 (2022): September
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/pj.v3i3.5673

Abstract

Academic procrastination is an interesting object of study because it influences many other important variables. Much literature evidence states that self-efficacy is a significant predictor of academic procrastination. This study aims to determine the effect of self-efficacy on academic procrastination in students. This research is a causal correlation type with a quantitative approach. Data on self-efficacy and academic procrastination scales were filled in by 51 subjects out of a total population of 108 students obtained randomly through simple random sampling using the Taro Yamane formula. The descriptive analysis stated that students' self-efficacy was in the high category and academic procrastination was in the low category. The results of the assumption test state that the research data is normal and linear in shape. The results of the simple regression analysis stated that there was a negative and significant effect of the self-efficacy variable on academic procrastination (p=0.000; p<0.05 with a contribution of 58.6%. This means that the higher the self-efficacy, the academic procrastination will decrease and vice versa. It is recommended that research The next section discusses active academic procrastination.
HUBUNGAN BODY IMAGE DENGAN PERILAKU DIET PADA MAHASISWI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MANADO Kristin S. Manongko; Tellma M. Tiwa; Sinta E. Kaunang
PSIKOPEDIA Vol. 3 No. 3 (2022): September
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/pj.v3i3.5674

Abstract

Diet is a plan or arrangement of eating and drinking patterns that aim to lose weight or maintain health. One of the factors that influence dietary behavior is a person's personality factor which is related to self-confidence about his body shape. The discrepancy between the ideal image and self-perception can cause a negative body image. If a person feels insecure about his body condition, he will go on a diet to get the ideal body. This research uses quantitative methods. This study aims to determine the relationship between Body Image and Dietary Behavior in students of the Faculty of Economics, Manado State University using 32 research samples. The data technique used in finding relationships and proving the relationship regarding the proposed hypothesis is a correlation test processed using IBM SPSS version 25 for Windows with a significance value (sig) of 0.744 greater than > 0.05 probability, so it can be concluded that there is no relationship between body image and dietary behavior.