Arthur Frans Cesar Regar
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMANFAATAN LIMBAH KULIT NANAS DAN ECENG GONDOK SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans Poir.) Hanifa Devi Rosita; Arthur Frans Cesar Regar
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 2 (2022): Mei
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1470.521 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i2.29055

Abstract

Limbah kulit nanas adalah limbah yang dihasilkan dari sisa pembuangan produksi buah nanas. Limbah kulit nanas mengandung nitrogen total sebanyak 0,88%. Unsur nitrogen ini nantinya akan membantu merangsang pertumbuhan pada tanaman terutama pada pertumbuhan vegetatif seperti pada daun tanaman. Eceng gondok merupakan salah satu gulma yang hidup dipermukaan air dengan cara mengapung. Populasinya akan meningkat 3% per hari ketika musim hujan tiba. Eceng gondok dapat digunakan sebagai POC karena eceng gondok segar mengandung C organik 21,23%, bahan organik 36,59%, P total 0,0011%, N total 0,28%, dan K total 0,016%. POC kulit nanas kombinasi eceng gondok nantinya akan di aplikasikan pada tanaman kangkung darat. Pembuatan POC kulit nanas kombinasi eceng gondok dibedakan pada perbedaan bahan POC. Perbedaan bahan POC dibedakan menjadi tiga yaitu kulit nanas, eceng gondok, serta kombinasi kulit nanas dan eceng gondok yang kemudian akan di fermentasi selama 30 hari. Variabel pengamatan pada penelitian ini yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, berat basah (akar, tajuk dan total), dan berat kering (akar, tajuk dan total). Rancangan percobaan dilakukan dengan RAL dengan satu faktor yaitu perbedaan kombinasi bahan POC dengan 4 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 ulangan. Data hasil pengamatan selanjutnya akan dianalisis menggunakan Analisis Ragam Lanjutan, data hasil pengamatan dilakukan uji BNJ (Beda Nyata Jujur) pada taraf kepercayaan 95%. Penelitian POC ini diharapkan berpengaruh nyata terhadap respon pertumbuhan kangkung darat (Ipomea reptans Poir.). Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian dari ketiga jenis pupuk organik cair yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat yaitu pupuk organik cair dengan bahan kulit nanas dan eceng gondok. Kata Kunci : Kangkung Darat, Pupuk Organik Cair, Kulit Nanas, Eceng Gondok
PENGARUH PENAMBAHAN KOTORAN KAMBING DAN EM4 TERHADAP KUALITAS PUPUK KOMPOS LIMBAH JERAMI PADI DAN PEMANFAATANNYA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN BAYAM (Amaranthus sp.) Moh. Syaiful Anam; Arthur Frans Cesar Regar
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 2 (2022): Mei
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1099.904 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i2.28977

Abstract

Jerami padi merupakan salah satu limbah pertanian yang keberadaannya cenderung meningkat setiap tahunnya. Pembuatan kompos berbahan jerami padi merupakan salah satu upaya untuk memanfaatkan kelimpahan jerami padi. Salah satu penentu keberhasilan pengomposan adalah komposisi, dimana komposisi yang dapat ditambahkan adalah kotoran kambing, serta EM4 yang dapat dijadikan aktivator dalam pengomposan. Tanaman bayam merupakan tanaman sayur yang permintaannya terus meningkat namun produksinya menurun pada tahun 2020. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan kotoran kambing dan EM4 pada pengomposan terhadap kualitas kompos limbah jerami padi dan pertumbuhan tanaman bayam. Penelitian ini menggunakan RAL Faktorial yang terdiri dari 2 faktor, 3 taraf, dan 4 ulangan. Faktor penambahan kotoran kambing dengan taraf 0%, 20%, dan 40% dari berat jerami padi. Faktor konsentrasi EM4 terdiri dari taraf 0%, 0,1%, dan 0,2%. Variabel pengamatan yaitu nilai pH, kadar N-total, kadar P-total, kadar K-total, C-organik, C/N rasio, tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar tanaman, dan panjang akar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan interaksi penambahan kotoran kambing dan EM4 berpengaruh nyata terhadap seluruh variabel kecuali tinggi tanaman. Interaksi penambahan kotoran kambing 40% dan konsentrasi EM4 0,1% mampu meningkatkan kadar N-total sampai 2,75%, P-total sampai 3,19%, dan K-total sampai 1,96%. Interaksi penambahan kotoran kambing 40% dan konsentrasi EM4 0,2% mampu menurunkan kadar C-organik sampai 17,32% dan nilai C/N rasio sampai 7,41. Interaksi penambahan kotoran kambing 20% dan konsentrasi EM4 0,1% mampu meningkatkan jumlah daun 21,25 helai dan berat segar sampai 22,98 gram. Interaksi penambahan kotoran kambing 20% dan konsentrasi EM4 0% mampu meningkatkan panjang akar sampai 19,10 cm.