Ariyanti Wardiyah
Universitas Malahayati

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Pemberian Kompres Jahe Merah pada Lansia dengan Gout Arthritis di Desa Batu Menyan Pesawaran Indah Sari; Ariyanti Wardiyah; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.7589

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan data UPT Puskesmas Hanura tahun 2020, jumlah morbiditas penduduk yang sakit terbanyak adalah akibat Malaria, urutan kedua adalah diare, urutan ketiga adalah tifoid, yang keempat adalah Artritis Asam Urat dan yang kelima adalah hipertensi. Salah satu data desa high disease yang terdapat pada Dusun 3 Batu Menyan kasus terbanyak adalah orang yang terinfeksi malaria 11 (28%), diare 10 (26%), tifoid 7 (18%), artritis asam urat 6 (15%), hipertensi (13%) (Hanura 2020). Pengobatan farmakologis asam urat adalah dengan Obat AntiInflamasi Non-Steroid (NSAID) seperti ibuprofen, naproxen dan allopurinol. Upaya penunjang lain untuk mengatasi nyeri asam urat adalah pengobatan non farmakologis, yaitu dengan memanfaatkan bahan-bahan herbal yang dikenal secara turun temurun oleh masyarakat agar berkhasiat dalam mengurangi rasa sakit, salah satunya: jahe (Ramadhan 2020). Kompres Jahe Hangat telah terbukti lebih efektif dalam mengurangi intensitas rasa sakit daripada kompres hanya menggunakan air hangat (Madoni and Padang 2018). Jahe mengandung Olerasin atau Zingerol yang dapat menghambat sintesis prostaglandin, sehingga rasa sakit mereda atau peradangan berkurang (Ramadhan 2020). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengurangan rasa sakit dengan memberikan terapi kompres jahe hangat di Desa Batu Menyan Pesawaran Perancangan penelitian ini menggunakan 3 analisis jurnal terkait kompres jahe, selama 7 hari dilakukan setiap sore pukul 17.00-17.15 WIB selama 15 menit di Desa Batu Menyan, Kabupaten Pesawaran dengan mengukur intensitas skala nyeri pra dan pasca intervensi. Pemberian kompres jahe merah kepada Bapak S, Ibu E dan Ibu S yang terdiagnosis artritis asam urat berpengaruh pada penurunan skala nyeri dalam waktu 7 hari yang diberikan sekali sehari pada sore hari dengan waktu 15 menit yang diaplikasikan dengan waslap.Terdapat penurunan skala nyeri pada lansia dengan gout arthritis setelah diberikan kompres jahe merah. Pada Tn. S awal mula skala nyeri dari 6 turun menjadi 2. Pada Ny. E awal mula skala nyeri 6 turun menjadi 2. Pada Ny. S awal mula skala nyeri 6 turun menjadi 2. Kata Kunci: Jahe Merah, Artritis Asam Urat, Nyeri  ABSTRACT Based on data from the UPT Puskesmas Hanura in 2020, the highest number of morbidity of the sick population is due to Malaria, the second order is diarrhea, the third order is typhoid, the fourth is Gout Arthritis and the fifth is hypertension. One of the high disease village data found in Dusun 3 Batu Menyan the most cases are people infected with malaria 11 (28%), diarrhea 10 (26%), typhoid 7 (18%), gout arthritis 6 (15%), hypertension (13%) (Hanura 2020). Pharmacological treatment of uric acid is with Non- Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAIDs) such as ibuprofen, naproxen and allopurinol. Another supporting effort to overcome gout pain is non- pharmacological treatment, namely by utilizing herbal ingredients known for generations by the public to be efficacious in reducing pain, one of which is: ginger (Ramadhan 2020). Warm Ginger Compresses have been shown to be more effective in reducing pain intensity than compresses using only warm water (Madoni and Padang 2018). Ginger contains Olerasin or Zingerol which can inhibit the synthesis of prostaglandins, so that pain subsides or inflammation is reduced (Ramadhan 2020).The purpose of this study was to determine the reduction of pain by providing warm ginger compress therapy in Batu Menyan Pesawaran Village The design of this study used 3 journal analyses related to ginger compresses, for 7 days it was carried out every afternoon at 17.00-17.15 WIB for 15 minutes in Batu Menyan Village, Pesawaran Regency by measuring the intensity of the pre and post intervention pain scales.The administration of red ginger compresses to Mr. S, Mrs. E and Mrs. S who were diagnosed with gout arthritis had an effect on reducing the pain scale within 7 days given once a day in the afternoon with a time of 15 minutes which was applied with washcloth.There is a decrease in pain scale in the elderly with gout arthritis after being given a red ginger compress. On Mr. S the beginning of the pain scale from 6 down to 2. In Ny. E the beginning of the pain scale 6 dropped to 2. In Ny. The initial S pain scale of 6 dropped to 2. Keywords: Red Ginger, Gout Arthritis, Pain
Hubungan Pengetahuan Guru dengan Upaya Pencegahan tentang Cedera pada Anak Usia 6-12 Tahun di 3 SD Sumberejo Khoirul Nadira; Ariyanti Wardiyah; Setiawati Setiawati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i1.16662

Abstract

ABSTRACT The incidence of injuries in Indonesia in 2022 is 9.7%. This prevalence has increased compared to 2014, namely 7.3% and 2007, 7.9%. The prevalence of injuries at ages 1-4 years was 8.2% and at ages 5-14 years was 12.1% and the highest prevalence of injuries occurred in school children, namely 13%. Meanwhile, the prevalence of injuries in Lampung province in 2020 was 8.9% and in 2021 it increased to 9.8%. It is known that there is a relationship between teacher knowledge and efforts to prevent injuries in children aged 6-12 years at 3 Sumberejo Elementary Schools in 2024. This type of quantitative research uses a cross sectional approach. The population in this study were 91 teachers who taught at SD Negeri 2, 3 and 5 Sumberejo. A sample of 91 respondents used a total sampling technique. The data analysis used is univariate and bivariate analysis with the Chi-Square Test. The results of the research show that there is a significant relationship between teacher knowledge and efforts to prevent injuries in children aged 6-12 years at 3 Sumberejo Elementary Schools in 2024 with a p-value of 0.000. There is significant relationship between teacher knowledge and efforts to prevent injuries in children aged 6-12 years at 3 Sumberejo Elementary Schools. It’s hoped that this research can provide input for teachers to further increase their knowledge and efforts to prevent injuries to their students, especially when they are in the school environment. Keywords: Injuries, Children aged 6-12 years, Knowledge, Prevention, Teachers  ABSTRAK Insiden cedera di Indonesia pada tahun 2022 yaitu sebesar 9,7%. Prevalensi ini terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2014 yaitu sebesar 7,3% dan tahun 2007 sebesar 7,9%. Prevalensi cedera pada usia 1-4 tahun sebesar 8,2% dan pada usia 5-14 tahun sebesar 12,1% dan prevalensi cedera tertinggi terjadi pada anak sekolah yaitu sebesar 13%. Sedangkan prevalensi cedera di provinsi Lampung pada tahun 2020 sebesar 8,9% dan pada tahun 2021 meningkat menjadi 9,8%. Diketahui adanya hubungan pengetahuan guru dengan upaya pencegahan tentang cedera pada anak usia 6-12 tahun di 3 SDN Sumberejo Tahun 2024. Jenis penelitian kuantitatif, menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 91 orang guru yang mengajar di SD Negeri 2, 3 dan 5 Sumberejo. Sampel 91 responden menggunakan teknik total sampling. Analisa data yang digunakan yaitu analisis univariate dan bivariate dengan Uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan guru dengan upaya pencegahan tentang cedera pada anak usia 6-12 tahun di 3 SDN Sumberejo Tahun 2024 dengan nilai p-value 0.000.  Adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan guru dengan upaya pencegahan tentang cedera pada anak usia 6-12 tahun di 3 SDN Sumberejo. Diharapkan penelitian ini bisa menjadi masukan bagi guru untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan upaya pencegahan cedera pada siswa nya khususnya saat berada di lingkungan sekolah. Kata Kunci: Cedera, Anak usia 6-12 tahun, Pengetahuan, Pencegahan, Guru