Mochammad Widya Pratama
Program Magister Ilmu Kefarmasian, Universitas Pancasila, DKI Jakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Strategi Dalam Menjalankan Bisnis Apotek dan Meningkatkan Omzet Pada Masa Pandemi Covid 19 Mochammad Widya Pratama; Delina Hasan; Lies Putriana
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 16 No. 3 (2022): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v16i3.1391

Abstract

Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisa Strategi Dalam Menjalankan Bisnis Apotek dan Strategi Meningkatkan Omzet Pada Pada Masa Pandemi Covid 19. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengunjung di Apotek Jejaring dan Apotek Konvensional yang seluruhnya tersebar di Kabupaten Tangerang yang melakukan transaksi di Apotek. Sampel yang digunakan untuk penelitian ini adalah sebanyak 255 yang diambil secara nonprobability sampling dengan pendekatan sampling incidental. Data yang dikumpulan yaitu data sosio-demografi meliputi jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan pada responden di apotek jejaring dan apotek konvensional. Kemudian data jenis strategi pemasaran yang digunakan di Apotek, data omzet apotek, data jumlah transaksi apotek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan strategi pemasaran yang diterapkan oleh kedua jenis Apotek yaitu terdapat 8 strategi pemasaran apotek yang sama-sama diterapkan yaitu kehadiran apotek, ketersediaan obat, fasilitas ruang tunggu yang memadai, fasilitas parkir, apotek melakukan promosi, harga jual yang terjangkau, apotek melakukan sosialisasi/penyuluhan, penjualan secara online dan adanya program discount. Data strategi pemasaran apotek jejaring dan apotek konvensional menggunakan strategi penyuluhan, pemberian diskon, penjualan online menunjukan hasil >50%. Data omset pada bulan Desember 2021 – April 2022 menunjukan pertumbuhan 16 % pada apotek konvensional dan pertumbuhan 34% pada apotek jejaring dimana mempunyai nilai positif sehingga bisa dikatakan bahwa strategi pemasaran yang dilakukan sudah tepat
Cost-Effectiveness Analysis of Third-Generation Cephalosporin Antibiotics in the Treatment of Typhoid Fever at Tangerang Selatan General Hospital Widya Pratama, Mochammad; Winarni, Gandes; Ayu Utari, Luthfinawa
Indonesian Journal of Pharmaceutical Education Vol 5, No 1 (2025): January–April 2025
Publisher : Jurusan Farmasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/ijpe.v5i1.30254

Abstract

Typhoid fever is an acute systemic infectious disease caused by Salmonella typhi bacteria that infect through contaminated food or drink. In the treatment of typhoid fever, antibiotic therapy is needed. Third-generation cephalosporin antibiotics are antibiotics used as second-line treatment in typhoid fever. Differences in antibiotic use can increase costs incurred by patients, so a cost-effectiveness analysis is needed to determine the most effective and efficient treatment. The purpose of this study was to determine the cost effectiveness of third-generation cephalosporin antibiotics in patients with typhoid fever hospitalized in South Tangerang City Hospital in 2023. The research method in this study is descriptive method with purposive sampling technique. This research design uses a non-experimental design. This study was conducted in April-May 2024 at the South Tangerang City Hospital using secondary data in the form of medical record data and medical cost data as research instruments. The number of samples in this study were 127 samples that met the inclusion criteria. The third-generation cephalosporin antibiotics used were ceftriaxone and cefixime. Cost-effectiveness is expressed in ACER (Average Cost-Effectiveness Ratio) which is obtained from the average total direct medical costs divided by the average clinical outcome. The results showed the ACER value of cefixime Rp.767,866/day for length of hospitalization and Rp.1,122,611/day for fever-free time, ACER value of ceftriaxone Rp.711,349/day for length of hospitalization and Rp.985,726/day for fever-free time, ACER value of ceftriaxone + cefixime antibiotic combination Rp.763,054/day for length of hospitalization and Rp.1,051.146/day for fever-free time. The conclusion of this study is that the most cost-effective third-generation cephalosporin antibiotic is ceftriaxone.