Ernawati Hendrakusumah
Perencanaan Wilayah Dan Kota, Fakultas Teknik

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Ketidaksesuaian Pemanfataan Lahan di Koridor Jalan Letjend Hertasning Perspektif Pengguna Lahan Agsha Dewantara; Ernawati Hendrakusumah
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.449 KB) | DOI: 10.29313/bcsurp.v2i2.3405

Abstract

Abstract. The road corridor of lieutenant hertasning, located between the two sub-sub-district, densities of the makassar city district, in directions of the geared space pattern asa medium-density settlement and education center Its reality developed asa trading and market area. The purpose of this study is to identify Spaces and parcels that do not fit with the directives of space patterns and identify the discrepancy factor in the land-use corridor of lieutenant hertasning street. Superstructures to map areas of land use and kapling that do not match with directions for space patterns and multiple regression analysis to identify the factors that most influence the mismatch of land use based on a perspective of the manta society. Analysis shows that there was a discrepancy in the land use in the jalar corridor Lieutenant hertasning in 2011 before the town of makassar in 2011-2031 had 11.68 hectares and 93 inappropriate capling 148 kapling As of 2021, there was an increase in land use 1395 hectares and 165 lapels did not fit and 76 appropriate capers whereas At the end of multiple regression analysis, it shows that the most significant key driving factors influence communities to make use of unsuited land that is unaccessibility of the RTRW, then the means and accessibility while the constraint in using space against direction is a cost in development, then taxes and land value. Abstrak. Koridor Jalan Letjend Hertasning yang terletak di antara dua kecamatan yaitu Kecamatan Rappocini dan Kecamatan Panakkukang Kota Makassar, dalam arahan pola ruang diarahkan sebagai kawasan permukiman berkepadatan sedang dan kawasan pusat pendidikan namun pada realitanya berkembang sebagai kawasan perdagangan dan pertokoan. Tujuan penelitian ini untuk mengindentifikasi luasan lahan dan kapling yang tidak sesuai dengan arahan pola ruang dan mengindentifikasi faktor ketidaksesuain pemanfataan lahan di koridor Jalan Letjend Hertasning persperktif pengguna lahan.dengan menggunakan metode analisis spasial superimpose untuk memetakan luasan penggunaan lahan dan kapling yang tidak sesuai dengan arahan pola ruang dan analisis regresi berganda untuk mengindentifikasi faktor yang paling berpengaruh terhadap ketidaksesuaian pemanfataan lahan berdasarkan perspektif masyarakat. Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi ketidaksesuaian pemanfataan lahan di koridor Jalan Letjend Hertasning pada tahun 2011 sebelum adanya RTRW Kota Makassar Tahun 2011-2031 sebesar 11,68 Hektar dan 93 kapling yang tidak sesuai dan sesuai sebanyak 148 kapling sedangkan pada tahun 2021 terjadi peningkatan ketidaksesuain pemanfataan lahan sebesar 13,95 Hektar dan sebanyak 165 kapling tidak sesuai dan 76 kapling yang sesuai sedangkan pada hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa faktor pendorong utama yang paling signifikan mempengaruhi masyarakat memanfaatkan lahan tidak sesuai yaitu ketidaktahuan terhadap RTRW, kemudian sarana dan aksesibilitas sedangkan faktor kendala dalam memanfaatkan ruang tidak sesuai dengan arahan adalah biaya dalam pembangunan, kemudian pajak dan nilai lahan.
Efektivitas Pembangunan Kolam Retensi Pengendalian Banjir di Kelurahan Andir Shafa Salsabila Ekaputri Laida; Hani Burhanudin; Ernawati Hendrakusumah
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8448

Abstract

Abstract. The problem in Bandung Regency, precisely in Baleendah District, is flooding that comes from the overflow of the Citarum watershed. Floods from the overflow of the Citarum Watershed that hit Baleendah District, especially the Andir Village, were recorded in the 2020 flood data in the Andir Village, causing a loss of 5,192 households and 15,973 people. The flood height reached 20 cm to 250 cm and has submerged thousands of houses. To deal with this flood problem, the government built a retention pond in Andir Village. Based on this phenomenon, the problem is formulated in the form of "The level of effectiveness of the construction of a flood control retention pond in Andir Village". The purpose of this research is to find out how effective the Andir Retention Pond is in dealing with flood problems. The method used in this study is a qualitative descriptive analysis method with a field observation approach and a community perspective. The results obtained are that the retention pond is considered capable of reducing the area of flooding, reducing the time scale of flooding, reducing the height of flooding, reducing the impact that occurs due to flooding, implementing outreach to the community, and the benefits of the Andir Retention Pond construction have been felt. Abstrak. Permasalahan di Kabupaten Bandung tepatnya di Kecamatan Baleendah adalah banjir yang berasal dari luapan DAS Citarum. Banjir dari luapan DAS Citarum yang menimpa Kecamatan Baleendah khususnya Kelurahan Andir ini tercatat pada data banjir tahun 2020 di Kelurahan Andir merugikan masyarakat sebanyak 5.192 Kepala Keluarga (KK) dan 15.973 jiwa. Ketinggian banjir mencapai 20 cm hingga 250 cm dan telah merendam ribuan rumah. Untuk menangani permasalahan banjir ini, Pemerintah membangun Kolam Retensi di Kelurahan Andir. Berdasarkan fenomena tersebut, dirumuskan masalah berupa “Besaran tingkat efektivitas dari pembangunan Kolam Retensi pengendalian banjir di Kelurahan Andir”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif Kolam Retensi Andir ini dalam menangani masalah banjir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasi lapangan dan perspektif masyarakat. Hasil yang didapatkan adalah kolam retensi tersebut dinilai mampu mereduksi luasan banjir, mengurangi skala waktu terjadinya banjir, mengurangi ketinggian banjir, mengurangi dampak yang terjadi akibat banjir, terlaksananya sosialisasi terhadap masyarakat, dan telah dirasakannya manfaat dari pembangunan Kolam Retensi Andir tersebut.