Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN TERAPI ROM (RANGE OF MOTION) PADA LANSIA DENGAN RIWAYAT STROKE DI DESA BUJEL KOTA KEDIRI Eva Dwi Ramayanti; Arif Nurma Etika
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.425 KB) | DOI: 10.31949/jb.v3i4.3352

Abstract

Stroke merupakan penyakit pada sitem neuro yang disebabkan oleh sumbatan pada pembuluh darah yang ke otak. Penyebab terbanyak akibat hipertensi. Dampak yang ditimbulkan dari stroke adalah kelamahan dan kelumpuhan pada anggota gerak. Dibutuhkan penanganan kesehatan sebagai upaya rehabilitasi pada pasien stroke utamanya di komunitas.Salah satu terapi penanganan rehabilitasi kelemahan anggota gerak akibat stroke adalah dengan memberikan terapi ROM (range of Motion). Terpi ini merupakans alah satu terapi komplemnter yang dilakukan untuk meningkatkan keukatan otot dan sendi sehingga bisa mengurangi dampak dari atrofi dan kontraktur.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan meberikan terapi dan pelatihan Rom pada lansia yang mengalami dampak perburukan akibat stroke pada ekstremitasnya. Lansia dengan atrofi, kontraktur, kelumpuhan dan kelemahan diberikan terapi ROM .Lansia dan keluarga diberikan pelatihan ROM. Kegiatan baksos diawali dengan pemberian edukasi tentang stroke, hipertensi dan ROM. Tingkat pengetahuan dan ketrampilan lansia diobservasis ebagai bentuk evaluasi dari edukasid an pelatihan yang diberikan. Kekuatan otot lansia diobservasi sebagai evaluasid ari terapi yang diberikan.Kegiatan edukasi dilakukan secara tatap muka dengan menggunkan media lembar bali. Peserta baksos diberikan leaflet. Dilanjutkan pemberian pelatihan pada lansai selama 3 hari. Dilakukan dengan demontrasi cara melakukan ROM aktif dan pasif sesuai SOP dan kondisi kelemahan anggota gerak pada lansia. Kegiatan dilanjutakan selama 7 hari dengan memberikan terapi secara personal pada lansia dengan msalah fisik pada anggota geraknya sebagai akibatd ari stroke.Terdapat peningkatan pengetahuan dan ketrampilan setelah diberikan edukasi dan pelatihan pada lansia dengan gangguan ekstremitas. kekuatan otot pada lansia sebagian besar mengalami peningkatan pada tangan dan kaki mereka. Digarapkan lansia dan warga bisa tetap melakukan terapi ROMs evara mandiri dan berkesinambungan. Mengembangkan terapi ini untuk mengatasi maslaah kesehatan lansia yang lain seperti rematik.
Pelatihan Terapi Slow Deep Breathing pada Lansia Usia 45-60 Tahun dengan Riwayat Hiperensi di Kelurahan Bujel Kota Kediri Eva Dwi Ramayanti; Indah Jayani; Fernando Hohobuan
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 7 NOMOR 2 SEPTEMBER 2023 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jppm.v7i2.10735

Abstract

Lanjut usia (lansia) adalah seseorang yang berusia pada rentang 45 – 60 ke atas dimana pada usia ini seseorang mengalami proses degenaratif sehingga membuat lansia lebih mudah untuk terserang penyakit salah satunya hipertensi. Dari survey didapatkan informasi minimnya penanganan keperawatan mandiri dari lansia yang mengalami hipertensi ringan dan sedang. Dari hasil penelitian terdahulu diketahui terapi komplementer mampu menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di komunitas. Salah satu terapi komplemneter untuk mengontrol tekanan darah yaitu terapi Slow Deep Breathing. Tujuan dari baksos ini memberikan terapi Slow Deep Breathing sebagai upaya mengontrol tekanan darah pada lansia dengan riwayat hipertensi di Kelurahan Bujel Kota Kediri. Mitra dalam baksos ini adalah kader posyandu Lansia Bujel. Hasil dari pemberian terapi ini adanya penurunan tekanan darah pada lansia. Diharapkan hasil penelitian menjadi alternatif bagi lansia dalam menerapkan terapi slow deep breating untuk  mengatasi tekanan darah tinggi yang di alami.