Edwin Gandaputra
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Internalisasi Nilai-nilai Teologis Shema Yisrael dalam Pendidikan Orang tua yang Menumbuhkan Iman Kristen Anak di Era Disruptif Edwin Gandaputra; Jeffri Jeffri; Ananda Wulan Sari
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 1: Agustus 2022
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i1.102

Abstract

Parents play a role in the growth of the Christian faith in children aged 6-12 years because at this age children begin to build relationships with the surrounding environment. The teaching of Shema Yisrael in Deuteronomy 6:4-9 becomes of important relevance for Israel and Christians today in teaching and growing Christian faith in children. The application of Christian education repeatedly becomes an important part of the growth of the Christian faith. Analysis of the grammatical structure of Deuteronomy 6:4-9 by paying attention to its social history produces Shema Yisrael theology as the relevance of the role of parents in growing Christian faith in children. AbstrakOrang tua berperan dalam pertumbuhan iman Kristen pada anak usia 6-12 tahun, karena pada usia ini anak mulai membangun relasi dengan lingkungan sekitar. Pengajaran Shema Yisrael dalam Ulangan 6:4-9 menjadi relevansi yang penting bagi Israel dan orang Kristen pada masa kini dalam mengajarkan dan menumbuhkan iman Kristen pada anak. Penerapan pendidikan Kristen secara berulang-ulang menjadi bagian penting dalam pertumbuhan iman Kristen. Analisis struktur gramatikal Ulangan 6:4-9 dengan memerhatikan sejarah sosialnya menghasilkan teologi Shema Yisrael sebagai relevansi peran orang tua dalam menumbuhkan iman Kristen pada anak. 
Pemahaman Murka dan Kasih Allah dalam Memanfaatkan "Peluang Emas" Pengabaran Injil Pribadi di Masa Pandemi Covid-19 Edwin Gandaputra
Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 7, No 1 (2020): Desember 2020
Publisher : STT Iman Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47543/efata.v7i1.35

Abstract

The problem of the Covid-19 pandemic is experienced by the church in carrying our religious activities, especially personal evangelism. Restrictions on religious activities hinder personal evangelism. The Covid-19 kills thousands of people around people in the church. The fear of death is part of the understanding of God’s wrath in the Old and the New Testaments. God's wrath is shadowed by God's love. God's work of salvation becomes God's work of love. The results of descriptive interpretive research on understanding God's wrath and love are a golden opportunity to overcome personal gospel preaching during the Covid-19 period. The church plans and develops the potential of the church congregation in multiplying the "golden" opportunities of evangelism. Church leaders can use data that is integrated with the service systematics to support evangelism. All elements of the church can reach more souls. Evangelists communicate the understanding of God's wrath and God's love is communicated through online media networks be ‘golden’ opportunity in personal evangelism. AbstrakMasalah pandemi Covid-19 dialami oleh gereja dalam menjalankan kegiatan keagamaan khususnya pengabaran Injil pribadi. Pembatasan kegiatan keagamaan menghambatkan pengabaran Injil pribadi. Virus covid-19 membunuh ribuan orang terjadi di sekitar gereja. Ketakutan kematian menjadi bagian dari pemahaman murka Allah dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Murka Allah dibayangi kasih Allah. Karya keselamatan Allah menjadi karya kasih Allah. Hasil penelitian deskriptif interpretatif tentang pemahaman murka dan kasih Allah menjadi peluang emas untuk mengatasi pengabaran Injil pribadi di masa covid-19. Gereja merencanakan dan mengembangkan potensi jemaat  gereja dalam mengali peluang ‘emas’ pengabaran Injil. Pemimpin gereja dapat menggunakan data yang diintergrasi dengan sistematika pelayanan mendukung pengabaran Injil. Seluruh elemen gereja dapat menjangkau lebih banyak jiwa-jiwa. Pengabar Injil mengkomunikasikan pemahaman murka Allah dan kasih Allah dikomunikasikan melalui jejaring media online menjadi peluang ‘emas’ dalam pengabaran Injil pribadi.