Doddy Iskandar
Jurnalistik, Universitas Islam Bandung

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Advokasi Media dalam Pemberitaan Kebencanaan Hutan di Kalimantan Barat Fadel Muhammad; Doddy Iskandar
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 1 No. 1 (2021): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.096 KB) | DOI: 10.29313/bcsj.v1i1.21

Abstract

Abstract. The role of media to act as a bridge for the fire victims of forests and land areas with various parties who wish to help, both by the government and the community. Help them get media law enforcement corrupt officials the fee to forest, to provide a solution and reduce a forest fire in the future especially in Indonesia. Media through the various parties want to know all the details of the incident happened in the forest fires to the reports on responsible, having vision, and may provide dokumentatif for the forest fires in indonesia. The media can, initialize the act of advocating a forest fireMedia push advocacy extend to the forest fires media, raise awareness understanding, and knowledge society in the state for law enforcement burning across areas of west Kalimantan, not through action and attitude of good and right. On the news of the Tribun pontianak who published his unattractive for examination because it involved with blazes land and forests in west Kalimantan, itself researchers try to obtain information by means of investigation the news that rises in printing media Trubun Pontianak. Because in the Tribun Pontianak a lot of issues concerning forest fire in west Kalimantan especially. Abstrak. Peran media menjebatani para korban kebakaran hutan dan lahan dengan berbagai pihak yang hendak membantu, baik pemerintah maupun masyarakat. Media membantu menjembatani penegakan hukum yang dilakukan aparat kepada oknum yang membakar hutan, agar dapat menghasilkan solusi dan mengurangi kebakaran hutan di masa depan khususnya di Indonesia. Media menjembatani kebutuhan berbagai pihak yang ingin mengetahui segala rincian kejadian yang terjadi dalam peristiwa kebakaran hutan dengan laporan yang bertanggung jawab, memiliki visi, dan bisa dijadikan dokumentatif bagi peristiwa kebakaran hutan di Indonesia. Media dapat menginisiasi tindakan advokasi kebakaran hutan. Media mendorong advokasi yang menyeluruh terhadap peristiwa kebakaran hutan. Media membangun kesadaran, pemahaman, dan pengetahuan masyarakat dalam pemerintah atas penegakan hukum pembakaran hutan yang terjadi di wilayah Kalimantan Barat, diperhatikan melalui tindakan dan sikap penanganan yang baik dan benar.Mengenai pemberitaan dari media Tribun Pontianak yang menerbitkan tulisan yang begitu menarik untuk diteliti karena menyangkut dengan kebakaran lahan dan hutan di Kalimantan Barat itu sendiri, peneliti mencoba untuk menggali informasi dengan cara menginvestigasi berita yang terbit di media cetak Tribun Pontianak. Karena dalam terbitan Tribun Pontianak banyak sekali terbitan mengenai kebakaran hutan khususnya di Kalimantan Barat.
Pengaruh Literasi Digital pada Media Online Youtube terhadap Perilaku Generasi Z dalam Mencari Informasi Kesetaraan Gender pada Lingkup Mahasiswa Ambar Abiyan Gunawan; Doddy Iskandar
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.071 KB) | DOI: 10.29313/bcsj.v2i2.4345

Abstract

Abstract. Along with the rapid development, many aspects of human life are changing, one of which is seeking information. Today's digital media and information technology provide various challenges for their users, such as accessing, analyzing, selecting, and utilizing various available information. This goes hand in hand with digital literacy in online media such as YouTube which is very important in this era. Youtube is a channel to find information that is widely used today. Generation Z (digital native) is the generation closest to information technology and is active in using the internet. Digital literacy is a must for everyone. Technology can also distinguish behavior in seeking information, sources of information accessed through gadgets or other ICT devices. The purpose of this study was to determine the effect of digital literacy on online media on the behavior of Generation Z in seeking information. The theory used in this study is the uses and gratification theory. This study uses a quantitative approach with a simple linear regression descriptive method. To get the results of the study, 192 samples were taken from 371 students of Fikom Unisba 2018. The results showed that respondents gave a fairly good response regarding the influence of digital literacy variables on information seeking behavior. Based on the calculation results, there is a fairly strong relationship between digital literacy variables and information seeking behavior variables. Meanwhile, based on the value of the coefficient of determination, it is explained that the digital literacy variable has a significant influence on information seeking behavior. Abstrak. Seiring dengan perkembangan yang begitu pesat banyaknya aspek-aspek kehidupan manusia yang berubah, salah satunya mencari informasi. Media digital dan teknologi informasi saat ini memberikan berbagai tantangan bagi penggunanya seperti mengakses, menganalisis, memilih, dan memanfaatkan berbagai informasi yang tersedia. Hal ini beriringan pula dengan adanya literasi digital pada media online seperti youtube yang sangat penting di era seperti saat ini. Youtube menjadi salah satu kanal untuk mencari informasi yang banyak digunakan saat ini. Generasi Z (digial native) merupakan generasi yang paling dekat dengan teknologi informasi dan aktif dalam menggunakan internet . Literasi digital menjadi salah satu keharusan yang dimiliki oleh setiap orang. Teknologi pula dapat membedakan perilaku dalam mencari informasi, sumber-sumber informasi yang diakses melalui gadget atau perangkat TIK lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh literasi digital pada media online terhadap perilaku generasi Z dalam mencari informasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori uses and gratification. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif regresi linier sederhana. Untuk mendapatkan hasil penelitian, diambil 192 sample dari 371 mahasiswa Fikom Unisba 2018. Hasil penelitian menunjukan bahwa responden memberikan respon yang cukup baik mengenai pengaruh variabel – variabel literasi digital terhadap perilaku pencarian informasi. Berdasarkan hasil perhitungan, terdapat hubungan yang cukup kuat antara variabel literasi digital terhadap variabel perilaku pencarian informasi. Sedangkan berdasarkan nilai koefisien determinasi menjelaskan bahwa variabel literasi digital memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku pencarian informasi.
Pendekatan Framing Pann dan Kosicki pada Jurnalisme Advokasi dalam Pemberitaan Kasus Korupsi Bansos Covid-19 Edgina Rizqon Thoyiban; Doddy Iskandar
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.485 KB) | DOI: 10.29313/bcsj.v2i2.4493

Abstract

Abstract. This study aims to find out how Advocacy journalism relates to the framing of reporting on corruption cases in the online Tribune and Minds of the People online media in handling corruption cases in West Bandung Regency. Framing analysis uses Pann and Konsicki framing in which there are four structures analyzed, namely syntax, script, theme and rhetoric. In this research, the researcher uses constructivism paradigm with qualitative method. The subjects in this study were the online Tribune media and the online Pikiran Rakyat. Data collection techniques were carried out by interviewing and studying literature. Then the data analysis technique used Pan and Kosicki framing analysis, and tested the validity of the data by data triangulation. This study resulted in three conclusions, namely; (1) The three news articles published in the Online Tribune put forward accurate and actual facts and data. Based on the framing analysis, the syntactic, script, and thematic structures were fulfilled well, while the rhetorical structure was not used too much; (2) The three news articles published in the Pikiran Rakyat Online, on the syntactic structure, lack of attention to leads, on the thematic structure of the use of detail, and lack of coherence, and on the rhetorical element of the repeated use of idioms and photos that do not match the content of the news; (3) The Tribune Advocacy Journalism Model is more of a distributor of information and law enforcement. The Pikiran Rakyat, whose advocacy model puts more pressure on the accused. Here the role of the Pikiran Rakyat provides sanctions in the form of community sanctions. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana jurnalisme Advokasi terhadap framing pemberitaan kasus korupsi di media Tribun online dan Pikiran Rakyat online pada penanganan kasus korupsi di Kabupaten Bandung Barat. Analisis framing menggunakan framing Pann dan Konsicki yang mana ada empat struktur yang dianalisis, yaitu sintaksis,skrip,tematik dan retoris. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah media Tribun online dan Pikiran Rakyat online Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan studi pustaka. Kemudian teknik analisis data menggunakan analisis framing Pan dan Kosicki, dan uji keabsahan data dengan triangulasi data. Penelitian ini menghasilkan tiga kesimpulan yaitu; (1) Tiga berita yang dimuat di Tribun Online mengedepankan fakta dan data yang akurat dan actual. Berdasarkan analisis framing, struktur sintaksis, skrip, dan tematik terpenuhi dengan baik, sedangkan struktur retoris tidak terlalu banyak digunakan; (2) Tiga berita yang dimuat di Pikiran Rakyat Online, pada struktur sintaksis, kurang memperhatikan lead, pada struktur tematik penggunakan detail, dan koherensi yang kurang, dan pada unsur retoris penggunaan idiom yang berulang kemudian foto yang tidak sesuai dengan isi berita; (3) Model Jurnalisme Advokasi Tribun lebih kepada penyalur informasi dan penegakkan hukum. Pikiran Rakyat, yang model advokasinya lebih menekan terdakwa. Disini peran Pikiran Rakyat memberikan sanksi berupa sanksi masyarakat.
Penerapan Jurnalisme Gonzo di Highvolta Media Muhammad Taufik; Doddy Iskandar
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.829 KB) | DOI: 10.29313/bcsj.v2i2.4789

Abstract

Abstract. This study focuses on explaining the implementation of Gonzo journalism in an alternative media, namely Highvolta Media. Pioneered by Hunter S. Thompson, gonzo journalism produces stories tailored to the needs of a mix of the skills of a good journalist, the eye of a photographer or artist, and the field skills of a photographer. It is this flow of gonzo journalism that Highvolta Media is trying to make as a basis for carrying out its duties as a reporter and also applying it to the newsroom to carry out every journalistic activity that occurs at Highvolta Media. This study aims to determine how the implementation of gonzo journalism at Highvolta Media. This study uses a qualitative method with a case study research approach. In this case, the researcher tries to find out the reasons and how the journalistic practices that occur at Highvolta Media with the use of gonzo journalism. Also finding out how relevant Gonzo journalism is to its subjectivity in the world of journalism. The results of the study revealed that Highvolta Media had inadvertently applied gonzo journalistic characteristics to their writing style from the beginning, but was not known by its members. It was realized by them when their second year was running. gonzo journalism was finally implemented and Highvolta Media gained an ever-increasing readership. Abstrak. Penelitian ini berfokus pada pemaparan implementasi jurnalisme gonzo di sebuah media alternatif, yaitu Highvolta Media. Dipelopori oleh Hunter S. Thompson, jurnalisme gonzo dalam menghasilkan berita yang ditulis secara subjektif membutuhkan campuran antara kemampuan seorang wartawan yang baik, mata seorang fotografer atau seniman, dan kemampuan lapangan bak seorang aktor. Aliran jurnalisme gonzo inilah yang dicoba oleh Highvolta Media untuk dijadikan sebagai landasan dalam melaksanakan tugas sebagai pewarta dan juga menerapkannya pada ruang redaksi untuk menjalankan setiap kegiatan jurnalistik yang terjadi di Highvolta Media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan jurnalisme gonzo di Highvolta Media. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian studi kasus. Dalam hal ini peneliti berusaha mencari tahu alasan dan bagaimana praktik jurnalistik yang terjadi di Highvolta Media dengan penggunaan jurnalisme gonzonya. Juga mencari tahu bagaimana relevansi jurnalisme gonzo yang kental akan unsur subjektivitasnya di dunia kejurnalistikan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Highvolta Media secara tidak sengaja dari awal terbentuknya sudah menerapkan karakteristik-karakteristik jurnalisme gonzo pada gaya penulisan mereka, namun tidak diketahui oleh para anggotanya. Disadari oleh mereka ketika tahun kedua mereka berjalan. jurnalisme gonzo akhirnya berhasil diterapkan dan Highvolta Media mendapatkan pembaca yang semakin meningkat jumlahnya.
Analisis Framing Pan dan Kosicki mengenai Pro Kontra Deforestasi Hutan di Indonesia dalam Bingkai Media Daring Tempo.co dan Detik.com M. Abdi Octavianus; Doddy Iskandar
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 3, No. 1, Juli 2023 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v3i1.1754

Abstract

Abstract. At the end of 2021, the audience in Indonesia was enlivened by a “tweet” from the Minister of Environment and Forestry Siti Nurbaya posted on her Twitter account. "The massive development of President Jokowi's era must not stop in the name of a "carbon mission or in the name of deforestation," reads a tweet posted by Siti Nurbaya on Wednesday, November 3, 2021—the post was deleted when the author visited her account on Monday, January 17. 2022. His position as Minister of the Environment and Maritime Affairs has made his tweets widely discussed by netizens. Reporting from Suara.com, the newly uploaded tweet in approximately 21 hours has received 988 replies, 6100 retweets, and 681 likes. This study aims to determine the construction of media coverage of Tempo.co and Detik.com in reporting the tweets of the Minister of Environment and Forestry Siti Nurbaya. The method used is qualitative with a framing analysis approach using the Pan and Kosicki model and data collection techniques by observation, literature study, and interviews. As for the results of the research are, 1) Syntactical Structure, the two media frame the news that invites the reader to evaluate each of the information. 2) In Script Structure, Tempo.co failed to include the where element. So that makes the 5W + 1H elements incomplete. 3) In Thematic Structure, both Detik.com and Tempo.co media mostly use “yang” and “and” which refers to important things being discussed. 4) In terms of rhetorical structure, the use of photos, both of which use photos of Siti Nurbaya, although Tempo.co's second story only contains a quote from the Democrat Party politician, Irwan Fecho. Abstrak. Pada akhir tahun 2021, khalayak di Indonesia diramaikan oleh “cuitan” dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya yang diposting di akun Twitter miliknya. “Pembangunan besar-besaran era Presiden Jokowi tidak boleh berhenti atas nama ëmisi karbon atau atas nama deforestasi.”, begitu bunyi twit yang diposting oleh Siti Nurbaya pada Rabu, 3 November 2021—postingan tersebut telah dihapus saat penulis mengunjungi akunnya pada Senin, 17 Januari 2022. Jabatan sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kelautan menjadikan cuitannya ramai diperbincangkan warganet. Dilansir dari Suara.com, twit yang baru diunggah kurang lebih 21 jam sudah mendapat 988 balasan, 6100 retweet, dan 681 like. Penelitian ini bertujuan mengetahui kontruksi pemberitaan media Tempo.co dan Detik.com dalam memberitakan cuitan Menteri LHK Siti Nurbaya. Metode yang dipakai adalah kualitatif dengan pendekatan analisis framing menggunakan model Pan dan Kosicki serta teknik pengumpulan data secara observasi, studi kepustakaan, dan wawancara. Adapun untuk hasil penelitiannya adalah, 1) Secara Struktur Sintaksis, kedua media tersebut membingkai berita yang mengajak pembaca untuk menilai masing-masing dari informasi tersebut. 2) Secara Struktur Skrip, Tempo.co luput mencantumkan unsur where. Sehingga membuat tidak kelengkapan unsur 5W+1H. 3) Secara Struktur Tematik, Kedua media Detik.com dan Tempo.co lebih banyak menggunakan “yang” serta “dan” yang merujuk pada hal penting yang dibahas. 4) Secara Struktur Retoris, penggunaan foto, kedua berita tersebut sama-sama menggunakan foto Siti Nurbaya, meskipun pada berita kedua Tempo.co yang hanya berisi kutipan politikus Partai Demokrat, Irwan Fecho.
Analisis Framing Pan dan Kosicki mengenai Pro Kontra Deforestasi Hutan di Indonesia dalam Bingkai Media Daring Tempo.co dan Detik.com M. Abdi Octavianus; Doddy Iskandar
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 3, No. 1, Juli 2023 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v3i1.1754

Abstract

Abstract. At the end of 2021, the audience in Indonesia was enlivened by a “tweet” from the Minister of Environment and Forestry Siti Nurbaya posted on her Twitter account. "The massive development of President Jokowi's era must not stop in the name of a "carbon mission or in the name of deforestation," reads a tweet posted by Siti Nurbaya on Wednesday, November 3, 2021—the post was deleted when the author visited her account on Monday, January 17. 2022. His position as Minister of the Environment and Maritime Affairs has made his tweets widely discussed by netizens. Reporting from Suara.com, the newly uploaded tweet in approximately 21 hours has received 988 replies, 6100 retweets, and 681 likes. This study aims to determine the construction of media coverage of Tempo.co and Detik.com in reporting the tweets of the Minister of Environment and Forestry Siti Nurbaya. The method used is qualitative with a framing analysis approach using the Pan and Kosicki model and data collection techniques by observation, literature study, and interviews. As for the results of the research are, 1) Syntactical Structure, the two media frame the news that invites the reader to evaluate each of the information. 2) In Script Structure, Tempo.co failed to include the where element. So that makes the 5W + 1H elements incomplete. 3) In Thematic Structure, both Detik.com and Tempo.co media mostly use “yang” and “and” which refers to important things being discussed. 4) In terms of rhetorical structure, the use of photos, both of which use photos of Siti Nurbaya, although Tempo.co's second story only contains a quote from the Democrat Party politician, Irwan Fecho. Abstrak. Pada akhir tahun 2021, khalayak di Indonesia diramaikan oleh “cuitan” dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya yang diposting di akun Twitter miliknya. “Pembangunan besar-besaran era Presiden Jokowi tidak boleh berhenti atas nama ëmisi karbon atau atas nama deforestasi.”, begitu bunyi twit yang diposting oleh Siti Nurbaya pada Rabu, 3 November 2021—postingan tersebut telah dihapus saat penulis mengunjungi akunnya pada Senin, 17 Januari 2022. Jabatan sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kelautan menjadikan cuitannya ramai diperbincangkan warganet. Dilansir dari Suara.com, twit yang baru diunggah kurang lebih 21 jam sudah mendapat 988 balasan, 6100 retweet, dan 681 like. Penelitian ini bertujuan mengetahui kontruksi pemberitaan media Tempo.co dan Detik.com dalam memberitakan cuitan Menteri LHK Siti Nurbaya. Metode yang dipakai adalah kualitatif dengan pendekatan analisis framing menggunakan model Pan dan Kosicki serta teknik pengumpulan data secara observasi, studi kepustakaan, dan wawancara. Adapun untuk hasil penelitiannya adalah, 1) Secara Struktur Sintaksis, kedua media tersebut membingkai berita yang mengajak pembaca untuk menilai masing-masing dari informasi tersebut. 2) Secara Struktur Skrip, Tempo.co luput mencantumkan unsur where. Sehingga membuat tidak kelengkapan unsur 5W+1H. 3) Secara Struktur Tematik, Kedua media Detik.com dan Tempo.co lebih banyak menggunakan “yang” serta “dan” yang merujuk pada hal penting yang dibahas. 4) Secara Struktur Retoris, penggunaan foto, kedua berita tersebut sama-sama menggunakan foto Siti Nurbaya, meskipun pada berita kedua Tempo.co yang hanya berisi kutipan politikus Partai Demokrat, Irwan Fecho.