Arba’iyah Satriani
Jurnalistik, Universitas Islam Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Terpaan Berita terhadap Tingkat Kecemasan Khalayak Suci Tri Lestari; Arba’iyah Satriani
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.231 KB) | DOI: 10.29313/bcsj.v2i2.4577

Abstract

Abstract. The power of a mass media is to influence the audience. The audience reads, sees and hears a message or information from the mass media from the information conveyed that the mass media is able to give an attention to the message conveyed from the information. From there, the audience is directly exposed to the exposure of messages conveyed by the mass media, because all messages that can affect the audience, and the effect of the message exposure to the news is that the audience becomes anxious. This study aims to determine the model of news exposure to observer anxiety in terms of frequency, duration and attention. The theory used in this study is the Hypodermic Needle Theory. This research also uses a quantitative research methodology with a descriptive correlational study. The population selected in this study were employees of the Lembang Floating Market, with a total sample of. Data collection techniques used in this study were questionnaires, observation, and literature study. The data analysis technique used in this research is descriptive analysis technique. The results of this study are if an audience reads a news as often as possible even for a long time then and continues to follow news developments, the audience will experience an exposure to news that causes anxiety. Abstrak. Kekuatan dari suatu media massa adalah mampu mempengaruhi khalayak. Khalayak membaca, melihat dan mendengar suatu pesan atau informasi dari media massa dari informasi yang disampaikan itulah media massa mampu memberikan suatu perhatian terhadap pesan yang disampaikan dari informasi tersebut. Dari situlah secara langsung khalayak terkena terpaan dari pesan yang disampaikan oleh media massa, karena semua pesan-pesan yang ada dapat mempengaruhi khalayak, dan efek yang ditimbulkan dari pesan terpaan berita tersebut adalah khalayak menjadi cemas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model terpaan berita terhadap tingkat kecemasan khalayak ditinjau dari aspek frekuensi, durasi dan atensi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Jarum Hipodermik. Dalam penelitian ini juga menggunakan metodologi penelitian kuantitatif dengan studi deskriptif korelasional. Populasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah karyawan dari Floating Market Lembang, dengan jumlah Sampel sebanyak. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner, observasi, dan studi pustaka. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknis analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah jika seorang khalayak membaca suatu berita sesering mungkin bahkan dalam waktu yang cukup lama maka dan mengikuti terus perkembangan berita maka khalayak tersebut akan mengalami suatu terpaan berita yang menimbulkan suatu kecemasan.
Model Terpaan Berita Kriminalitas terhadap Tingkat Kecemasan Hoerul Ahmad Ansyori; Arba’iyah Satriani
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i2.8025

Abstract

Abstract. With the continued development of technology towards digital, online media is now increasingly used. In line with its rapid spread, there are also effects that arise both in terms of cognitive, affective, and conative on its users. One of them is the effect on the user’s anxiety level. Therefore, audience consumption in a media can be measured using news exposure. There are three aspects in news exposure. There are three aspects in news exposure, namely, frequency, duration, and attention. The theory used in this research is cultivation theory. This study aims to determine how the model of exposure to crime news on the level of anxiety by using a quantitative descriptive method. The results of this study are the use of online media based on measurements of media exposure will cause anxiety caused by the high use of media in the audience. Abstrak. Dengan terus berkembangnya teknologi ke arah digital, media dalam jaringan (daring) kini semakin digandrungi. Sejalan dengan penyebarannya yang cepat, terdapat juga efek yang ditimbulkan baik itu dalam sisi kognitif, afektif, dan konatif pada penggunanya. Salah satunya adalah pengaruh terhadap tingkat kecemasan penggunanya. Karena itu, konsumsi khalayak pada sebuah media dapat diukur dengan menggunakan terpaan berita. Terdapat tiga aspek dalam terpaan berita yaitu frekuensi, durasi, dan atensi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kultivasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana model terpaan berita kriminalitas pada terhadap tingkat kecemasan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah penggunaan media daring berdasarkan pengukuran terpaan media akan menimbulkan kecemasan yang diakibatkan oleh tingginya penggunaan media pada khalayak.