Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analysis of Banyumasan Culture Mulok Learning as an effort to build the character of students Yuli Kartikasari
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.311 KB) | DOI: 10.20961/shes.v4i5.66135

Abstract

Pengaruh budaya asing akibat dampak perkembangan teknologi terutama tayangan televisi sangat mempengaruhi perilaku anak. Tayangan televisi seperti sinetron yang sering mempertontonkan ketidak pantasan anak sekolah dalam berpakaiann dan bergaul serta tindakan kekerasan. Tayangan ini membuat anak meniru adegan-adegan yang ditontonnya, umumnya mereka meniru gerakannya dan kata-katanya. Anak cenderung melakukan pelanggaran tata tertib sekolah, seperti telat masuk sekolah, tidak menghormati guru, tidak mengerjakan tugas sekolah, membolos, memakai seragam tidak sesuai aturan, mencontek dan terlibat tawuran pelajar. Faktor yang mendukung permasalahan anak seperti tawuran pelajar adalah melemahnya budi pekerti serta belum efektifnya pendidikan karakter. Mengantisipasi terkikisnya ciri khas budaya setempat, maka mulok Budaya Banyumasan diterapkan di sekolah dasar negri larangan kecamatan kembaran Kabupaten Banyumas. Pendidikan berkarakter pada mulok Budaya Banyumas bertujuan untuk mengenalkan kearifan lokal. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Mulok Budaya Banyumasan dapat mempertahankan nilai luhur dalam masyarakat, menjadi filter dan pilar dalam membangun karakter peserta didik