Roro Lintang Suryani
Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Universitas Harapan Bangsa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BATUK EFEKTIF UNTUK MENGURANGI SESAK NAFAS DAN SEKRET PADA ANAK DENGAN DIAGNOSA BRONKOPNEUMONIA Reza Wardana Safitri; Roro Lintang Suryani
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 4: September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v3i6.1951

Abstract

Berdasarkan data dari Riskesdas (2018) prevalensi penyakit Bronkopneumonia mengalami kenaikan dari 1,6% menjadi 2%. Bronkopneumonia adalah peradangan pada parenkim paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, ataupun benda asing. Masalah umum yang muncul pada pasien bronkopneumonia adalah menggigil, demam, sesak nafas dan sputum bercampur darah. Penumpukan sputum yang berlebihan dapat menyumbat jalan pernafasan, sehingga menyebabkan bersihan jalan nafas tidak efektif yaitu ketidak mampuan dari saluran nafas untuk mempertahankan bersihan jalan nafas, pemberian asuhan keperawatan batuk efektif merupakan suatu metode yang bertujuan untuk mengontrol frekuensi dan sekret dapat dikeluarkan dengan optimal. Metode yang digunakan adalah tahapan asuhan keperawatan berupa pengkajian, analisa data, rencana keperawatan, implementasi dan evaluasi. Sampling: Dalam penelitian ini sampel yang digunakan yaitu pasien anak yang terkena bronkopneumonia di Ruang Wijaya Kusuma Atas Hasil dari intervensi yang diberikan kepada An.M dengan terapi batuk efektif terdapat pengaruh dalam pengeluaran sekresi dan penurunan sesak nafas. Pasien tidak dapat mengeluarkan sekret dan sesak nafas dan setelah dilakukan intervensi Pasien dapat mengeluarkan sekret dan sesak nafas berkurang. Sebelum dilakukan intevensi RR: 27x/mnt, Spo2 : 85x/ menit dan setelah dilakukan intervensi selama 3 x 24 jam RR menjadi 22x/mnt dan Spo2 95x/menit. Dapat disimpulkan bahwa batuk efektif dapat menurunkan sesak nafas dan pengeluaran secret pada Bronkopneumonia. Saran dalam penelitian ini yaitu terapi batuk efektif dapat diterapkan di ruangan keperawatan untuk terapi non farmakologi pada gangguan bersihan jalan nafas tidak efektif.