Marisa Oktavia
Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik Universitas Muara Bungo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KECEPATAN ALAT ANGKUT UNTUK MEMPEROLEH WAKTU EDAR OPTIMUM TERHADAP PENCAPAIAN TARGET PRODUKSI PADA KEGIATAN PENGUPASAN TANAH PENUTUP Ahmad Firkon Angkara; Marisa Oktavia; Irfan Satria Permana
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 4: September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v3i6.1976

Abstract

Baratama Rezeki Anugerah Sentosa Utama secara administratif terletak di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Efisiensi pengangkutan dengan menggunakan truck dipengaruhi oleh waktu edar. Besar kecilnya waktu edar dipengaruhi oleh kecepatan alat angkut. Jalan tanah yang tidak mengalami perawatan dan pemeliharaan dapat memperkecil produksi alat mekanis, dan memperlambat laju kendaraan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode penelitian bersifat eksploratif melalui pendekatan rumus dalam penyelesaian masalah. Tujuan penelitian menganalisis waktu edar optimum terhadap pencapaian target produksi dan faktor penyebab tidak tercapaianya target produksi pada kegiatan pengupasan tanah penutup. Hasil penelitian menunjukan kecepatan optimum alat angkut Hino 500 saat loaded travel dengan jarak 1 km diperoleh sebesar 16,07 km/jam dan empty travel diperoleh sebesar 19,44 km/jam, pencapaian produksi alat angkut diperoleh sebesar 35.926.07 BCM/bulan. Sedangkan kecepatan maksimum diperoleh produksi sebesar 43.293,68 BCM/bulan terhadap target produksi sebesar 75.343,10 BCM/bulan dengan ketercapaian produksi sebesar 57%. Tidak tercapainya produksi disebabkan oleh rendahnya efisiensi kerja, jumlah isian bucket ke dalam alat angkut. Setelah dilakukan evaluasi terhadap efisiensi kerja dari 74% menjadi 80% dan koreksi terhadap faktor pengisian diperoleh produksi sebesar 70.479,80 BCM/Bulan dengan ketercapaian produksi sebesar 93%. Perlu ada pengawasan dilapangan dan tetap menjaga kondisi jalan dengan melakukan perawatan secara rutin dalam memperoleh produksi yang dicapai.