Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMANTAPAN KOMITE PEMBELAJARAN DALAM MENGHADAPI KENAIKAN KELAS PADA FASE D DI SEKOLAH PENGGERAK SMP N 4 PATUK Palupi Sri Wijayanti; Ratna Herawati; Rika Novita Sari; Kristina Warniasih; Fitri Jamilah
Jubaedah : Jurnal Pengabdian dan Edukasi Sekolah (Indonesian Journal of Community Services and School Education) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian dan Edukasi Sekolah (Jubaedah)
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jub.v2i2.81

Abstract

Sekolah Penggerak is a school that implements an independent curriculum. SMP N 4 Patuk is one of those who are included in the first batch. End of school year activities must provide reports on student learning outcomes and confirmation of grade promotion. The first batch of driving schools have not found examples or best practices in compiling the document. Thus, there is a need for mentoring and strengthening of the learning committee in completing grade promotion documents. This is the basic foundation for the implementation of service and is carried out through three steps, namely preparation, implementation, and closing. At firts stage, the team communicated for permits from both schools and universities. In addition, the service team prepares materials related to the preparation of learning outcomes reports. Next is the implementation stage, the team conveys the material and then continues with discussions. In the last stage, which is closing, the servant conducts a simulation of filling out report for the Projek Profil Pelajar Pancasila activities. The results of the service activities for the learning committee showed an increase in the understanding and enthusiasm of the teachers in driving the transformation of the Sekolah Penggerak
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KREATIF PUISI ANAK BAGI CALON GURU SEKOLAH DASAR Susetyo; Fitri Jamilah; Dian Eka Candra Wardana; Primasari Wahyuni
PKM Linggau: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal PKM Linggau (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/pkml.v4i1.623

Abstract

Tujuan pengabdian ini untuk mengetahui peningkatan keterampilan menulis puisi sastra anak bagi calon guru SD di Kabupaten Bantul. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Pelatihan ini diikuti oleh 32 calon guru sekolah dasar yang tinggal di Kabupaten Bantul yang dilaksanakan pada tanggal 22 dan 29 Mei 2024 di FKIP Universitas PGRI Yogyakarta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan keterampilan menulis puisi anak bagi calon guru sekolah dasar di Kabupaten Bantul setelah dilaksanakan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Para peserta pelatihan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini sangat antusias, semangat, serius, dan selalu hadir dalam pelatihan. Peserta giat bertanya dan bertukar pendapat dengan peserta lain dalam kegiatan pelatihan keterampilan menulis puisi anak. Keterampilan calon guru SD mengalami peningkatan dalam menulis kreatif puisi anak dari skor rata-rata 63,00 menjadi skor rata-rata 83,00 dan mereka sudah lebih memahami hakikat, cara-cara, struktur, dan langkah-langkah menulis kreatif puisi anak.
ANALISIS TEMUAN PENELITIAN MENGENAI USIA OPTIMAL PEMEROLEHAN BAHASA KEDUA DALAM PERSPEKTIF PSIKOLINGUISTIK: SEBUAH SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Herwinda Khoirunnisa; Fitri Jamilah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 02, Juni 2026 Produce
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.16118

Abstract

Second language acquisition (SLA) is a complex process influenced by biological, cognitive, and environmental factors. One of the most fundamental debates in psycholinguistics concerns whether there is an optimal age that objectively supports successful L2 acquisition. This study aims to analyze empirical findings on the optimal age for second language acquisition using a Systematic Literature Review (SLR) approach with the PRISMA protocol. The selection process yielded 24 articles meeting inclusion criteria from 287 articles identified across Google Scholar, Scopus, ERIC, and DOAJ databases. Analysis reveals that early age (before 7 years) provides significant advantages in phonology and morphosyntax, consistent with Critical Period Hypothesis (CPH) predictions. However, cross-study findings also indicate that age is not the sole determinant of L2 acquisition success—factors such as linguistic aptitude, motivation, and exposure intensity play complementary roles. These findings carry implications for foreign language curriculum design in Indonesia, particularly in determining the starting age for English instruction at the primary level.
MEKANISME PRODUKSI TUTURAN CAMPUR KODE PADA ANAK USIA DINI DALAM LINGKUNGAN BILINGUAL JAWA–INDONESIA: KAJIAN PSIKOLINGUISTIK Ida Maulia; Fitri Jamilah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.16119

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme produksi tuturan campur kode pada anak usia dini yang tumbuh dalam lingkungan bilingual Jawa–Indonesia, dengan menggunakan pendekatan psikolinguistik melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Kajian ini berfokus pada tiga aspek utama: (1) faktor kognitif yang melatarbelakangi peralihan kode pada anak usia 3–6 tahun, (2) pola struktural campur kode yang dominan muncul dalam interaksi bilingual, serta (3) implikasi psikolinguistik terhadap perkembangan kompetensi berbahasa anak. Sebanyak 28 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2019–2024 dikaji secara sistematis menggunakan protokol PRISMA. Hasil kajian menunjukkan bahwa campur kode pada anak bilingual Jawa–Indonesia tidak semata-mata merupakan indikasi defisiensi linguistik, melainkan mencerminkan strategi kognitif adaptif yang dipengaruhi oleh konteks situasional, kapasitas memori kerja, dan dominansi salah satu bahasa dalam jaringan leksikal anak. Tiga mekanisme produksi yang teridentifikasi adalah: aktivasi leksikal lintas bahasa, inhibisi parsial terhadap bahasa pertama, dan regulasi pragmatik berbasis konteks sosial. Temuan ini memperkuat model produksi tuturan bilingual Levelt yang dimodifikasi oleh De Bot, sekaligus membuka ruang kajian baru terkait neurolingustik perkembangan pada anak bilingual berbasis bahasa daerah.