Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelaksanaan Program Kukerta Membuat Plang Nama Pembatas Jalan Antar Dusun Sebagai Upaya Pemberi Informasi Mandataris Manda; Gilang Pratama; Azhariyatul Huda; Hana Salsabila; Natasha Ardiyanti; Rahmi Febrianti; Silvia Silvia; Aidil Febrian; Muhammad Idris Sholeh; Amadhea Clarita Imory; Refi Adeliana
Madaniya Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.265

Abstract

Kuliah kerja nyata ialah suatu program pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa kepada masyarakat yang merupakan penyelenggaraan pendidikan baik dalam bentuk pengalaman teknologi, ilmu pengetahuan yang dilakukan dalam lintas sektoral serta komprehensif. Pada tahun 2022 salah satu lokasi KKN Universitas Riau dilaksanakan di Desa Sungai Selari, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Riau. Desa Sungai Selari mencakup didalamnya 3 dusun, antara lain Dusun Kelapa, Dusun Sungai Timun, dan Dusun Tanjung Balai Luar. Berdasarkan survei serta pengamatan langsung yang dilakukan di Desa Sungai Selari, ditemukan bahwa belum adanya plang nama pembatas jalan yang memisahkan antar dusun. Plang nama jalan sendiri merupakan papan nama yang memuat data ataupun keterangan yang dipasang di area perbatasan, dan memberikan informasi kepada warga sekitar maupun masyarakat luar sebagai identitas wilayah tempat tinggal. Oleh sebab itu, Tim KKN Universitas Riau yang beranggotakan 10 orang melaksanakan program pembuatan plang nama jalan pembatas dusun di Desa Sungai Selari. Dengan tujuan agar memudahkan masyarakat untuk mengetahui batas setiap dusun, serta dengan adanya pembuatan plang nama batas dusun ini dapat memberikan manfaat sebagai penunjuk jalan. Di dalam pelaksanaannya, kegiatan berjalan lancar dan tepat sasaran sesuai dengan waktu yang ditentukan dan dilihat dari animo masyarakat juga tinggi serta aparat Desa Sungai Selari.
Dampak Tubo Belerang terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Kawasan Danau Maninjau Nagari Koto Malintang Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam Silvia Silvia; Resdati Resdati
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 14 No 3 (2025): Volume 14, Issue 3, October 2025
Publisher : Laboratory of Anthropology Department, Faculty of Humanity, Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v14i3.2878

Abstract

Tubo belerang is a term commonly used by local communities to describe the mass fish mortality event occurring in the Maninjau Lake area, which causes significant losses, especially for floating net cage farmers. This study aims to examine the impact of tubo belerang on the social and economic conditions of KJA farmers, as well as to identify the factors that motivate these farmers to continue their fish farming business despite the losses incurred due to tubo belerang. The sociological approach applied in this research includes structural functionalism, social change, and rational choice theory. This study employs a descriptive quantitative research design with data collected through questionnaires and documentation. Sampling was conducted using probability sampling with proportional random sampling, resulting in a total of 67 respondents. The results show that, in terms of social conditions, tubo belerang has significantly affected the social interactions, family welfare, and quality of life of KJA farmers, while the impact on their social participation was less significant. Regarding economic conditions, tubo belerang has had a significant impact on KJA farmers’ production, income, and asset ownership, whereas the effect on their savings and debts was less significant. Concerning the factors influencing KJA farmers’ persistence, the findings reveal that all identified factors are dominant reasons why farmers continue their operations. These factors include internal aspects such as economic considerations and risk management capabilities, as well as external aspects like social support and resource optimization.