p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ners Muda
Machmudah Machmudah
Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Universitas Muhammadiyah Semarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Ners Muda

Peningkatan Ankle Brachial Index Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 yang Dilakukan Senam Kaki Diabetes Widya Artikaria; Machmudah Machmudah
Ners Muda Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i2.9401

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit silent killer yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah dan kegagalan sekresi insulin atau penggunaan insulin dalam metabolisme yang tidak adekuat. Tidak lancarnya aliran darah ke perifer adalah salah satu komplikasi diabetes yang biasa terjadi pada setiap orang yang menderita diabetes mellitus. Tindakan yang paling berpengaruh pada pasien DM yaitu dengan melakukan latihan jasmani salah satunya adalah senam kaki. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan peredaran darah perifer pada pasien diabetes mellitus setelah dilakukan senam kaki. Subjek studi kasus yaitu pasien diabetes mellitus yang menjalani perawatan rawat inap di Ruang Cattleya RSUD DR Gondosuwarno Ungaran. Subjek studi kasus berjumlah 2 pasien. Intervensi yang diberikan berupa senam kaki. Pengambilan data dilakukan selama 3 kali pertemuan menggunakan Angkle Brachial Index. Hasil studi kasus menunjukkan tindakan senam kaki diabetes mampu melancarkan peredaran darah perifer pada pasien diabetes mellitus ditandai dengan adanya peningkatan nilai Angkle Brachial Index setelah dilakukan senam kaki. Subjek studi kasus 1 dan 2 secara keseluruhan sebelum dilakukan intervensi senam kaki diabetes didapatkan skor 0,86 dan 0,8, sesudah dilakukan senam kaki diabetes mengalami peningkatan dengan skor 0,07 dan 1,09 pada Angkle Brachial Index.
Penurunan Nyeri Post Sectio Caesarea Menggunakan Aroma Terapi Lavender di Rumah Sakit Permata Medika Ngaliyan Semarang Sekar Novia Rahmayani; Machmudah Machmudah
Ners Muda Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i3.8377

Abstract

Luka post sectio caesarea dapat menimbulkan sensasi nyeri. Nyeri dipengaruhi oleh faktor fisik maupun psikilogi.Faktor fisik meliputi usia, tingkat mobilitas. Faktor psikologi meliputi amotivasi diri, pengalaman ibu serta persiapan diri ibu untuk menghadapi persalinan. Nyeri yang tidak ditangani dengan baik akan memberikan dampak kepada ibu dan bayi seperti terganggunya sistem kardiovaskular, pulmonal, syok neurogenik dan terhambatnya proses laktasi. Studi ini bertujuan untuk untuk mengetahui efek inhalasi aromaterapi lavender terhadap nyeri post sectio caesarea. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan proses asuhan keperawatan. Studi kasus ini implementasi dengan mengukur nyeri dan mengatasi nyeri dengan memberikan aromaterapi lavender pada pasien post sectiocaesarea. Pengukuran nyeri dilakukan pre-post terapi aromaterapi lavender dengan meneteskan minyak essensial lavender 3 tetes pada tisu sebanyak 2x dalam satu shift, dalam sekali sesi dilakukan selama 5 menit kemudian dilakukan evaluasi setelah 30 menit. Hasil studi menunjukkan bahwa Ada  penurunan intensitas nyeri  setelah pemberian  inhalasi aromaterapi lavender. Mekanisme terapi aromaterapi lavender dapat menurunkan nyeri post SC dimana aromaterapi   lavender mengandung linalyl asetat dan linalool (C10H18O) dimana linalyl asetat berfungsi dapat melonggarkan sistem kerja saraf otot yang sedang dalam kondisi tegang dan linalool memiliki manfaat sebagai efek relaksasi dan  sedative, sehingga ketika minyak esensial terhirup, sel-sel reseptor penciuman dirangsang dan impuls ditransmisikan ke pusat emosional otak. Aromaterapi lavender merangsang kerja sel neurokimia karena aroma yang menyenangkan akan menstimulus pengeluaran enkafelin yang  berfungsi sebagai  penghilang rasa  sakit  alami  dan  menghasilkan perasaan yang tenang. Aromaterapi lavender yang diaplikasikan dalam menangani nyeri ibu post sectiocaesarea memberikan efek yang baik dalam penurunan intensitas nyeri.
Kompres Hangat Menurunkan Nyeri Pada Remaja Yang Mengalami Dismenore Di Pondok Pesantren Sahlan Rosjidi Mita Septiana; Nikmatul Khayati; Machmudah Machmudah
Ners Muda Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i1.9383

Abstract

Dismenore merupakan salah  satu keluhan yang sering dialami oleh remaja pada saat mentruasi.  Keluhan ini dapat  mengganggu  aktifitas sehari-hari, gangguan tidur dan belajar bahkan syok neurogenik. Dismenore penting  di tangani dengan terapi nonfarmakologi yaitu kompres hangat menggunakan buli-buli. Tujuan  studi kasus ini  untuk menerapkan  kompres  hangat  terhadap  penurunan  intensitas  dismenore.  Metode deskriptif dengan  pendekatan studi kasus dalam Asuhan Keperawatan. Subyek studi berjumlah 3 remaja yang  mengalami disminore primer (tidak ada penyakit sistem reproduksi), remaja yang belum menikah, sensitifitas terhadap rasa nyeri dalam kondisi baik. Instrumen pengukuran dismenore dengan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Pengukuran intensitas dismenore dilakukan  sebelum dan sesudah tindakan kompres hangat. Hasil studi kasus ketiga  subyek mengalami nyeri akut sebelum diberikan kompres hangat dengan intensitas nyeri sedang.  Setelah  diberikan  kompres hangat selama  20 menit dengan  suhu  46oC  ketiga subyek mengalami  penurunan  intensitas dismenore dengan  rata-rata terjadi  penurunan 2 skala nyeri setiap harinya dari tingkat sedang menjadi ringan dan tidak merasakan nyeri. Kompres hangat dapat menurunkan nyeri karena rangsangan implus yang memblokade persepsi nyeri disebapkan oleh perpindahan panas secara konduksi dari buli-buli sehingga menyebabkan vasodilitasi perdarahan menjadi lancar sehingga mengurangi nyeri. Pemberian terapi kompres hangat sangat efektif untuk menurunkan intensitas dismonore, saran agar remaja wanita dapat melakukan kompres hangat untuk mengurangi nyeri pada saat terjadinya mentruasi.