p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ners Muda
Nikmatul Khayati
Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Universitas Muhammadiyah Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kompres Hangat Menurunkan Nyeri Pada Remaja Yang Mengalami Dismenore Di Pondok Pesantren Sahlan Rosjidi Mita Septiana; Nikmatul Khayati; Machmudah Machmudah
Ners Muda Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i1.9383

Abstract

Dismenore merupakan salah  satu keluhan yang sering dialami oleh remaja pada saat mentruasi.  Keluhan ini dapat  mengganggu  aktifitas sehari-hari, gangguan tidur dan belajar bahkan syok neurogenik. Dismenore penting  di tangani dengan terapi nonfarmakologi yaitu kompres hangat menggunakan buli-buli. Tujuan  studi kasus ini  untuk menerapkan  kompres  hangat  terhadap  penurunan  intensitas  dismenore.  Metode deskriptif dengan  pendekatan studi kasus dalam Asuhan Keperawatan. Subyek studi berjumlah 3 remaja yang  mengalami disminore primer (tidak ada penyakit sistem reproduksi), remaja yang belum menikah, sensitifitas terhadap rasa nyeri dalam kondisi baik. Instrumen pengukuran dismenore dengan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Pengukuran intensitas dismenore dilakukan  sebelum dan sesudah tindakan kompres hangat. Hasil studi kasus ketiga  subyek mengalami nyeri akut sebelum diberikan kompres hangat dengan intensitas nyeri sedang.  Setelah  diberikan  kompres hangat selama  20 menit dengan  suhu  46oC  ketiga subyek mengalami  penurunan  intensitas dismenore dengan  rata-rata terjadi  penurunan 2 skala nyeri setiap harinya dari tingkat sedang menjadi ringan dan tidak merasakan nyeri. Kompres hangat dapat menurunkan nyeri karena rangsangan implus yang memblokade persepsi nyeri disebapkan oleh perpindahan panas secara konduksi dari buli-buli sehingga menyebabkan vasodilitasi perdarahan menjadi lancar sehingga mengurangi nyeri. Pemberian terapi kompres hangat sangat efektif untuk menurunkan intensitas dismonore, saran agar remaja wanita dapat melakukan kompres hangat untuk mengurangi nyeri pada saat terjadinya mentruasi.
Pemberian aromaterapi peppermint (mentha piperita) mampu mengurangi mual dan muntah akibat kemoterapi Adi Nur Tianto; Nikmatul Khayati
Ners Muda Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v4i1.12014

Abstract

Mual dan muntah merupakan efek samping kemoterapi yang paling umum. Upaya untuk mengatasinya menggunakan terapi farmakologi dan non farmakologi. Mual dan muntah akibat kemoterapi dapat beribeikan aromaterapi peppermint.  Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi Peppermint terhadap frekuensi mual dan muntah. Studi ini menggunakan  deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan yang melibatkan 3 subjek. Pengambilan data dilakukan secara accidental sampling. Kriteria inklusi meliputi pasien yang menerima kemoterapi regimen FOLFOX dan mendapatkan antiemetik yang sama yaitu Ondansetron 8mg/8jam. Aromaterapi di berikan dengan cara meneteskan 1 tetes minyak aromaterapi peppermint dan dioleskan diantara hidung dan bibir, aromaterapi peppermint diberikan 3x sehari setelah selesainya efek antiemetik.  Studi kasus berlangsung dari tanggal 25 – 28 Desember 2023. Instrumen pengukuran menggunakan  The Index of Nausea, Vomiting, and Retching (INRV) untuk mengobservasi frekuensi mual muntah pasca kemoterapi.  Hasil evaluasi didapatkan adanya penurunan frekuensi mual dan muntah pada ketiga subjek studi kasus setelah pemberian aromaterapi peppermint. Hasil menunjukkan rerata skor INVR subjek 1 sebesar 14, subjek 2 sebesar 10,75 dan subjek 3 sebesar 10. Rata-rata penurunan skor INVR ketiga subjek sebesar 3 skor. Masalah keperawatan nausea berhubungan dengan efek agen farmakologis (tindakan pengobatan kemoterapi) teratasi sebagian ditandai dengan penurunan skor mual dan muntah. Molekul essensial oil dari aromaterapi Peppermint akan memberikan efek relaks dan tenang, efek lain juga dapat menghambat produksi serotonin sehingga dapat mengurangi kontraksi otot perut dan gejala mual muntah akan berkurang. Aromaterapi pappermint mampu mengurangi mual dan muntah paska kemoterapi.