Walsiyam Walsiyam
SMK Negeri 1 Puring Kebumen

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Manajemen Pembelajaran Kelas Industri pada Kompetensi Keahlian Teknik Pendingin dan Tata Udara di SMK Walsiyam Walsiyam
Media Manajemen Pendidikan Vol 5 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/mmp.v5i1.11531

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan manajemen pembelajaran kelas industri TPTU, menganalisis faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pembelajaran kelas industri Teknik Pendingin dan Tata Udara (TPTU) serta menganalisis inovasi manajemen pembelajaran kelas industri TPTU. Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Fokus penelitian ini adalah manajemen pembelajaran kelas industri Kompetensi Keahlian Teknik Pendingin dan Tata Udara SMK Ma’arif 2 Gombong Kabupaten Kebumen. Teknik pengambilan data dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa secara umum manajemen pembelajaran kelas industri TPTU sudah berjalan dengan sangat baik dari aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi. Perencanaan meliputi perencanaan peserta didik, sumber daya manusia, kurikulum, perangkat pembelajaran, sarana prasarana. Pengorganisasian meliputi pembentukan Tim beserta urian tugasnya. Pelaksanaan meliputi pembelajaran teori dan praktik di sekolah, Praktik Kerja Industri, pembelajaran Teaching Factory dan penerapan budaya sekolah dalam budaya sekolah. Pengawasan meliputi pengawasan imternal berupa supervisi dan pengawasan eksternal berupa monitoring dari industri. Evaluasi terdiri dari evaluasi peserta didik melalui uji kompetensi dan evaluasi program kelas industri melalui rapat evaluasi. Faktor pendukung pelaksanaan pembelajaran kelas industri terdiri dari sumber daya manusia/guru yang profesional, lingkungan belajar yang kondusif, sarana prasarana yang memadai, kerja sama yang baik dengan DU/DI, dan dukungan pemerintah. Faktor penghambat pelaksanaan kelas industri terdiri dari pembiayaan, pembelajaran berbasis IT yang masih kurang, letak DU/DI sebagian besar di luar kota dan partisipasi orang tua. Inovasi yang di tawarkan peneliti dalam pembelajaran kelas industri adalah adalah pembelajaran berbasis IT dan penggunaan Learning Management System dalam pembelajaran.