Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Akuntabilitas Pengelolaan Dana Sosial LPD Berlandaskan Budaya Tri Hita Karana Ni Made Vita Indriyani; I Wayan Gde Yogiswara Darma Putra
WACANA EKONOMI (Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Akuntansi) Vol. 21 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/we.21.2.2022.168-174

Abstract

LPD is one of the institutions formed by Pakraman Village which functions to run and manage the village financial system and strives to advance the welfare of the village community and fulfill the interests of the Pakraman traditional village community itself. In carrying out its main activities, namely channeling and collecting funds, LPD Susut Kaja and LPD Desa Pekraman Kebon Bangli also carry out their accountability based on the tri hita karana culture. In LPD, the term CSR is not used, but the concept of managing social funds has a similar concept to CSR. The results obtained in this study that the management of social funds of 5% of current profit in one year period is managed according to the tri hita karana culture. Where, from 5% of the current profit is used to harmonize relationships with God through yadnya in the form of punia funds, harmonize relationships with humans in the form of basic food assistance and education and harmonize relationships with the environment in the form of providing facilities and infrastructure to preserve the environment.
PKM Implementasi Sistem Akuntansi Sederhana dan Digitalisasi Pemasaran Loloh Daun Terter Pada KWT Dwi Tunggal Putri Desa Taro I Wayan Gde Yogiswara Darma Putra; Ade Ruly Sumartini; Ni Made Vita Indriyani
International Journal of Community Service Learning Vol. 6 No. 3 (2022): August 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijcsl.v6i3.50635

Abstract

Kelompok Wanita Tani (KWT) merupakan suatu wadah yang memberikan kesempatan bagi kaum perempuan untuk ikut andil dalam memajukan sektor pertanian. KWT digunakan sebagai sarana guna kelancaran kegiatan pembinaan kepada petani Desa untuk peningkatan kualitas sumber daya petani wanita. Akan tetapi, mitra belum memiliki pembukuan atau catatan terkait pendapatan, pengeluaran, biaya produksi dan laba ruginya, belum memiliki sistem pemasaran seperti website ataupun sosial media dan pemasaran secara offline baru dikenal masyarakat ataupun desa setempat, belum memahami tata kelola perusahaan, belum memiliki label/brand dari produk yang ditawarkan. Solusi yang ditawarkan untuk masalah ini adalah melakukan pendampingan dan membantu dalam pembuatan pembukuan dan laporan keuangan sederhana serta dibuatkan sistem sederhana, membuatkan website dan sosial media serta memasarkan ke masyarakat luar, memberikan pelatihan mengenai penerapan tata kelola perusahaan terutama berkaitan dengan penentuan strategi produksi maupun pemasaran, melakukan pembuatan branding dari produk yang ditawarkan. Khalayak sasaran kegiatan pengabdian ini adalah KWT Dwi Tunggal Putri Desa Taro. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan melakukan pendekatan individual, kemudian pelatihan. Hasil dari kegiatan ini adalah penerapan srategi pemasaran dan pembuatan pembukuan. KWT Dwi Tunggal Putri diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi perempuan di desa tersebut untuk menyalurkan kemampuannya dalam mengolah lahan pertanian dan melalui berbagai kegiatan yang diadakan oleh KWT dapat meningkatkan aktualisasi mereka di lingkungan sosialnya.