This Author published in this journals
All Journal Human Care Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP KECEMASAN PASIEN COVID 19 DI KOTA BUKITTINGGI: MIX METHODE RESEARCH sherli amelia; Rina Mariyana
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 3 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i3.2076

Abstract

Pasien covid-19 rentan mengalami gangguan psikologis berupa kecemasan, Kecemasan disebabkan oleh situasi yang tengah meliputi pasien, gangguan saluran pernafasan, berkurangnya kegiatan sosial, dan perasaan terhadap penolakan oleh masyarakat. Gejala yang muncul adalah kecemasan yang berimbas pada pola tidur pasien. Salah satu metode non farmakologis yang dapat digunakan yaitu menggunakan aromaterapi lavender. Aromaterapi bekerja dengan merangsang sel -sel saraf penciuman dan mempengaruhi kerja sistem limbik dengan meningkatkan perasaan positif dan rileks.Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh aromaterapi lavender terhadap kecemasan pasien covid 19 dan bagaimana pengalaman pasien covid dalam penggunaan aromaterapi lavender. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods dengan pendekatan desain equential   exploratory. Sampel pada penelitian ini 20 orang, diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan intrumen kecemasan HARS dan wawancara mendalam. Analisa data menggunakan Paired T Test dan analisa collaizi. Hasil penelitian didapatkan nilai mean difference   8.550 dengan nilai p value 0.000 artinya ada pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap kecemasan pasien covid 19, selain itu ditemukan beberapa tema utama yaitu keluhan fisik pasien covid 19 selama isolasi mandiri, respon psikososial yang dialami pasien covid 19 selama isolasi mandiri, Upaya pasien dalam penanganan covid 19 selama isolasi mandiri dan respon pasien covid 19 dalam pemberian aromaterapi lavender. Sehingga, aromaterapi lavender dapat dijadikan salah satu terapi komplementer tambahan pada penderita covid dan disarankan agar tenaga kesehatan menjadikan terapi ini sebagai salah satu intervensi meringankan kecemasan pasien covid 19.