Era Pandemi Covid-19 tak hanya mendisrupsi tatanan kehidupan sosial. Pada dimensi komunikasi, pandemi justru juga mengembangbiakkan “virus” lain yang dalam pandangan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lebih berbahaya dibandingkan Virus Corona itu sendiri, yakni merebaknya kabar palsu atau hoaks melalui berbagai platform media sosial. Ironisnya, hal ini juga menggejala di ranah jurnalisme. Bagaimana masa depan jurnalisme akan sangat ditentukan oleh komitmen menjalankan prinsip etika dalam praktik jurnalistik. Artikel ditulis dengan pendekatan deskriptif dengan melakukan studi dokumentasi dan pustaka. Di masa mendatang, etika jurnalistik tetap memiliki posisi penting terutama untuk membedakan karya jurnalistuik dan konten media sosial secara umum.