Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Potensi

PENINGKATAN AKSESIBILITAS WISATA ALAM PANTAI SENGGILING DALAM MENDUKUNG KEBERADAAN POTENSI WILAYAH DI TELUK SEBONG KABUPATEN BINTAN KEPULAUAN RIAU Rio Andrian Saputra; Yuanita FD Sidabutar; Nurhaida; Raflis Tanjung
Jurnal Potensi Vol. 4 No. 1 (2024): MARET
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v4i1.1337

Abstract

Bintan merupakan pulau terbesar di provinsi kepulauan riau dengan memiliki potensi wisata alam yang menarik sehingga dikategorikan kawasan industri pariwisata. wisatawan negara singapura salah satu negara tetangga yang tinggi intensitas berkunjung pertahunnya. pengunjung dapat masuk melalui pelabuhan bandar bentan telani yang merupakan pelabuhan khusus yang dibangun untuk menunjang kebutuhan kawasan khusus lagoi dan sekitarnya, bisa juga melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura yang terletak di kota tanjungpinang. Lokasi wisata pantai senggiling ini berada di kelurahan sri bintan, tepatnya di desa senggiling di utara pulau bintan kecamatan teluk sebong kabupaten bintan. desa senggiling ini berdekatan dengan beberapa tempat wisata terpadu di bintan seperti bintan lagoon resort. Dari pelabuhan bandar bintan telani wisatawan bisa menempuh perjalanan 23,9 Km atau sekitar 41 menit untuk dapat sampai kelokasi pantai, sedangkan dari pusat kota tanjungpinang wisatawan dapat menempuh jarak 47 km atau sekitar 60 menit dan hanya dapat di lalui dengan kendaraan roda 2, jalanan yang akan di lewati adalah perkebunan orang lokal atau milik perusahaan. Diperlukan keseriusan pengembangan aksesibilitas ke sektor pariwisata di desa senggiling seperti tertuang dalam visi pembangunan kepariwisataan Kabupaten Bintan yaitu Terwujudnya Bintan sebagai destinasi wisata berkelas dunia yang berdaya saing tinggi, berkelanjutan, serta mampu mendorong pembangunan daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
KAJIAN DAMPAK PENINGKATAN RUAS JALAN TENGKU SULUNG TERHADAP PENGEMBANGAN WILAYAH KECAMATAN BATAM KOTA Ali Akbar; Yuanita FD Sidabutar; Raflis Tanjung
Jurnal Potensi Vol. 4 No. 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v4i2.1491

Abstract

Pembangunan infrastruktur merupakan prioritas pembangunan di Kota Batam dimana jalan merupakan infrastruktur utama penghubung antar kawasan. Pemerintah Kota Batam dan Badan Pengusahaan Batam memberi perhatian besar terhadap pembangunan infrastuktur jalan dengan sumber pembiayaan dari APBD dan APBN sesuai dengan kewenangannnya masing-masing. Jalan Tengku Sulung merupakan jalan sekunder yang menghubungkan beberapa kawasan perumahan dan permukiman di Kelurahan Belian Kecamatan Batam Kota. Saat ini Jalan Tengku Sulung belum menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Batam. Padahal jalan tersebut merupakan jalur rute terpadat di Kecamatan Batam Kota. Permasalahan saat ini yang dihadapi adalah kemacetan yang timbul karena adanya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan disepanjang jalan, terdapat bahu jalan yang digunakan sebagai lahan komersil warga sekitar serta kondisi kontur jalan dan drainase yang mengakibatkan genangan dan banjir. Diharapkan dengan adanya peningkatan ruas jalan yang ada, dapat meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di Kecamatan Batam Kota. Analisis metode SWOT (Strenghts, Weaknesses, Opportunities, Threats) merupakan metode identifikasi secara sistematik terhadap faktor-faktor yang menentukan kondisi suatu kegiatan serta penentuan alternatif strategi pengembangan yang sesuai dengan kondisi tersebut. Analisis ini didasarkan pada logika bahwa suatu strategi yang efektif akan memaksimumkan kekuatan dan peluang (S,0) dan pada saat yang bersamaan akan meminimumkan kelemahan dan ancaman (W,T). Dari analisa ini dapat memberi gambaran tentang dampak peningkatan ruas Jalan Tengku Sulung terhadap pengembangan wilayah di Kecamatan Batam Kota
EVALUATE THE IMPACT OF AVAILABILITY PROBLEMS DEEP RESERVOIR WATER SUPPORTS CLEAN WATER QUALITY IN EAST TANJUNGPINANG DISTRICT Risnawati; Yuanita FD Sidabutar; Raflis Tanjung; Alpano Priyandes
Jurnal Potensi Vol. 5 No. 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v15i2.1982

Abstract

Clean water is a basic need for the survival of humans and other living creatures. In East Tanjungpinang District, Tanjungpinang City, reservoirs are the main source of clean water for the community. As the population increases, the need for clean water also increases and the problem of clean water is significant regarding the availability of reservoir water to support clean water quality in East Tanjungpinang sub-district, Tanjungpinang city. To meet the need for clean water, the main source of which is reservoir water, serious attention is needed from the government, related sectors and the community. Reservoirs are the main source to support clean water quality. Therefore, an in-depth evaluation of the impact of the problem of reservoir water availability in supporting clean water quality in East Tanjungpinang District, Tanjungpinang City is needed, such as a decrease in reservoir water discharge which causes a reduction in clean water reserves, increased pollution due to waste. around the reservoir and sedimentation occurs at the bottom of the reservoir, causing shallowing of the reservoir and reducing the volume and quality of the water. It is hoped that this evaluation can evaluate the impact of reservoir water availability problems in supporting clean water quality in East Tanjungpinang subdistrict and become valuable input for the government, related institutions and the community in formulating policies and strategies for sustainable clean water management in East Tanjungpinang subdistrict, Tanjungpinang city.In this way, the availability of quality and sustainable clean water can be guaranteed, the quality of regional facilities can be improved, and community welfare can be realized