Abstrak: Prinsip utama dalam pembelajaran matematika saat ini pada umumnya untuk memperbaiki dan menyikapi-aktifitas belajar yang bermanfaat bagi siswa. Keterlibatan siswa secara aktif dalam pembelajaran harus ditunjang dengan menyediakan aktifitas-aktifitas belajar yang khusus sehingga siswa dapat melakukan “doing math”. Pembelajaran berbasis masalah (Probelem-based learning), merupakan salah satu model pembelajaran inovatif yang dapat memberikan kondisi belajar aktif kepada siswa. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: (a) mengetahui aktifitas guru dan siswa dalam pembelajaran dengan penerapan model Problem Based Learning pada materi program linier. (b) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada materi program linier dengan penerapan model Problem Based Learning , dan (c) Mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran dengan penerapan model Problem Based Learning pada materi program linier di Kelas X TP SMK Negeri 2 Meulaboh. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua siklus. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas X TP SMK Negeri 2 Meulaboh. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar, dan angket. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan aktivitas siswa pada siklus pertama sebesar 66,35% menjadi sebesar 86,54% pada siklus kedua, dengan katagori sangat baik, ModelProblem Based Learning juga memiliki dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus pertama ketuntasan klasikal sebesar 69,23% menjadi sebesar 88,46% pada siklus kedua. Kata kunci : Model Problem Based Learning , Linier Program.