Miftakhul Khoiri
Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Wali Mujbir Dalam Perspektif Pemikiran Kh. Husein Muhammad Miftakhul Khoiri
Jurnal Pro Hukum : Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas Gresik Vol 11 No 5 (2022): Jurnal Pro Hukum : Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas Gresik
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komentar Al-Qur'an terkait pernikahan secara eksplisit terdapat dalam banyak ayat. Ada sekitar 104 ayat, termasuk kosakata perkawinan yang diulang 23 kali dan kata zauwj yang diulang 80 kali. Sebuah tinjauan mendalam dari seluruh ayat pernikahan menjabarkan 5 prinsip pernikahan. Pertama, prinsip mawadah wa rahmah. Yang kedua adalah prinsip monogami. Ketiga, prinsip Mu'āsyarah bil-Ma'rūf (komunikasi yang santun). Keempat, prinsip saling meningkatkan dan melindungi dalam hubungan interpersonal dan seksualitas. Terakhir, prinsip penentuan pasangan bagi calon pengantin. Masyarakat meyakini bahwa perempuan tidak memiliki hak penuh dalam urusan perkawinan, sehingga dalam memilih pasangan harus diserahkan kepada orang tua. Pemilihan pasangan sebagai salah satu prinsip perkawinan seringkali bertentangan dengan hak ijbar yang dipegang oleh wali. Hal ini akhirnya menjadi fokus, dalam Islam, hak perempuan dalam memutuskan pasangan adalah hak tunggal orang tua mereka, bukan hak untuk memutuskan pasangan atau pasangan. Klaim yang berkembang selama ini adalah wali mujbir adalah orang tua yang mengaku anaknya dinikahkan atas pilihan orang tuanya, atau lebih dikenal dengan istilah “kawin paksa”. Karya ini secara gamblang menggambarkan konsep penggunaan pendekatan sosio-historis KH Husein Muhammad dalam bentuk konsep mashlahah dalam Fiqh/Usul Fiqh dengan tujuan untuk mencapai titik tengah di antara perbedaan.