Niken Feladita Santoso
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERHITUNGAN ANGKA LEMPENG TOTAL (ALT) BAKTERI PADA JAMU GENDONG BERAS KENCUR YANG BEREDAR DI PASAR TRADISIONAL WAY KANDIS DANPASAR TEMPEL WAY HALIM Niken Feladita Santoso; Rahma Astriani
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i2.8183

Abstract

Untuk mengetahui Angka Lempeng Total (ALT) pada jamu gendong beras kencur apakah telah memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia tahun 2009 bahwa angka lempeng total kurang dari 106cfu/ ml. Metode yang digunakan adalah agar tuang dan media yang digunakan yaituNutrient Agar(NA). Prinsip metode ini yaitu menumbuhkan bakteri dari sampel jamu gendong beras kencur kedalam cawan petridenganmetodeagartuang.Hasildarikeempatsampeljamugendongberas kencur yaitu sampel (1) 7,2 x 102, sampel (2) 9,3  x 104, sampel (3) 8,5 x 104, sampel (4)8,1x104.Berdasarkanhasilpenelitianmenunjukanbahwakeempatsampeljamu gendongberaskencurtelahmemenuhiStandarNasionalIndonesiatahun2009yaitu <106cfu/ml .
UJI AKTIVITAS ANTIINFLAMASI DALAM SEDIAAN SALEP DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) TERHADAP KELINCI JANTAN Niken Feladita Santoso; Sindi Novita Mala
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i1.7325

Abstract

Daun binahong adalah tanaman yang memiliki kandungan senyawa aktif flavonoid, alkaloid dan saponin. Flavonoid yang berperan sebagai antibiotik dan efek farmakologi sebagai antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas salep antiinflamasi daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) terhadap kelinci jantan (Oryctolagus cuniculus). Pelarut yang digunakan yaitu etanol 96%. Perlakuan pada lima ekor kelinci, kelinci pertama diberikan sediaan salep dengan konsentrasi 5%, kelinci kedua diberikan sediaan salep dengan konsentrasi 10%, kelinci ketiga diberikan sediaan salep dengan konsentrasi 20% dan kelinci keempat sebagai kontrol negatif, kelinci kelima sebagai kontrol positif. Pengolesan dilakukan satu hari sekali dan pengamatan penyembuhan radang dilakukan selama tujuh hari. Salep daun binahong dengan berbagai konsentrasi dilakukan pengujian evaluasi sedian salep. Pengujian evaluasi dilakukan uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat dan uji daya sebar. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, pada sediaan salep dengan konsentrasi 20% menunjukkan aktivitas penyembuhan peradangan terhadap kelinci jantan pada hari ke-3, salep dengan  konsentrasi 10% menunjukkan aktivitas penyembuhan peradangan pada hari ke-4 untuk salep dengan konsentrasi 5% menunjukan aktivitas penyembuhan peradangan pada hari ke-6. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa sediaan salep daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) aktif dalam penyembuhan peradangan, sediaan salep yang paling aktif yaitu pada sediaan dengan konsentrasi 20%. Semakin tinggi konsentrasi maka aktivitas antiinflamasi semakin baik.
PERHITUNGAN ANGKA LEMPENG TOTAL (ALT) BAKTERI PADA JAMU GENDONG BERAS KENCUR YANG BEREDAR DI PASAR TRADISIONAL WAY KANDIS DANPASAR TEMPEL WAY HALIM Niken Feladita Santoso; Rahma Astriani
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i2.8183

Abstract

Untuk mengetahui Angka Lempeng Total (ALT) pada jamu gendong beras kencur apakah telah memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia tahun 2009 bahwa angka lempeng total kurang dari 106cfu/ ml. Metode yang digunakan adalah agar tuang dan media yang digunakan yaituNutrient Agar(NA). Prinsip metode ini yaitu menumbuhkan bakteri dari sampel jamu gendong beras kencur kedalam cawan petridenganmetodeagartuang.Hasildarikeempatsampeljamugendongberas kencur yaitu sampel (1) 7,2 x 102, sampel (2) 9,3  x 104, sampel (3) 8,5 x 104, sampel (4)8,1x104.Berdasarkanhasilpenelitianmenunjukanbahwakeempatsampeljamu gendongberaskencurtelahmemenuhiStandarNasionalIndonesiatahun2009yaitu <106cfu/ml .
UJI AKTIVITAS ANTIINFLAMASI DALAM SEDIAAN SALEP DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) TERHADAP KELINCI JANTAN Niken Feladita Santoso; Sindi Novita Mala
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i1.7325

Abstract

Daun binahong adalah tanaman yang memiliki kandungan senyawa aktif flavonoid, alkaloid dan saponin. Flavonoid yang berperan sebagai antibiotik dan efek farmakologi sebagai antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas salep antiinflamasi daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) terhadap kelinci jantan (Oryctolagus cuniculus). Pelarut yang digunakan yaitu etanol 96%. Perlakuan pada lima ekor kelinci, kelinci pertama diberikan sediaan salep dengan konsentrasi 5%, kelinci kedua diberikan sediaan salep dengan konsentrasi 10%, kelinci ketiga diberikan sediaan salep dengan konsentrasi 20% dan kelinci keempat sebagai kontrol negatif, kelinci kelima sebagai kontrol positif. Pengolesan dilakukan satu hari sekali dan pengamatan penyembuhan radang dilakukan selama tujuh hari. Salep daun binahong dengan berbagai konsentrasi dilakukan pengujian evaluasi sedian salep. Pengujian evaluasi dilakukan uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat dan uji daya sebar. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, pada sediaan salep dengan konsentrasi 20% menunjukkan aktivitas penyembuhan peradangan terhadap kelinci jantan pada hari ke-3, salep dengan  konsentrasi 10% menunjukkan aktivitas penyembuhan peradangan pada hari ke-4 untuk salep dengan konsentrasi 5% menunjukan aktivitas penyembuhan peradangan pada hari ke-6. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa sediaan salep daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) aktif dalam penyembuhan peradangan, sediaan salep yang paling aktif yaitu pada sediaan dengan konsentrasi 20%. Semakin tinggi konsentrasi maka aktivitas antiinflamasi semakin baik.